The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 4



Saat ini keadaan mereka sangat canggung, mereka sama sama terangsang tetapi Amanda tidak mau mengulangi kejadiannya ini lagi sama seperti di hotel saat dia tidur dengan pria itu yang tak lain menjadi bosnya sendiri.


“kenapa Amanda ? bukanya kita pernah melakukannya?” ucap Adward yang ingin mengingatkan Amanda akan kejadian One night itu.


Amanda hanya diam saja tak menyangkal omongan bosnya itu.


“sebentar , aku mau mengganti pakaian dulu pak, anda bisa menunggu saya sebentar kan untuk mengganti pakaian?” ucap Amanda dan berlari menuju kamarnya.


“hahha... kenapa tidak bisa menahan diri sih kalu aku melihatnya, tapi siapa suruh juga dia memakai Kimono mandi dan rambut yang di balut dengan handuk. Jelas jelas lehernya itu sangat menggodaku” ucap Adward dalam hatinya.


“lihat saja aku akan berusaha untuk mendapatkanmu Amanda bagaimana pun caranya itu” seru Adward.


Amanda sudah keluar dari kamarnya dengan mengenakan pakain merah kedodoran dan celana selutut berwarna putih yang ia kenakan yang membuat kesan sedikit menggoda di pikiran Adward.


“ehm oh ya ada apa pak malam-malam kemari?” tanya Amanda penasaran dengan bosnya yang tiba tiba kemari.


“besok saya ada projek di luar kota saya mau kamu ikut dan kamu menyiapkan keperluan dan berkas berkas saya. Dan satu lagi kalau sedang seperti ini jangan memanggil saya dengan sebutan pak !. kita ini umurnya hanya selisih dua tahun saja” ucap Adward memberi perintah.


“baiklah pak, ehh maaf Adward maksud saya” ucap Amanda.


“ya sudah kalu begitu besok kita berangkat, dan kamu jangan lupa bangun pagi pagi untuk menyiapkan pakaian yang akan saya bawa besok.” perintah Adward lagi.


“baik bos” ucap Amanda antusias.


Untuk menghemat tenaga dan waktu Amanda langsung mengambil kopernya untuk menyiapkan barang barang keperluanya yang akan dia bawa besok ke bali. Agar dia bisa tidur dengan cepat dan besok bisa bangun pagi dan langsung menyiapkan barang barang keperluan milik bosnya yang rese itu.


Pagi pagi sekali Amanda bangun dan sudah bersiap siap menuju ke kamar bosnya untuk mengemasi barang barang yang akan di bawa. Tetapi saat tiba di kamar bosnya itu dan megetuk ketuk pintu kamarnya sampai lama dan belum ada jawaban dan terakhir iya mengetuk pintu kamar bosnya dengan keras barulah bosnya membuka pintu tersebut.


Sontak amanda kaget dan marah bosnya yang menyuruhnya untuk pagi pagi bangun tetapi bosnya malah belum bersipa-siap sama sekali. Malahan bosnya berjalan masih mengenakan stelan baju tidur dengan masih merangkul gulingnya itu.


“di tunguin lama malahan baru bangun?” ucap Amanda sedikit kesal pad bosnya yang seenaknya saja menyuruhnya.


“ini juga karena kamu!,” ucap Adward yang membuat amanda sontak bingung karena omonganya itu.


“karena aku, emang aku ngapain ?” tanya Amanda heran.


“gara gara kamu aku harus berendam air dingin selama berjam jam tau!” ucap Adward memberitahunya.


“lah kok bisa gitu sih ? emang aku ngapain?” tanya nya Amanda lagi.


“karena kamu terlalu menggoda ku sayang” ucap Adwar mendekat di kuping Amanda yang membuat Amanda sedikit geli.


“ya sudah sana pak Adward mandi dulu saya akan siapkan keperluan barang barang bapak yang akan di bawa” ucap Amanda meghentikan tingkah Adward.


**


Tetapi saat melihat Amanda sibuk sendiri itu Adward rasanya ingin tertawa lepas tapi ia hentikan.


Setelah sampai di restoran ternyata rekan bisnisnya kali ini sudah tiba terlebih dahulu di situ. Adward pun menjabat tangan rekannya begitu juga dengan Amanda.


“Adward sudah lama sekali kita tidak bertemu” sapa Roy pada Adward.


“iya” ucap nada datar Adward.


“lihatlah dirimu masih sama sepeti dulu cuek, tapi kamu memiliki kelebihan tersendiri. Wajah tampan,kaya dan juga pintar” ejek Roy.


“Dan kamu selalu saja mengejekku” jawab Adward sedikit tersenyum kepada teman lamanya.


Saat Amanda muncul dari belakang Adward dan akan berjabat tangan dengan rekan kerja bosnya itu.Amanda sedikit di buat kaget dengan rekan kerja Adward yang katanya teman Adward waktu kuliah.


Tak lama kemudian Mereka membahas bisnis bisnis mereka sampai dengan kata sepakat satu sama lain.


“oh ya siapa gadis yang ada di samping mu itu?” tanya Adward penasaran.


“perkenalkan saya tunangan kak Roy. Nama saya Rara” ucap Rara meperkenalkan dirinya.


“iya dia tunagnaku. Karena seseorang yang menjadi tunanganku yang asli tidak tahu pergi entah kemana. Dan adiknya yang akan menggantikan posisinya saat ini” ucap Roy kesal dan melirik ke Amanda.


“oh benarkah ?” jawab Adward melirik ke Amanda.


“lalu siapa dia? Apakah dia sekretaris baru mu?, tapi apakah aku tak salah mengira kalau dia adalah tunanganku yang tidak jadi itu?” tanya Roy penuh penekanan.


“ya, di sekretaris baru ku. Tapi dia bukan mantan tunaganmu itu yang pergi!” ucap Adward tak kalah.


Amanda POV.


Apa apaan ini. Kenapa tiba tiba kak Roy bertunangan dengan Rara? Apakah Rara sengaja menjebaku dengan mengusirku dari rumah dan membuat namaku jelek di mata Papaku sendiri, hingga dia bisa menjadi tunagan Kak Roy? Hmph aku sudah muak dengan semua ini.


Setelah di rasa sudah selesai dengan proyek barunya, lalu Roy yang menghentikan langkah Adward dan Amanda yang akan pergi. tiba tiba ia mengajak Adward sekaligus Amanda untuk ikut pergi ke pantai yang terkenal di pula bali itu.


Roy memohon agar Adward menerima ajakan nya dan akhirnya Adward menyetujuinya.


Rara POV.


Kenapa dia selalu saja beruntung. Bisa bertemu sesorang yang kaya, muda dan yang tampan itu. Lihat saja Amanda aku tidak akan membuat kamu merasa bahagia dengan ini semua. Aku akan membuat hari harimu seperti di neraka.


aku akan membuat kak Roy benci kepadamu. dan juga Adward, aku akan merebutnya sama seperti yang telah aku rebut saat ini kak Roy mu yang sangat kamu sukai ini. hahahahah...(tertawa sinis).