The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 26



Happy reading..


“Ya udah kalau gitu mama mau pulang ngurusin papa kamu dulu. Nanti sore mama kesini lagi bawa makanan lagi buat kamu” ucap Diandra pamit pada anaknya.


“Iya ma, hati hati” ucap Adward lalu mencium tangan mamanya.


Saat ini Adward mencoba mengobrol dengan Amanda walau dia yang kelihatan seperti orang gila karena mengobrol sendirian.


Adward mencium tangan Amanda dan dia berdoa kepada tuhan agar kekasihnya cepat sadar dari masa komanya.


Adward tidak tahu kapan hatinya jatuh kepada Amanda. Melihat kekasihnya seperti ini membuat hatinya sakit, jika dia bisa dia ingin menukar rasa kesakitan yang dialami Amanda saat ini lebih baik dia saja yang mengalami semua ini karena Adward tidak tega melihat Amanda kekasihnya masih tak sadarkan diri.


“Sayang kamu harus cepet bangun ya ? aku kangen sama kamu sayang Love You” ucap Adward sambil berbisik di dekat telinga Amanda.


**


Di lain sisi


Amanda sedang duduk di sebuah bangku dengan Mamanya,


“Nak kamu harus kembali ke duniamu sayang, belum waktunya kamu disini” ucap Mama Amanda.


“Tapi ma aku ingin sama mama, sekarang Papa sudah tidak memperdulikan aku lagi ma, tidak seperti dulu lagi” ucap Amanda.


“Kamu harus maafkan Papa mu Amanda walaupun dia sudah berubah tidak seperti dulu, dan ikhlaskan kepergian mama agar mama tenang di sini” ucap Mama Amanda lagi.


**


Tit..tiit...tiitttttt...


Tepat pada hari ke tujuh tubuh Amanda bergetar dan detak jantungnya mulai tidak setabil, hal ini membuat Adward menjadi ketakutan akhirnya dia memencet tombol emergency untuk memanggil seseorang dokter yang menangani Amanda dari awal.


Setelah dokter itu datang , Adward langsung dipersikahkan untuk keluar dari ruangan karena dokter sedang melakukan tindakan penyelamatan.


Setelah lima belas menit lebih dokter baru keluar dengan senyuman cerahnya.


“Pak Adward pasien tidak apa apa bahkan dia menunjukan tanda kalau sebentar lagi dia akan segera sadar dari komanya” ujar dokter yang menangani Amanda tadi.


Adward mendesah dengan lega dia langsung menghampiri Amanda yang masih tertidur itu dan dia berharap agar Amanda segera cepat bangun untuknya.


Penantian yang dilakukan Adward tidak sia sia bahkan di hari ketujuh semua semuanya menunjukan kondisi yang semakin membaik.


“Emggh” ringis Amanda pelan, karena kepalanya terasa sakit ketika dia memaksa untuk membuka matanya dengan cepat.


“Sayang kamu sudah sadar? Aku panggilkan dokter ya?” ucap Adward.


Akan tetapi Amanda menggelengkan kepalanya lalu dia menggenggam tangan Adward , yang menahan kekasihnya agar tidak meniggalkanya.


“Air..” ucap Amanda pelan dan Adward langsung mengambilkan sebuah air untuk di minum oleh Amanda.


Dan Adward memencet tombol Emergency untuk memanggil dokter. Lalu Adard juga memberitahu kepada keluarganya kalau Amanda sudah sadar dari komanya.


“Aku senang sekali kamu sudah sadar sayang” ucap Adward dengan gembira dan tak henti hentinya dia menciumi tangan Amanda yang membuat Amanda sangat bahagia.


Dan tak lama kemudian dokterpun datang menghampiri Amanda dan Adward dan langsung memeriksa keadaaan Amanda.


“Hallo bu, apakah ada keluhan lagi?” tanya dokter tersebut.


“Nggak ada dok” ucap Amanda pelan.


“Saya sarankan bu Amanda istirahat yang banyak dulu ya, agar dapat memulihkan tubuh bu Amanda” ucap dokter lagi.


“Kalau sudah tidak ada lagi saya pamit dulu ya pak bu” ucap Dokter itu lalu pergi meninggalkan ruangan.


“Aku sungguh merindukan mu sayang” ucap Adward yang terdengar sangat lembut di telinga Amanda.


“Aku juga merindukan tidur di pelukan mu” balas Amanda, yang membuat Adward langsung tidur bersebelahan dengan Amanda dan memeluknya dengan erat.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua menyukainya...


Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.


xie xie.


zai jian..