The Best Decision

The Best Decision
Berita Tentang Hyeon



"Tutupi dengan jas itu" ucap Hyeon datar. "Terima kasih tuan" balas Myung sopan.


Orang orang yang ada disana kaget dengan apa yang mereka lihat, namun tidak ada seorang pun yang berani berbicara, termasuk Seung Ki sedangkan Ye Jun sibuk dengan berkas yang diberikan asisten Han sehingga tidak tahu dengan keadaan sekitar.


Setelah rapat selesai mereka keluar dari ruangan rapat, manajer Kang menanya Myung, "Myung-ssi apa terjadi sesuatu?" tanya manajer Kang.


"Manajer Oppa bisakah kau mengantarkan ku ke rumah sakit?" pinta Myung dengan lesu.


Di dalam mobil manajer Kang mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan Myung, "Myung-ssi apa yang terjadi? Jika kau punya masalah kau bisa bercerita kepadaku, aku kan manajer mu jadi katakan saja"


Myung melirik manajer Kang yang mengemudikan mobil sambil berbicara kepadanya. Myung menghela napas berat. "Aku ingin memeriksa ke dokter, apakah aku masih perawan" jawab Myung. Manajer Kang memang selalu tahu apapun permasalahan yang dihadapi oleh Myung.


Manajer Kang membelalakkan matanya mendengar keluhan Myung. "Memangnya kau tidur dengan siapa?" tanya manajer Kang. "Aku tidur dengan Hyeon" jawab Myung datar. Manajer Kang tertawa terpingkal pingkal, Myung heran dengan reaksi yang diberikan manajer Kang.


"Aku bisa jamin seratus persen kau masih perawan" ujar manajer Kang di sela sela tawanya. "Tapi dia mengatakan bahwa aku tidak perawan lagi" balas Myung mencoba menjelaskan kepada manajer Kang.


"Apa kau tidak pernah membaca berita?" tanya manajer Kang serius. "Aku tidak suka membaca berita hoaks manajer oppa" jelas Myung. "Lihat ini!" ujar manajer Kang sambil menyodorkan gadgetnya.


Myung mengambil gadget itu dan membaca berita tentang Hyeon,


'Pemilik Young Entertainment menampar wanita lagi'


"Berita itu trending topik pagi ini, tampaknya peristiwa itu terjadi tadi malam" jelas manajer Kang dengan serius. "Kenapa Hyeon menampar wanita itu?" tanya Myung penasaran.


"Panggil dia tuan! Tuan Hyeon tidak suka di sentuh" ucap manajer Kang. "Tapi dia tidak masalah jika ku sentuh, dialah yang membuat bahuku menjadi seperti ini" adu Myung kepada Manajer Kang.


Asisten Han melihat jas milik Hyeon yang sedikit kebesaran di tubuh Myung. "Kau harus tetap menjaga jarak dengannya, jangan sampai kau yang akan menjadi  korban selanjutnya" manajer Kang mencoba menasihati Myung.


Mereka sudah sampai di rumah sakit, "Manajer Oppa aku hanya sebentar" ucap Myung dan dibalas anggukan oleh manajer Kang.


Myung masuk ke rumah sakit dan langsung menuju ruang praktek dokter, "Apa keluhan nona?" tanya dokter dengan sopan. "Aku ingin memeriksa apa aku masih perawan" jawab Myung tak kalah sopan. Dokter itu tergelak, "Apa nona tidak ingat apapun?" tanya dokter seraya menampilkan senyum formalnya.


"Malam itu aku mabuk berat, jadi aku tak bisa mengingat apapun" balas Myung dengan cemas. "Baiklah aku akan mulai memeriksa nona, silakan naik ke atas ranjang!" ucap dokter. Setelah menjalani serangkaian tes, "Nona masih perawan" ucap dokter dengan menampilkan senyumnya. "Benarkah?" tanya Myung dengan wajah berseri seri.


"Benar nona" jawab dokter. "Dokter bisakah dokter memprint outkan hasil tes nya?" pinta Myung dengan wajah memelas. "Tentu saja" jawab dokter.


Myung merasa lega dengan pernyataan dokter tentangnya.


"Manajer oppa, aku masih perawan" ucap Myung bahagia di dalam mobil. "Sudah ku katakan kau pasti masih perawan" balas manajer Kang datar. Mereka menuju Young Entertainment.


Bae Soo Jin ingin Hyeon mengganti rugi, karena sudah menamparnya semalam, Soo Jin berjalan begitu saja di lobi perusahaan tanpa memerdulikan resepsionis. Soo Jin langsung menuju ruangan Hyeon dan tanpa babibu Soo Jin langsung masuk, semua yang ada di ruangan Hyeon terkejut, "Kau harus tanggung jawab tuan, kau sudah membuat wajahku seperti ini" ujar Soo Jin dengan nada merengek.


