The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 56



Happy reading !


" Akan aku beritahu "


“ Aku akui sih sebenarnya kakak ku itu cantik menawan. apakah kamu ingin berkencan denganya ? “ ucap Rara memberikan umpan.


“ Apa benar yang kau katakan itu ?“ kata Bram untuk memastikan lagi.


“ Tentu saja dia sangat cantik dan menawan. banyak para lelaki yang mengejarnya. kamu harus tau itu “


“ Okey, Akan aku per lihat kan foto dia. Tunggu sebentar. Ini dia kakak ku “ ucap Rara sambil memberikan ponselnya.


“ Eeeemm.. dia memang terlihat cantik walaupun hanya di foto. Aku penasaran dengan wajahnya langsung. “ ucap Bram sudah tergoda.


“ Lalu kamu mau membalasnya dengan cara apa ? “ tanya Bram penasaran.


“ Aku ingin membuat dia di benci oleh suaminya “ kata Rara.


" Dia sudah bersuami ? "


“ Memang siapa suaminya ? “ tanya Bram lagi.


“ Kamu ingin mengetahuinya ? “ kata Rara tersenyum lebar dan bram menganggukan kepalanya.


“ Dia adalah istri dari Adward Abraham “ cetus Rara yang sontak membuat Bram sedikit terkejut.


“ Jadi apakah kamu masih mencintainya dan ingin menghancurkan keluarga kakakmu sendiri ? dan apakah nanti kalau ketahuan kamu kira nyawaku tidak akan melanyang bila aku menyentuh istrinya “ ucap Bram mulai emosi.


“ Hei ayolah kamu tidak sepengecut ini kan “ ejek Rara.


“ Apa kamu kira bisa menyinggung Adward adalah hal yang mudah. Tidak semudah itu ***** ! “ kata Bram keras.


Rara mendengus dengan perkataan Bram “ Tenang saja aku tidak akn membiarkanmu sampai ketahuan “ balas Rara.


" Jadi bagaimana dengan tawaran bagus itu ? "


" Okey aku terima. tapi jangan sangkut pautkan namaku. dan setelah itu aku akan pergi keluar negeri "


“ Jadi.. Apakah kamu benar akan melewati malam indah dengan kakak ku ini ? " Tanya nya lagi.


“ **** ! aku benar benar tidak bisa akan menolak itu “ ucap Bram.


“ Baiklah aku telah menyiap kan rencana yang sempura agar kau tidak ketahuan “ kata Rara santai.


" Apa bisa secepat itu ? " kata Bram.


“ Aku akan menghubungi mu kalau semua sudah beres. kamu tinggal menikmati nya saja “ ucap Rara.


***


Keesokan paginya,


Rara sudah mengetahui bahwa sekarang waktu dimana Rumah Amanda sepi dan Cuma ada satpam saja yang berjaga di depan, sedangkan Adward pasti sudah berada di kantor.


Untuk dapat masuk ke Villa Rara berpura – pura membohongi satpam itu dengan memberiakn foto keluarga mereka agar satpam itu percaya. Bahwa dia adalah adik Amanda.


Akhinya pun dengan mudah Rara bisa masuk ke dalam Villa itu dan segera memasuk ke pintu utama.


Rara menekan tombol bel agar Amanda bisa membukakan pintunya. Dan tak menunggu lama Amanda pun membukakan pintunya.


“ Kakak “ teriak Rara antusias dan memeluk Amanda.


Amanda pun hanya diam saja dan tak bergeming.


“ Kakak ? apa kakak lupa sama aku ? “ tanya Rara sok polos.


“ Siapa ya kamu ? “ Ucap Amanda palsu itu.


“ Aku adalah adik kakak, ahhh .. pasti kakak lupa dengan aku karena kita sudah lama tidak bertemu. Kalau kakak tidak percaya kakak ini lihat aku punya foto kakak dan aku, papa dan juga mama.


Amanda melihat gambar itu dan Amanda berpura- pura untuk percaya dan menyuruh Rara untuk segera masuk dan duduk di sofanya.


" Cih mudah sekali menipumu lagi Amanda " remeh Rara.


Kemudian Rara berfikir lagi karena di dalam rumah masih ada penggangu yang bisa saja menggagal kan rencananya nanti.


