The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 63



Happy reading !


" Montir yang saya panggil ternyata ada kendala dan tidak bisa kemari sepertinya. Jadi apakah anda bisa menolong saya ? " tutur pria itu sopan.


" Oooh.. hemm.. " balas Robert.


" Karena saya tahu juga anda pasti sudah lelah dari perjalanan ke luar negeri anda, saya akan coba membantu sebisa saya " balasnya lagi.


Pria itu tersenyum kemenangan " Terima kasih dengan kebaikan anda yang tulus ini, saya sangat berutang budi sekali " jawab pria itu.


" Kalian tunggu saja di sini dan akan saya panggilkan anak buah saya yang mampu menangani mesin " ucap Robert menyuruh anak buahnya membantu.


**


Karena di rasa perhatian Robert sudah teralihkan, mereka melakukan aksinya.


Dengan mudah nya masuk karena para penjaga telah sibuk dan berjaga di depan. Amanda yang masih asik menonton Tv itu sambil beberapa mulutnya memakan cemilah yang ada di depanya yang telah di siapkan itu.


Pria itu mendekati Amanda pelan sambil mengluarkan sapu tangan yang telah di siapkanya untuk membiusnya.


Semua berjalan sempurna tanpa adanyanya perlawanan dari Amanda dan kemudian sesaat dia pingsan dan diboponglah tubuh Amanda, membawanya melewati pintu belakang yang masih tidak terjaga.


Dengan cepat Amanda di bawa masuk ke dalam mobil itu dan dengan santianya melewati mereka semua yang masih di depan dengan serius membenarkan mobil itu.


" Akhirnya " cerutu pria itu diam.


Sesaat kemudian dengan sangat alami dan tanpa mengganjal mobil itu mulai meyala. Akhirnya pria itu memgucapkan terima kasih dan berpamitan untuk segera pergi menyusul Amanda di markas gedung gudang tua.


Sebelum menuju ke gudang itu Rara telah berpesan kepada bawahanya untuk meninggalkan semua benda milik Amanda. Dari yang mencurigakan maupun tidak.


Semua benda yang ada di tubuh Amanda sampai perhiasan dan handphone itu di rampas dan akan di buang ke sembarang tempat.


Agar hilangnya Amanda itu sulit di temukan keberadaanya. Karena Rara tidak ingin mengulainganya lagi saat menculik Amanda waktu itu bersama mamanya.


Mereka semua telah berkumpul di tempat akhir yaitu Gudang gedung terbengkalai itu.


Tubuh Amanda diletakan di kursi dan di ikatnya dan juga kakinya terikat.


" Semua barang mencurigakan telah kau buang ? " celetus Rara saat mereka sampai di markas.


" Aman nona tanpa ada sisa "


" Apa mereka tidak curiga, Amanda menghilang ? " cletus Rara lagi.


" Untuk saat itu tidak Nona, tapi.. Mungkin akan cepat karena di sana terdapat beberapa Cctv. " jawab salah satu seseorang itu.


" Cihh.. Kamu terlalu nyman untuk hidup di sana Kakak ku. " gumam Rara.


" Baiklah kalian tetap berjaga di luar sana. Biar aku urus wanita ini " perintah Rara.


Mereka semunya keluar dan ada yang berjaga di luar maupun hanya duduk di sekitar lingkungan gedung itu untuk sekedar mengawasi.


Rara melangkahkan kakinya mendekati Amanda yang tenga pingsan.


Saat ini Rara menggenggam dan mencoba membuka mineral yang masih tertutup rapat itu.


" Byurrr.. " air mineral itu membasahi seluruh wajah Amanda hingga membangunkanya.


Saat membuka matanya, tentu saja Amanda di buat kaget melihat wanita di depanya yang bukan lain adalah Adik tirinya yang tengah menculiknya lagi dan lagi.


Amanda terdiam, lalu menatap adiknya yang penuh kebencian saat melihatnya.


" Apa lagi mau mu ? " Amanda mulai mengeluarkan suarnya.


" Heh.. Apa lagi mau ku ? " remeh ocehan Rara


" Tentu saja ingin membunuhmu dan menggantikan dirimu untuk menjadi istri Adward seuntuhnya " ucap Rara demgan bangga.


Amanda tersenyum masam mendengar itu. " Cih tidak akan. " balas Amanda dengan berani.


" Tidak akan ? " kata Rara sambil memincingkan kepalanya dan sedikit membungkuk melihat wajah Amanda.


" Ya tidak akan " balas Amanda menantangnya lagi.


" Lalu kamu mau menghentikan ku dengan apa ha ? Kalau dirimu saja sudah seperti ini " remeh Rara.


" Asal kamu tahu Rara. Aku bukan Amanda yang dulu. Yang dapat kamu dengan mudah menyiksa ku lagi "


" Aku yakin cepat atau lambat semua akan tau aku menghilang dan Adward akan datang " kata Amanda yang membuat Rara naik pitam.


" Dasar ***** ! " oceh Rara.


" Bisa bisanya kau seyakin itu ? " Rara berjalan lagi menghampiri Amanda dan menjamba Rambut Amanda dengan kuat hingga Amanda meringkuh sangat kesakitan.


" Aahhhhhhhkkkkhhhh.. Lepaskan Rara. " teriak Amanda kesakitan dan badanya tidak bisa bergerak lagi karena ikatan yang sangat kuat itu.


" Dasar ***** ! Kau apakan Adward sampai begitu mencintaimu ha ? "


" Apa dengan tubuhmu yang tidak seberapa itu ha ? " ucap Rara geram dan langsung menampar pipi mulus Amanda dengam keras berulang kali.


" Akkkhhhhrrh. Stop Rara kau benar benar meyakitiku " ucap Amanda meringkih kesakitan.


" Ingat ini Rara. Cepat lepaskan aku. Apa kamu tidak takut Adward akan segera menemukan ku ? " ucap Amanda memancing itu agar melepaskan semua perlakuanya yang kasar saat ini.


" Apa ? Aku tidak salah dengar kan ? " tekan Rara.


" Listen to me Kakak ku ! tidak akan pernah ada orang yang akan menemukan mu, sekalipun kamu mati membusuk disini pun " ucap Rara sangat puas sekali.


Halloo..


semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung


author ya ..


Agar selalu


semangat menulisnya...


Semoga


kalian semua menyukainya...


Dan terima


kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.