The Best Decision

The Best Decision
Aksi Gila Wanita Ular



"Ayo!" ucap Hyeon sambil menggendong tubuh Myung yang sedang mengoceh tak jelas kepada Hyeon.


Myung tanpa sadar mengalungkan tangannya ke leher Hyeon membuat sang empunya menegang seketika. Hyeon mempercepat langkahnya agar tidak tergoda oleh tingkah Myung yang polos.


Hyeon membawa Myung ke dalam mobil. Setelah itu Hyeon mengitari mobil dan duduk di belakang kemudi sambil menghidupkan mobilnya. "Kita pulang saja!" ucap Myung memutuskan tujuan mereka. "Aku ingin ke... " ucapan Hyeon terpotong oleh Myung.


Myung melotot tajam ke arah Hyeon, "Ah! Kenapa di dalam mobil ini dingin sekali" ucap Hyeon sambil menurunkan kaca mobilnya. "Cih!" Myung berdecih. "Aku tidak ingin kemana mana, aku capek dengan tingkahmu hari ini" ucap Myung lesu.


Hyeon melirik Myung sekilas, "Maaf kan aku, tapi aku benar benar tidak suka dengan gaun yang tadi" ucap Hyeon dengan raut wajah yang bersalah. "Kalau aku tau kau yang akan memilih aku tidak akan ikut, lebih baik aku menemani Ye Jun" ucap Myung santai.


Hyeon mengerem mendadak mendengar penuturan Myung. "Kau tidak boleh kesana lagi" ucap Hyeon sambil memajukan mobil mereka lagi. "Kau tidak berhak mengaturku" ujar Myung santai.


Hyeon menggertakkan giginya, namun Hyeon menahan emosi nya sekuat tenaga.


Ketika sampai di penthouse Hyeon, keduanya langsung turun, "Istirahatlah!" ucap Hyeon lembut sambil mengacak acak rambut Myung.


Myung mengernyit heran dan segera berlalu dari hadapan Hyeon. "Aku ingin kau jatuh cinta padaku Myung-ah" Hyeon bergumam setelah Myung menghilang dari hadapan nya.


Hyeon mengambil ponselnya dan mendial nomor asisten Han, tak berapa lama terdengar suara dari seberang, "Hello tuan Hyeon" sapa asisten Han sopan.


"Apa terjadi sesuatu di perusahaan?" tanya Hyeon dengan tenang membuat asisten Han merinding. Jika Hyeon berbicara dengan tenang itu berarti dia ingin memberikan kesempatan kepada lawan bicara nya untuk mengakui kesalahan nya.


"Tidak tuan" jawab asisten Han ragu ragu. "Katakan!" ucap Hyeon setengah membentak. "Huuh, Bae Soo Jin membuat artikel tentang hubungan tuan dengannya, dia mengatakan kalau kalian akan menikah dalam waktu dekat, dan... " ucap asisten Han tegas. "Dan apa?" tanya Hyeon dingin.


"Dan dia datang ke perusahaan sambil mengumumkan hubungan tuan dengannya di hall, serta dia masuk ke ruangan pribadi tuan, tapi sekarang pengawal sudah menyeret paksa Soo Jin" ucap asisten Han.


"Pastikan dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya lagi ke perusahaan ku" perintah Hyeon dengan tegas. "Baik tuan, apa tuan tidak akan ke perusahaan hari ini?" tanya asisten Han sopan. "Tidak, aku akan mengurus pernikahan ku, jika terjadi sesuatu kabari aku" ucap Hyeon datar.


"Baik tuan, Oh! Tolong sampaikan salamku kepada Myung" ucap asisten Han menggoda Hyeon. "Apa kau ingin aku meledakkan kepalamu?" tanya Hyeon dengan tenang.


Terdengar tawa yang menggelegar dari seberang telepon. "Tuan beruntung dapat istri perawan" ucap asisten Han lagi. Hyeon tersenyum tipis mendengar perkataan asisten Han. Hyeon memang merasa beruntung memiliki Myung. "Lanjutkan pekerjaan mu" ucap Hyeon sambil memutuskan panggilan telepon mereka.


FLASHBACK ON


Bae Soo Jin tampak berpikir keras, hal itu terlihat dari raut wajah nya yang bingung. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Sang Hee. "Aku ingin memiliki Hyeon secepatnya, tapi aku tidak tau caranya" ucap Soo Jin kepada Sang Hee.


