The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 55



Happy reading !


“ Bagus karena kamu sudah sembuh dari penyakit kejiwaanmu itu aku jadi mudah dan akan membuat mu lebih menderita lagi kakak ku. Bersiaplah Amanda “ ucap Rara di iringi dengan senyum jahatnya.


Hari di mana Amanda sudah dinyatakan sembuh dan keluar dari Rumah Sakit Jiwa.


Hari itu Adward lalu mengajak Amanda untuk pergi ke restoran yang romantis. dan Adward memberikan 1000 mawar merah untuk Amanda,


yang membuat hati Rara tergores sakit karena dia mencintai Adward dan mendambakan sosok Adward hingga membuatnya geram melihatnya.


“ Sial. kenapa kau masih begitu mencintai gadis sialan itu Adward “ umpat Rara marah.


“ Lihat saja. Apakah dengan merusak wajah mulus Amanda itu dan membuatmu jijik akan tubuh Amanda yang sudah kotor itu apakah kamu masih akan tetap mencintainya Adward ? huh.. lihat saja apa yang akan mulai aku lakukan untuk membalas semuanya “


Rara sedikit pun tidak lepas dari pandangan Adward dan Amanda sampai Adward sendiri mengetahui bahwa saat ini Rara masih saja mengawasi mereka.


Setleha selesai Kemudian Adward membawa Amanda pulang ke tempat yang telah di siapkan oleh Adward.


Adward membawa Amanda ke Villa lama nya yang dulu Rara masih mungkin mengetahui tempat itu saat awal itu mereka berpacaran.


Adward memang sengaja untuk membawa Amanda ke villa itu karena Adward telah merencanakan semua dengan sangat matang.


“ Ini.. bukankan.. ini Villa lama Adward waktu itu “ batin Rara yang teringat akan sesuatu.


“ Tak ku sangak kau membawa istri tercinta mu ke tempat ini “ pikir Rara senang. Karena wanita ****** itu tak lebih darinya.


Malam pun tiba, dengan segala upaya Rara akhinya telah menemukan cara agar dapat menyingkirkan Amanda lebih cepat.


Malam itu Rara datang ke sebuah Club malam yang dulu selalu di singgahnya.


Dia telah merencanakan sesuatu untuk datang ke Club kemudian segera memasuki Club malam itu.


Kakinya melangkah masuk menuju ke dalam dan mencari umpanya. Ya umpanya adalah sosok pria tampan dan kaya yang dulunya pernah bersama dengan Rara dan itu saat masih bersama Adward.


Rara ingin tahu apakah pria itu masih mengingatnya dan akan membantunya untuk memulai rencananya.


Sosok pria itu sedang duduk sendiri dan menyesap Vodka di gelasnya sambil menikmati suasana club.


“ Hei .. “ sapa Rara pada seorang pria


Pria itu menyunggingkan bibirnya.


Rara mencoba menggoda pria, menghampirinya.


“ Mengapa kau kemari ? “ Tanya pria itu masih cuek.


" Apa kau hanya kemari saat butuh saja ? " ketus pria itu.


“ Aku sangat merindukan mu “ bisik Rara manja di pangkuan pria itu.


“ Apa kau sudah bosan dengan dia dan ingin bersama ku lagi ? " ucap pria itu terus terang.


“ Apa kamu tidak menyukai kedatangan ku kemari ?“ kata yang masih menggoda pria tampan itu.


“ Aku juga sudah lama tidak bersenang senang dengan mu “ ungkap pria itu mulai tergoda.


“ Kalau begitu seperti biasa saja “ goda Rara lagi.


“ Ohh.. ****! “ kata pria itu lalu mencium bibir Rara.


" Eehh... aahhhhh.... “ desis Rara di sela ciuman panas mereka.


Ciuman mereka berhenti saat mereka kehabisan nafas.


“ Apakah mau melanjutkanya ? “ kata pria itu.


“ Seperti biasanya sayang “ jawab Rara lalu mengalungkan tanganya di leher pria tampan itu kemudian di bawanya tubuh Rara masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke sebuah hotel.


Pria itu dengan ganasnya merobek gaun yang dikenakan Rara.


“ Aku sudah sangat merindukan mu, sayang “ ucap pria itu sambil melepaskan semua pakainya.


Lalu dia menciumi bibir Rara atas dan bawah mengulumnya sesekali di gigitnya.


“ Akkkhhh... akhhh...ahhh “ desah Rara saat bercumbu.


Kemudian ciuman itu semakin turun ke bahwa hingga ke leher Rara dan meninggalkan jejak di sana.


“ Mmmmhhhh.. Bram.. “ pekik Rara di saat pria itu memasuk keluarkan jarinya ke milik Rara.


“ Aku suka kau memanggil namaku lagi di saat seperti ini “ kata Bram senang dia berhasil membuat Rara takluk di bawahnya.


“ Cepat .. lah “ kata Rara memohon.


“ Baiklah sesuai permintaanmu aku akan memuasakan mu “ kata Bram senang.


Malam yang begitu panas hingga pria itu benar-benar tidak membiarkan Rara untuk beristirahat sekalipun karena pria itu saat ini menginginkanya.


Rara akhirnya terbangung dari malam yang panas itu. Di lihatnya pria tampan yang telah bercinta denganya semalam dengan sangat panas.


Rara bangun dari tidurnya dan melihat sosok yang cukup tampan, yaitu Bram pria yang ada di sampingnya yang masih terlelap.


“ Kamu memang cukup tampan dan kaya tapi aku masih mendambakan sosok Adward “ batin Rara dalam hatinya.


Kemudian Rara menyenderkan tubuhnya ke kepala ranjang. Dan tak lama Bram pun terbangun dan memeluk Rara dengan erat sambil tangannya memainkan kedua gunukan *********** milik Rara lagi.


“ Sebenarnya kau datang menemuiku untuk apa Sayang ? “ tanya Bram langsung.


“ Sebenarnya aku ingin membalas dendam kepada kakaku yang telah membuat aku dan mamaku sangat menderita “ tutur Rara.


“ Amanda itu “ ucap Bram.


“ Iya kamu tahu ? “ tanya Rara kaget.


“ Tidak. “ jawab Bram santai.


“ Apakah dia cantik ? “ tanya Bram.


Sontak ucapan Bram membuat Rara berpikir bagimana kalau membuat Amanda tidur dengan Bram saja agar Adward merasa jijik dengan Amanda dan mereka akan segera bercerai “ pikir Rara lama dan masih belum menanggapi perkataan Bram yang ada di sampingnya.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua menyukainya...


Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.


xie xie.