The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 16



Happy reading..


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul setengah dua dini hari, Amanda mulai terbangun dari tidurnya karena perutnya merasa keroncongan ingin di beri makan. Dia sangat lapar sekali sekarang. Lalu dia mulai melonggarkan pelukan dari Adward di badanya.


Amanda menggoyang goyangkan tubuh dan tangan Adward.


“Adward, banguun” ucap Amanda, dia sangat lapar tapi Adward malahan semakin mengeratkan pelukanya dan membuat Amanda menjadi sesak.


Dan untuk itu Amanda tidak menyerah untuk membangunkan Adward dia lalu mencoba membangunkan Adward dengan cara lain.


Amanda mulai meraba raba dada bidang Adward dan menciuminya dengan pelan pelan yang akhirnya hal tersebut sukses membuat sang empunnya terbangun dari tidurnya.


“Kenapa sayang ?, kamu mau lagi ? heemm?” tanya Adward.


Amanda lalu mencibirkan bibirnya dan berkata


“Aku laperr tau !, dari tadi malem belum makan tau gara gara kamu sihh” ucap Amanda yang seolah olah dibuat merengek.


“Ya udah kalu begitu ayo!” ajak Adward. Dia lalu bangun dari tidurnya dan sesegera mungkin mengenakan pakaiannya dan tak lupa mengambil jaketnya itu.karena udara malam ini yang sangat terasa dingin.


Setelah selesai berpakaian mereka langsung keluar dari apartemen dan menuju ke besemant , kali ini mereka makan di warung pinggir jalan. Semua ini adaalah permintaan Amanda sendiri untuk makan di pinggir jalan,


padahal tadi Adward sudah menolak akan tetapi Amanda tetap kekeh dengan pilihan tempat makannya kali ini. Karena Amanda kangen sekali makan Gado gado di warung pak Somat.


Tak butuh waktu yang lama akhirnya mereka sampai juga di tempatnya, walaupun jam sekarang sudah menununjukan pukul setengah tiga dini hari warung ini masih sangat ramai banyak di kunjungi orang orang.


Karena itu juga tidak di ragukan lagi rasa makanan di sisni sangat lah enak dan tentunya juga harganya yang sangat murah sekali.


Adward dan Amanda duduk bersampingan karena tempatnya lesehan akan tetapi walau begitu Amanda sangat senang sekali dengan susasana seperti ini.


“Sayang kamu mau pesan apa ?” tanya Adward.


“Aku mau pesan Gado gado yang lengkap dan minumnya es jeruk aja” jawab Adward


“okey tunggu bentar , aku pesenin dulu” ucap Adward, entah kenapa perhatian sekecil ini sukses membuat Amanda makin jatuh cinta padanya.


“Disini tempatnya rame banget ya? Sampe sampe mau makan aja harus tunggu lama, dan lagi udah jam segini pula” tanya Adward,


karena sungguh ini baru pertama kalinya dia makan di tempat lesehan seperti ini.


“Iya lahh.. di warung gado gado pak Somat ini enak banget tahu makanya dan rami sekali banyak pembelinya,


kamu pasti belum pernah cobain kan?” tanya Amanda.


Dan jawabanya pasti udah bisa di tebak oleh Amanda sendiri. Mana mungkin sih Adward mau makan makanan di tempat seperti ini ,


meilhat penolakanya dari dirinya saja sudah tau kalau dia bahkan enggak level makan makanan yang tempatnya duduk di lesehan seadanya seperti ini.


“Iya sayang belum pernah. Ini pertama kali, dan ini demi nurutin keiinginan kamu” ucap Adward yang sambil memainkan dan mengelus rambut Amanda yang sedang bersandar di bahunya.


“Monggo silahkan di unjuk mas mbak” ucap Pak Somat pemilik warung.


“iya mbk alhamdunillah , lho mbk Amanda sama siapa ? kebetulan saya baru tahu” tanya Pak Somat.


“Ohh ini.. te..” belum sempat Amanda bicara , Adward lalu memotong ucapanya.


“saya calon suaminya pak” ucap Adward.


“Ohh, alhamdunillah Mbk Amanda mau nikah tho ? langgeng terus ya mbk mas, kalau begitu saya tinggal dulu ya saya mau bantu istri saya karena masih kerepotan disana. Monggo mas, mbk” ucap Pak Somat kemudian meninggalkan mereka.


“Cieh ciehh yang ngakunya calon suami akuu!, emang kapan sih kamu ngelamar aku coba ? heem ?” ucap Amanda yang menggodanya dan memang benar kalau Adward belum melamarnya ehh tetapi dia sudah ngaku ngaku jadi calon suaminya.


Adward lalu menedekatkan bibirnya di telinga Amanda.


“Semenjak junior aku masuk ke sarangnya itu berarti kamu udah jadi milik aku jadi calon istri aku dan kelak akan jadi ibu dari anak anakku” ucap Adward vulgar, untung ja ngomongnya pelan pelan kalu enggak bisa di dengar deh sama pengunjung di sini.


“Iiih kamu mulai lagii” ucap Amanda yang memukul pelan pelan tangan Adward.


“Ehm silahkan mas mbk pesanan makanan nya sudah jadi” ucap Istri pak Somat.


“Oh ya bu terima kasih ya” ucap Adward yang menimpali ucapan ramah Istri pak Somat itu.


Akhirnya mereka menghabiskan makanannya dengan sangat lahap, benar perkataan Amanda makanan di sini memang tidak mengecewakan.tempat boleh seadanya tapi kualitas rasanya sangat luar biasa sekali.


Setelah mereka menghabiskan makanannya mereka berdua lalu pergi menuju kembali ke Apartemen untuk melanjutkan tidur kembali dan bangun pagi untuk pergi bekerja besok.


**


Pagi hari yang sangat cerah ini Amanda masuk kerja seperti biasa, dia berangkat bersama dengan Adward dan bahkan berjalan bersampingan dengan bosnya ketika memasuki gedung kantor.


Ada banyak pasang mata yang melihat dan bahkan pula banyak yang menyindir Amanda cabe cabean lah, ******* lah, simpanan orang lah, tetapi Amanda tidak mau meladeni ucapan mereka.


“Diam!! Aka kalian di gaji hanya untuk membicarakan calon istri saya?” ucap Adward yang membuat semuanya terkejut.


“Nantikan undangan pernikahan saya satu bulan lagi kami akan menikah jadi hentikan omong kosong klaian, kalau saya masih mendengar omongan kalian seperti ini lagi maka bereskan barang kalian dari sini” ucap Adward lalu pergi meninggalkan karyawanya yang tadi dengan nyali yang begitu berani dan terang terangan memaki Amanda.


“Kamu nggak boleh emosi begitu” ucap Amanda untuk menenangkan Adward karena dia tidak suka melihat Adward melakukan dan berbicara dengan intonasi seperti itu tadi.


“Iya sayang ku” ucap Adward lalu dia mencium bibir Amanda tiba tiba.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua meyukainya...


Terima Kasih semuanya...


Dan terima kasih kalian semua yang sudah mendukung autor dengan memberikan Vote.