"Aha!" seperti mendapatkan suatu pencerahan Myung tampak senang dengan ide yang tengah dipikirkan nya. "Bagaimana jika aku membuat artikel tentang hubungan kami, aku kan pernah kencan buta dengannya, apa ide ku bagus?" tanya Soo Jin antusias.


Sang Hee benar benar menyesal atas perbuatan yang ia lakukan kepada Myung sebelumnya, Sang Hee berharap Myung kembali kepadanya seperti dahulu sebelum Myung trainee.


Setelah membuat artikel, Soo Jin mengupload artikel itu, tak berapa lama, Soo Jin mendapat komentar pedas dari para fans Hyeon hal itu membuat Soo Jin geram. "Sial! Aku mendapat komentar yang buruk" ucap Soo Jin.


"Aku harus pergi ke perusahaan, Sang Hee aku akan pergi, dah" ucap Soo Jin dibalas anggukan oleh Sang Hee.


Soo Jin pergi ke perusahaan Hyeon dan mengamuk di lobi karena tidak diizinkan masuk, "Aku adalah calon istri Hyeon" ucap Soo Jin, seketika pengawal melepaskan Soo Jin, "Aku ingin semua pegawai berkumpul di Hall sekarang" ucap Soo Jin tegas.


Semua pegawai berbondong bondong menuju Hall, mereka takut kena masalah, setelah semua berkumpul Soo Jin mulai bicara di podium, "Hari ini aku ingin mengumumkan bahwa aku adalah calon istri Lee Young Hyeon, jadi tolong perlakukan aku sebagaimana mestinya, kami akan menikah dalam waktu dekat" Soo Jin melangkah kan kakinya menuju ruangan Hyeon.


Asisten Han yang melihat semua kejadian langsung mencegat Soo Jin, namun Soo Jin tak memedulikan asisten Han, "Aku akan menunggu di ruangan pribadi Hyeon" ucap Soo Jin sambil berlalu dari hadapan asisten Han. "Ah! wanita ular ini" ucap asisten Han sambil mengikuti Soo Jin.


"Jangan mencari masalah dengan Tuan Hyeon" ucap asisten Han mengingatkan. "Kau ini! Jika aku benar benar menikah dengan Hyeon, kau akan aku tendang dari hadapan kami" ucap Soo Jin kesal. "Dengan senang hati" ucap asisten Han menyeringai membuat Soo Jin merinding.


"Pengawal bawa dia keluar, dan satu lagi dia bukan calon istri tuan Hyeon" perintah asisten Han tegas. "Tidak, dia bohong, aku adalah calon istri Hyeon" ucap Soo Jin yang berusaha menghindar agar tidak di usir dari ruangan itu. "Tuan Hyeon punya selera yang tinggi terhadap wanita, aku tidak yakin dia akan menikahi wanita ular sepertimu" ejek asisten Han dengan santai.


"Wanita Ular?" tanya Soo Jin. "Pengawal!" ucap asisten Han. Pengawal langsung menyeret paksa Soo Jin sehingga membuat memar tangan Soo Jin.


Soo Jin meninggalkan perusahaan dengan kesal. "Ini baru permulaan, aku tidak boleh menyerah" ucap Soo Jin kepada dirinya sendiri.


Tak berapa lama berita itu langsung menyebar membuat ponsel Hyeon tak henti berdenting. Hyeon membuka salah satu berita, betapa terkejutnya Hyeon melihat artikel yang dibuat oleh Soo Jin. "Wanita ular ini benar benar menguji kesabaran ku"


FLASHBACK OFF


Myung merasa lapar, Myung turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar, Myung melihat pintu ruang kerja Hyeon yang terbuka sedikit, Myung berniat menguncinya agar tidak ada barang yang hilang. Ketika Myung hendak menarik gagang pintu, tiba tiba pintu terbuka lebar seperti ada yang membuka dari dalam.


Myung terlonjak kaget dan reflek mundur ke belakang, Hyeon tersenyum jahil melihat Myung yang terkejut. Hyeon mengunci pintu dan mendekat ke arah Myung, Hyeon melihat rona wajah Myung yang agak takut.


Hyeon semakin mendekati Myung dan Myung berusaha mundur sampai mereka sudah di dekat tangga. Myung masih mundur secepat kilat Hyeon menahan pinggang Myung.


"Ma... Ma... Mau apa kau?" tanya Myung dengan gagap. Hyeon menggertakkan giginya.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