The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 3



Hari pertama masuk kerja,


Hari pertama Amanda bekerja. Hari dimana Amanda sangat lelah karena mondar mandir ke ruangan bos nya untuk mengurus berkas.


Tapi kelelahan itu tiba tiba terasa hilang saat ia melihat bosnya yang tampan itu. Bos yang tinggi tampan dengan badan tegap dan dada yang bidang membuatnya menelan ludah saat ia bertatapan dengan bosnya yang tamapan itu.


“huh memandang wajahnya saja membuat jantung ku berdegup kencang” ucapku dalam hati.


Waktu istirahat sebentar lagi akan tiba dan aku bersiap-siap ke kantin kantor untuk makan karena perutku sudah tidak menahan lagi untuk di beri makan.


cacing-cacing di perutku sudah berteriak teriak minta untuk di beri makanan yang enak di kantin kantor itu. tetapi saat aku akan meninggalkan ruangan bosku, tiba tiba telpon berbunyi. Aku pun segera mengangkat telpon tersebut siapa tahu itu telpon penting dari bosku.


...


“hallo, ada yang bisa saya bantu pak?” tanyaku kepada bosku.


“siang ini saya ada rapat di restoran jadi saya ingin kamu menemani saya , dan jangan lupa untuk menyiapkan berkas yang akan di bawa nanti” ucap bos tampannya.


“oh ya baik pak saya akan segera menyiapkan berkas berkas tersebut pak.”


“saya tunggu kamu di lobi , jangan lama lama , saya tidak mau nanti saya terlambat rapat dengan perusahaan yang sangat penting ini.” Kata bosnya lagi.


“baik pak” ucap Amanda.


Amanda langsung bersiap menuju ke ruangan bosnya lagi.


Adward Abraham ya di adalah anak tunggal dari keluarga Abraham yang sangat kaya di kota ini. Dia mempunyai sifat angkuh,tegas dan dengan sifat yang dingin itu. Akupun tersenyum tipis kenapa aku mempunyai bos dengan sifat seperti itu.


Setelah Amanda selesai menyiapkan berkas berkas yang di siapkanya untuk rapat nanti amanda langsung menuju ke lobi bersama Adward. Saat perjalanan mereka berdua hanya berdiam saja tanpa mengatakan sepatah kata.


Amanda sangat gugup karena ia duduk satu mobil dengan bos tampanya. Ia berusaha mengontrol degup jantungnya yang berdetak sangat cepat.sialnya di saat seperti ini bosnya terlihat sangat tampan saat ia memasang wajah serius.


Akhirnya perjalanan mereka sampai , mereka berdua pun langsung turun dari mobil menuju ke restoran tersebut.


Ternyata klien Adward sudah tiba . lalu Adward bersalaman dengan Radit rekan bisnisnya, Radit juga berjabat tangan dengan Amanda .


saat berjabat tangan dengan Amanda ia tersenyum simpul melihat Amanda , dan sampai tidak sadarnya ia masih saja menjabat lama tangan Amanda itu, membuat Amanda sangat risih dengan tatapan Radit.


“ehem..” deheman Adward menyudahi salaman Radit dan Amanda, lalu Radit mengucapkan maaf kepada Amanda.


Adward, Amanda dan Radit kemudian duduk. Dan mereka merundingkan kesepakatan bisnisnya. Hingga tak terasa sudah sampai tiga jam mereka merundingkan akhirnya sampai ke kata sepakat. Barulah jam lima mereka baru pulang dari restoran itu.


“rumah kamu itu di mana?”


“emm.. sebenarnya saya sedang mencari sebuah apartemen sih pak” jawab Amanda dengan kaku saat berbicara dengan bosnya.


“kalau begitu mencari apartemen dengan saya saja. Saya juga mau mencari apartemen baru”saran Adward.


“Kenapa pak , bukannya bapak sudah punya apartemen yang mewah sendiri ?”tanya Amanda penasaran.


“karena saya sudah bosan dengan apartemen saya yang lama” ucap bosnya santai.


“baiklah kalu begitu pak” ucap Amanda pasarah karena ia tidak bisa menolak ajakan bosnya itu.


Adward mengambil ponsel di sakunya untuk mentelfon salah satu anak buahnya untuk mencari apartemen untuknya dan Amanda. Setelah cukup lama dia mentelfon anak buah itu hingga memberitahu kan pada bosnya bahwa apartemen sudah siap untuk di tinggalinya.


“sudah siap semua kamu tinggal masuk saja di apartemen baru mu.” Ucap bosnya memberi tahu kepada amanda.


Dalam hati amanda hanya melongo segitu enaknya dia tinggal telfon saja semua sudah beres.


“baik pak, terima kasih. ” Jawab amanda senang.


Ternyata apartemen Amanda dengan Adward bersebelahan ini membuat Amanda resah karena takut di gangu dengan masalah pekerjaan oleh bosnya yang menyebalkan itu.


Adward dan Amanda langsung menuju ke apartemenya masing masing. Amanda memasuki kamarnya dan langsung membuka seluruh pakainya lalu ke kamar mandi untuk berendam menghilangkan rasa capeknya.


Ting tong ting tong.


Suara bel apartemen Amanda berbunyi , dia terburu buru untuk membuka pintu dengan menggunakan kimono mandinya dan rambutnya yang basah itu hanya di balut dengan handuk putih. Lalu ia membuka pintu itu dan kaget saat melihat siapa yang datang ke apartemenya. Batin Amanda memang benar kalau ia akan di ganggu oleh bos nya tanpa memandang waktu.


“apakah kamu ingin menggodaku lagi nona?”ucap Adward dengan suara seksinya yang serak, karena melihat sekretarisnya yang sangat seksi ini.


“eh ndak pak, tadi itu saya sedang mandi dan terus ada suara bel bunyi saya lalu...” belum sempat Amanda meneruskan ucapanya, Adward lalu masuk dan menutup pintu mendorong Amanda di ruang tengah sofanya.


Adward langsung mencium bibir merah Amanda dengan sangat lembut lalu tempo ciuman itu menjadi sangat cepat, bahkan Adward menggigit bibir wanita itu agar mau membuka mulutnya, setelah Amanda berteriak dan membuka mulutnya lalu Adward ******* lidah Amanda. Karena terbawa suasana Adward meremas payudara milik wanita tersebut yang berada dalam kungkungan tanganya. saat ini Amada masih memakai kimono yang sudah berantakan itu.


“aahh engghh”desahan Amanda dengan tidak sadar , dan membuat Adward senyum meyeringai lebar.


“desahanmu sangat indah baby” ucapnya yang berpindah ke leher Amanda untuk membuat kissmark. Yang membuat Amanda semakin mendesah keras.


Amandaa bahkan merangkul leher Adward untuk mengeratkan pelukanya itu. Tangan Adward lalu berpindah meraba perut rata Amanda lau menuju ke bawah mengelus lembut selangkanagan Amanda. Dan hal itu membuat Amanda tersadar dan mencoba untuk mendorong tubuh Adward yang hampir mau menyentuh nya lebih dalam lagi.