
Happy reading..
Bahagia itulah yang di rasakan Amanda saat ini, karena dia berada di pelukan orang yang di cintainya.
Walaupun kemarin adalah hari yang mungkin merupakan hari yang terberat akan tetapi dia bersyukur semuanya setimpal dengan apa yang diterimanya saat ini.
Saat ini Amanda sedang mengusap usap kepala Adwrd yang masih nyaman di ceruk leher Amanda. Lalu tak lama kemudian Adward terbangun dari tidurnya dan dia langsung mencium bibir Amanda. Sebuah ciuman hangat yang mampu membuat amanda tersenyum dan merona secara bersamaan.
“Kamu sudah bangun dari tadi sayang?” tanya Adward .
“Iya, aku laper!” rengek Amanda kepada Adward dengan nada manja. Amanda memang dari kemarin belum makan sama sekali dan dia hanya meminum air putih saja lalu tertidur kembali dengan Adward.
“Ya udah kamu mau dibeliin makan apa sayang ? apa aku suruh mama sekalian beliin aja ya? Kan bentar lagi mama kesini” ucap Adward.
“Aku pengen makan gado gado boleh nggak?” tanya Amanda kepada kekasihnya itu. Akan tetapi pasti Adward tidak akan memperbolehkanya untuk sementara waktu sampai kondisi Amanda benar benar pulih sepenuhnya.
“Aduh, jangan dulu deh sayang, kamu itu harus makan yang halus halus dulu, kayak bubur atau sup sup gitu sayang” ucap Adward yang memberikan saran untuk memlulihkan kondisinya.
“Tapi aku maunya gado gado pak Somat... aku mau ituu..” rengek Amanda lagi.
“Tapi sayang kamu kan baru aja sadar dari koma” ucap Adward yang khawatir dengan kondisi Amanda.
“Ya udah deh makanya kapan kapan aja” ucap Amanda, walapupun Amanda kecewa karena keinginanya tidak terpenuhi akan tetapi dia mencoba mengambil hal yang positif saja, karena Adward melakukan semua ini demi dirinya juga.
“Ya udah kalau gitu aku suruh mama untuk beliin kamu roti dan sup aja ya?” tawar Adward yang langsung di angguki oleh Amanda.
“Iya sayang” balas Amanda.
Saat ini juga Adward langsung memberi tahu kepada mamanya untuk membelikan makanan buat Amanda. Setelah semua itu lalu Adward pamit untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
“Sayang aku tinggal mandi dulu ya?” pamit Adward yang kemudian di angguki oleh Amanda.
Setelah itu Adward mandi dengan cepat karena dia tidak ingin meninggalkan Amanda sendirian. Selang beberapa menit Adward pun selesai mandi dan berganti pakaian dengan lengkap dia lalu melamgkah menuju ke Amanda yang sedang menonton acara di TV.
“Sayang kamu mau buah Apel nggak? Aku kupasin ya ..” Tawar Adward. Bahkan seorang Adward mau mengupaskan buah, baru kali ini saja dia mau melakukanya hanya untuk kekasihnya tercinta ini.
“Iya aku mau aku mau” ucap Amanda antusias.
Dia tidak akan melewatkan kesempatan langka ini, kapan lagi dia bisa menaklukan bosnya yang dulu selalu menyuruhnya ini.
“kondisi kamu udah mendingan kan?” tanya Adward yang masih khawatir akan kondisi Amanda.
“Iya aku merasa lebih baik karena ada kamu yang selalu di samping ku” balas Amanda.
Setelah Adward selesai mengupas buahnya, Adward langsung menyuapi Amanda.
“Sayang aku jadi pengen makan buah strawberry deh..” ucap Amanda yang jadi ingin makan buah Strawberry.
“Ya udah aku pesenin ya, soalnya aku nggak mau ninggalin kamu sendirian” ucap Adward yang membuat Amanda terharu dengannya.
“Hik..Hikk.. aku terharu sama pacarku yang ini” ucap Amanda yang matanya berkaca kaca.
"Sayang kamu jangan menagis.. " ucap Adward sambil memeluk Amanda.
**
Mama Diandra yang baru datang langsung menjewer telinga Adward.
“kamu apain ini menantu mama?” samapi menangis ini? Kamu harus tanggung jawab!” amuk mamanya.
“Sayang, kamu udah ngak apa apa kan?” tanya mama Diandra.
“Aku.. udah baikan kok ma” jawab Amanda pada mama Diandra.
“Oh ya kalau gitu ini kamu makan dulu ya biar cepat pulih”ujar mama Diandra.
“Ya udah sini biar aku aja yang suapin ma” ucap Adward, yang langsung merebut mangkuk yang sedang di pengang oleh Diandra.
“Dasar kamu, posesif sekali” sindir Diandra.
**
Setelah seminggu lebih dan dokter memeriksa keadaan Amanda, menyatakan keadaanya pulih akhirnya Amanda di izinkan pulang oleh dokternya.
Akan tetapi mereka tidak kembali ke kediaman orang tua Adward, melainkan mereka pulang ke Apartemen Adward.
**
Saat pejalanan pulang Amanda melihat banyak sekali pedagang yang berjualan di pinggir jalanan, hingga membuat air liur Amanda ingin menetes karena dia menginginkan Es cincau.
“Sayang.. aku ingin minum itu” rengek Amanda pada Adward yang sambil menunjuk ke arah pedagang cincau itu.
“Iya aku beliin ya, tapi kamu di sini aja biar aku yang ke sana” ucap Adward karena dia tidak mau Amanda kelelahan kan baru pualng dari rumah sakit.
“Aku maunya makan di situ” ucap Amanda lagi.
“Ya udah kalu gitu, kita makan di sana saja” balas Adward.
Mereka akhirnya memesan satu karena Adward sendiri tidak menyukai jajanan es ini.dan dia langsung memeberikanya kepada Amanda untuk segera di minum.
Setelah Amanda meminumnya sedikit dia langsung menyerahkanya pada Adward.
“Ini kamu juga minum” pinta Amanda.
“Aku nggak suak cincau” ucap Adward yang wajahnya memelas.akan tetapi spertinya permintan Amanda ini tidak ada penolakan.
Akhirnya Adward pun terpaksa meminumnya.
“ya udah, aku minum sekarang” ucap Adward yang langsung meminumnya. Walaupun Adward tidak menyukai minuman cincau ini demi Amanda dia rela meminumnya.
walaupun sedikit mual saat dia meminumnya.
“udah ya akau bayar dulu minumanya” ucap Adward lalu membanyarnya dan segera kembali ke apartemenya.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.
xie xie.
zai jian..