Hyeon mendecih tidak suka, "Soo jin-ssi, jangan ganggu tuan Hyeon" ucap asisten Han setelah paham dengan situasi yang terjadi. Soo Jin duduk di sofa, dia menyilangkan kakinya dengan sensual sengaja menggoda siapapun yang berada disana, namun tak satupun yang melihat kearahnya.


Pintu diketuk, sehingga semua orang menoleh ke arah pintu, "Tuan, saya ingin mengembalikan jas tuan" ucap Myung sopan sambil menundukkan kepalanya. "Masuklah" ucap Hyeon lembut. Semua orang kaget mendengar Hyeon berbicara lembut dengan wanita.


Hyeon berdiri menyambut Myung, Hyeon berjalan mendekati Myung yang baru masuk, Myung terkejut dan tetap berdiri di tempatnya, Hyeon mengunci pintu. Myung menjauh dari Hyeon, "Myung-ssi hati hati nanti anda ditampar seperti saya" ucap Soo Jin memprovokasi Hyeon. Hal itu membuat Hyeon menggertakkan giginya, Myung kaget melihat reaksi Hyeon.


"Ah! Aku harus pergi" ucap Soo Jin kesal karena tak ada satupun yang mau mendengarkan nya.


Myung menjauh dari Hyeon, Myung duduk di sofa agar jauh dari Hyeon.


Hyeon duduk di dekat Myung sehingga mengundang rasa penasaran  bagi Seung Ki dan rasa cemburu yang menguar dari tubuh Ye Jun. Myung menggeser duduknya Hyeon pun ikut bergeser, Myung sudah berada di sudut sofa dan hampir terjatuh jika saja Hyeon tidak kalah cepat, Hyeon mengangkat tubuh Myung dan mendudukkan Myung diatas pangkuannya.


Myung memberontak, Hyeon memeluk pinggang Myung agar tidak jatuh, Seung Ki dan Ye Jun membelalakkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Myung tampak berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi, "Apa kau ingin meminta pertanggung jawaban dariku?" tanya Hyeon bangga. "Pertanggung jawaban apanya? Aku tidak masalah duduk di pangkuan siapapun, jika dianya seorang gay" jawab Myung santai.


"Apa kau yakin dengan berita itu?" tanya Hyeon penasaran. "Tentu saja, aku melihat banyak berita tentang mu" jawab Myung serius.


"Hyeon oppa, apa hubunganmu dengan Myung?" tanya Seung Ki bercanda. "Jangan panggil dia seperti itu" ucap Ye Jun mengingatkan. "Hyeon Oppa?" tanya Myung. Hyeon mendengus pasrah.


"Seung Ki-ssi kau boleh memanggil ku eonni (panggilan adik perempuan kepada kakak perempuan) aku tidak punya hubungan apa apa dengan oppa mu"  ucap Myung sambil menahan tawanya.


"Apa kau benar benar mengira aku gay?" tanya Hyeon geram melihat Myung yang menahan tawanya.


Myung tertawa keras melihat ekspresi Hyeon, "Apakah ada seorang gay yang tidur berdua dengan seorang wanita?" tanya Hyeon kesal. Seung Ki dan Ye Jun saling bertatapan. Myung semakin mengeraskan tawanya, "Tidak masalah jika kita tidak melakukan apa apa" balas Myung di sela tawanya.


"Apa kau yakin kita tidak melakukan apa apa?" tanya Hyeon balik. "Ah! Lihat ini!" Myung memberikan surat hasil pemeriksaan nya kepada Hyeon. Hyeon terkekeh, "Kau bahkan memeriksa nya ke dokter" ucap Hyeon dengan nada mengejek.


"Tentu saja, aku ini wanita baik baik" balas Myung.


"Wanita baik baik? Apakah ada wanita baik baik yang ingin melihat tubuh seorang pria?" tanya Hyeon mengejek. "Kau!" ucap Myung geram.


"Ah! Apa kau ingin melihat tubuhku sekarang?" tanya Hyeon menggoda Myung sambil membuka kancing kemejanya. Myung menutup matanya, Myung mencoba berdiri namun Hyeon menangkap tangan Myung, sehingga Myung terjatuh di dada Hyeon.


"Ka... Kau!" ujar Myung gugup.


Hyeon tertawa keras melihat ekspresi Myung, seakan ingin membalas Myung.


Myung tetap menutup matanya, hingga tanpa sadar Myung tertidur di pangkuan Hyeon.


"Dimana Hyung bertemu dengannya?" tanya Seung Ki. "Di Moon Club setelah kalian berdua pulang" jawab asisten Han.


"Hyeon-ssi apa kau benar benar serius dengan Myung?" tanya Ye Jun dingin. "Tidak Tahu" jawab Hyeon sambil memandangi wajah Myung yang terlelap. Ye Jun menggertakkan giginya mendengar jawaban Hyeon.


Ye Jun juga sosok yang dingin  sama seperti Hyeon tapi tidak se kaku Hyeon.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