
Happy reading...
“Kalau kita sebulan lagi nikah kamu siap kan ?” tanya Adward serius dia bahkan menatap Amanda dengan tatapanya yang serus dan nggak main main dengan perkataanya itu.
“Kenapa harus terburu buru ?” jawab Amanda.
“Aku nggak mau kehilangan kamu sayang, dan terlebih lagi aku nggak mau mantan pacar kamu datengin kamu lagi” ucap Adward yang cemburu karena mantan Amanda.
“Tapi dia itu masa lalu aku aja sayang, dan sekarang aku milik kamu dan aku mencintai kamu” ucap Amanda lalu mencium pipi Adward sekilas lalu mengeratkan pelukan nya pada kekasihnya itu.
“Iya sayang aku juga sangat mencintaimu dan aaku ingin segera nikah sama kamu” balas Adward lagi.
“Aku juga ingin nikah sama kamu, tapi keluarga aku ?” tanya Amanda tentang keluarganya , dia berharap setidaknya Papahnya bisa menghadiri pernikahanya nanti.
“Tenang saja sayang soal itu biar jadi urusan ku” balas Adward yang menenangkan Amanda.
"Sebenarnya dulu aku di jebak oleh mamah tiri dan adik tiri ku, yang membuat papah aku salah paham dan juga aku sampai di usir dari rumah," ucap Amanda lalu menjelaskan semuanya kepada Adward.
Sebenarnya Adward sudah tahu kalau Amanda di usir dari rumahnya karena dulu Adward sempat menyuruh orangnya untuk meyelidiki Amanda waktu itu, akan tetapi dia belum tahu alasan apa dia di usir.apa karena kejadian malam itu di hotel? yang dia menolong Amanda yang sedang di beri obat.
Memang kalau jodoh tidak kemana. walaupun mereka di pertemukan pertama kali karena kejadian itu tetapi cinta mereka tulus.
“Apa kamu tidak percaya dengan kekasihmu yang hebat ini?” ucap Adward yang menyanjung dirinya sendiri.
“Aku selalu percaya sama kamu kok” balas Amanda sambil menganggukan kepalanya.
“Ya suda yuk kita tidur” ucap Adward yang merasa kasihan kepada Amanda , dan Adward mengalihkan perhatinya dengan berciuman bersama sampai Amanda tertidur dalam pelukanya.
Malam ini mereka tidur dengan saling meberikan kehangatan dengan pelukan mereka, entah apa yang akan terjadi selanjutnya tapi mereka yakin dengan kekuatan cinta dan kebersamaan mereka akan bisa melaluinya dengan mudah.
**
Hari menjelang pagi Amanda lalu bangun dan mulai membersihkan tubuhnya dan setelah itu dia baru membangunkan Adward yang masih terlelap dengan tidurnya. Karena Adward tak kunjung kunjung terbangun, lalu Amanda memutuskan untuk meninggalkanya karena dia mau membantu Mamah Diandra memasak.
Lagian enggak enak juga dia nginep di rumah orang masa dia malah bangun siang dan nggak membantu sang calon mertua untuk menyiapkan sarapan.
“Selamat pagi ma, Amanda bantu bantu apa ini?” tanya Amanda saat Mama Diandra sedang memotong sayuran dan Amanda menawarkan dirinya untuk membantu calon mertuanya memasak sarapan pagi.
“Mama mau buat sop Amanda kamu bisa kan buatnya? Soalnya mama mau bumbuin ayamnya nih” ucap Mama Diandra, yang langsung menyuruh Amanda untuk mebuat sup agar dia bisa membumbui ayam yang akan di buatnya.
Mereka lalu memasak sarapan bersama hal ini sangat di syukuri oleh Diandra kalau anaknya bisa mendapatkan seseorang sebaik Amanda. Dan Diandra nggak berasa khawatir lagi untuk anaknya yang dulunya cuek dan pendiam sebelum bertemu dengan Amanda, dia sangat percaya jika Amanda nanti bisa mebahagiakan anaknya itu.
**
Setelah hampir satu jam lebih Amanda dan Diandra sudah selesai memasak dan mereka langsung membawa makananya untuk di tata di meja makan dengan rapi. Makanannya sudah siap tinggal membangunkan orang rumah agar mereka bisa sarapan bersama sama.
“Manda bangunin Adward dulu gih, dia itu kalau weekend suka kebiasaan bangunya kesiangan” ucap mama Diandra meberi tahunya.
“Padahal tadi udah aku bangunin eh masih aja nggak mau bangun juga tuh ma” ucap Amanda yang membuat Diandra tertawa, anaknya emang gitu kalau weekend tidurnya lama kalau nggak laper nggak bakal bangun kali ya hehehe.
“Adward mah sama kayak kebo dia” jawab mama Diandra yang menjelekkan anaknya, buaknya buat Amanda tersanjung ehh malah ngejelekin , tapi kenyataanya juga sih hehehe.
“Siapa yang kebo ma?” tanya Adward dari arah tangga, yang membuat dua wanita yang berbeda usia itu langsung mengalihkan pandanganya menuju ke sumber suara.
“Tumben udah bangun?” tanya Diandra. Untung aja mood Adward lagi bagus jadi aman deh apa lagi ada Amanda nggak jadi sewot deh dia.
“Tadi di bangunin istri lah ma” ucap Adward melirikan matanya ke arah Amanda. Suka banget dia pagi pagi goda Amanda buat pipi Amanda jadi bersemu merah seperti tomat.
“Loh bukanya tadi kamu nggak bangun bangun ya ?” tanya Amanda. Padahal tadi di bangunin nggak bangun bangun dianya.
“Ya aku kan pura pura nggak bangun sayang, aku kan nunggu kamu ngasih morning kiss ehh malahan kamu udah ninggalin kau dulu” ucap Adward kesal karena manjanya kumat lagi deh hehehe.
“Yah ngambek tuh anak mamah, sana kamu kasih morning kiss dulu sana manda biar seneng dia” ucap mama nya lalu berlalu karena ingin memanggil suaminya, dia meninggalkan Adward dan Amanda yang sedang di lingkupi gejolak asamara itu.
Amanda mendekati Adward dan mencium pipinya “udah kan?” tanya Amanda , lalu Adward langsung mencium bibir Amanda. “Ini baru benar, sayang” ucap Adward.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua meyukainya...
Terima Kasih semuanya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung autor dengan Vote.