The Best Decision

The Best Decision
Maaf



Myung terbangun dari tidurnya, Myung teringat kejadian terakhir kali sehingga ia berakhir tidur di king size itu. Myung keluar dari kamar dan mengedarkan pandangan ke sekitar ruang kerja Hyeon. Terlihat Hyeon yang begitu serius pada komputer yang ada di depannya.


"Kapan kita pulang?" Hyeon tersentak kaget mendengar pertanyaan Myung. "Kapan kau bangun?" Hyeon mengernyit heran. "Malah nanya balik" Myung memutar bola matanya dan perlahan mendekati Hyeon.


Myung duduk manis di pangkuan Hyeon membuat Hyeon terkekeh. "Apa yang kau kerjakan?" Myung ikut melihat layar monitor. "Aku sedang membuat rangkaian acara untuk penghargaan mendatang" Hyeon mengecup kepala Myung lembut.


"Tunggulah sebentar lagi" Hyeon mengetik dengan cepat. "Hoaam" Myung menguap pertanda ingin tidur lagi. Myung mengalungkan tangannya di leher Hyeon dan bersandar di dada bidang Hyeon. Tak berapa lama Myung tertidur. Hyeon menyunggingkan senyumnya.


Tok tok tok


"Masuk" manajer Han masuk ke dalam ruangan kerja Hyeon. Alangkah terkejutnya manajer Han melihat Myung yang tidur di pangkuan Hyeon sementara Hyeon tengah bekerja. Biasanya Hyeon sangat benci kalau kerjaannya di ganggu oleh siapa pun bahkan manajer Han sekalipun tapi sekarang dia tampaknya tak terganggu sedikitpun.


"Tuan, saya ingin melaporkan hasil yang tuan minta tadi"


"Katakan" Hyeon menghentikan pekerjaannya dan memeluk pinggang Myung agar lebih menempel ke tubuhnya.


"Lucas Wang adalah penyanyi baru yang debut di bawah agensi kita"


"Kenapa manajer Kang yang mengurusnya?" Hyeon bertanya dengan wajah penasaran.


"Tidak ada manajer yang kosong untuk saat ini, jadi manajer Kang yang mengurus untuk sementara waktu hingga Lucas mendapat manajer baru"


Hyeon mengangguk paham dengan penjelasan dari manajer Han.


"Tapi saya merasa ada sedikit kejanggalan tuan"


"Apa itu?" Hyeon mengelus kepala Myung dengan lembut tanpa menatap lawan bicaranya.


"Saya belum bisa memastikan nya tuan, tapi saya rasa Lucas bukan orang yang sembarangan tuan"


"Maksudmu dia juga dari dunia bawah seperti kita?" Hyeon mengutarakan pemikiran nya. "Iya tuan"


"Kalau begitu, aku harus mengganti manajer untuk Myung, Lucas akan berbahaya untuk Myung"


"Iya tuan, tapi siapa yang akan menjadi manajer nona Myung tuan?"


"Maksud tuan, saya menjadi manajer rangkap?" manajer Han terkejut serasa seperti di sambar petir di siang hari. "Mengurus tiga orang saja begitu sulit apalagi harus menjadi manajer rangkap" batin manajer Han.


"Iya benar sekali, dengan begitu aku juga bisa mengontrol kegiatan gadis ini" Hyeon mengecup kening Myung dengan lembut.


"Aahhh tuan ini" batin manajer Han.


"Baik tuan"


"Apa masih ada yang ingin di sampaikan?" Hyeon mengusap bibir Myung yang membiru akibat gigitan nya tadi.


"Bae Soo Jin mengirim email kepada saya tadi pagi, katanya dia ingin pindah agensi ke agensi Young Entertainment tuan"


"Mau apa lagi Wanita Ular itu?" Hyeon berkata sambil menggertakkan giginya. "Abaikan saja pesan itu!"


"Baik tuan"


"Apa masih ada?" Hyeon bertanya dengan nada seakan akan ingin mengusir manajer Han.


"Tidak tuan" Manajer Han membungkukkan badannya dan berlalu dari hadapan Hyeon. "Aahh! Benar benar dalam masa jatuh cinta, semoga saja akan lahir Hyeon kecil atau Myung kecil sebentar lagi, aku sangat menantikannya" batin manajer Han.


Hyeon memandangi wajah Myung yang terlelap, Hyeon juga sedikit heran dengan kelakuan Myung yang mau tidur di pangkuan nya padahal selama ini dia tidak mau di sentuh sedikitpun.


"Apa aku terlalu lama tidur?" Myung mengerjapkan matanya berkali kali sehingga bulu matanya yang lentik bergoyang mengikuti gerakan mata Myung. Hyeon terpana melihat nya.


"Hyeon-ah"


Hyeon tersadar dan mengecup kening Myung.


"Maaf"


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