“ Kakak.. huhh kita sudah lama tidak bertemu. Ada banyak hal yang ingin aku beritahukan kepada kakak tapi kurang nyaman bila aku memberitahukanya di sini bagaimana kalau kita ke kamar kakak saja ? sekalian aku juga ingin melihat kamar kakak. boleh kan ? “ tawar Rara manis.


“ Begitu kah ? “ jawab Amanda dengan polosnya.


“ Iya kak. Aku bisa jadi cerita dengan leluasa dan nyaman kan jadinya “ kata Rara.


“ Kalau begitu ayo, kakak akan membawamu ke kamar utama kakak “ ucap Amanda lalu mengandeng tangan adiknya untuk naik ke atas.


Mereka berdua sudah berada di kamar utama Amanda kemudian Rara memancing Amanda dengan cerita nya.


Sesaat kemudian Rara mencari alasan untuk bisa turun kebawah dan menyingkirkan bibi itu.


“ Eh.. kak. Aku mau ke bawah dulu ya aku mau ambil minumanya “ ucap Rara dan di perolehkan oleh Amanda.


“ Kakak tunggu di sini dulu ya .. jangan kemana mana “ pinta Rara.


Rara lalu menghampiri bibi itu dan menyuruh bibi itu untuk pulang ke rumahnya lebih awal atas perintah Amanda.


Mendengar perintah itu tanpa pikir panjang bibi itu setuju dan langsung pulang.


Kemudian dengan niat jahatnya Rara membuat minuman untuk Amanda yang telah dia beri campuran obat di minuman itu.


Rara lalu menghubungi Bram untuk menyusulnya kemari dan melancarkan rencana mereka. Rara menyuruh Bram untuk masuk dari pintu belakang yang telah disiapkan oleh Rara karena dia tahu persis bangunan Villa ini.


Kemudian tidak menunggu lama Bram sudah masuk ke villa dan tinggal menunggu Rara memberikan minuman itu.


Dan Rara juga tidak mengetahuinya bahwa setiap rencananya jadi bisa berjalan mulus dan lancar itu semua karena adanya perintah adward yang mengikuti rencananya Rara.


Rara lalu menuju ke kamar Amanda dan memberikan minuman itu untuk diminumnya.


Tok..tok.. tokk...


" Kakak aku kembali "


“ Kakak .. kakak pasti haus kan mendengar cerita ku tadi. Ini kak aku sudah membuatkan minuman untuk kakak minumlah.. “ ucap Rara memberikan minuman itu.


“ Oh mengapa kamu yang membawa minumanya. di mana bibi ? " tanya Amanda.


" Emm.. iya kak tadi saat aku ke dapur, bibi pusing dan ingin segera pulang. dan saat ingin berpamitan kepada kakak kondisi bibi sudah tidak kuat lagi "


" Kakak tau kan bibi juga sudah tua. jadi bibi minta tolong sama aku untuk memberitahukanya ke kakak " alasan Rara.


" Baiklah. Terima kasih dik untuk minumanya “ ucap Amanda tersenyum memaksa.


Tak menunggu lama Amanda palsu itu mulai menegak meminumnya sampai habis, sesuai perintah Adward untuk menuruti semua kemanuan Rara tanpa curiga.


Setelah itu Rara membuat suasana seperti biasa Rara lalu melanjutkan ceritanya. Tak sampai waktu lama tubuh Amanda mulai terasa panas dan lalu dia mencoba menaikan suhu Ac nya menjadi lebih dingin karena merasa badan nya panas tetapi itu sama sekali tidak berpengaruh oleh nya.


Kemudian dia membuka 3 kancing kemejanya yang sedkit memperlihatkan kedua gundukan berisi itu.


“ Huh.. kenapa tiba tiba panas sekali “ pekik Amanda kepanasan.


“ Ada apa kak ? ini tidak panas lho “ ucap Rara.


“ Benarkah ? Tapi mengapa aku tersa panas sendiri ya ? “ kata Amanda bingung.


“ Tunggulah di sini kak. Aku akan ambilkan sesuatu yang berguna di bawah sana untuk mu “ ucap Rara lalu pergi meninggalkan Amanda sendirian.


Tubuh Amanda semakin tidak karuan. Dia merasa seluruh tubuhnya panas dan bergairah.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua menyukainya...


Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.


xie xie.