
Hyeon tersenyum tipis melihat Myung yang memerah. Mata Sang He dan Soo Jin tak pernah lepas dari Hyeon dan Myung. Bahkan mereka sering menganga karena baru pertama kali melihat Hyeon yang bersikap lembut kepada wanita.
Hyeon yang biasanya benci dengan sentuhan wanita sekarang sedang memeluk posesif wanita yang ada di pangkuan nya. Kamera juga tak henti untuk mengikuti kegiatan Hyeon hal itu terlihat dari blitz kamera yang sering menghadap ke Hyeon dan Myung.
Myung menyandarkan kepalanya di dada Hyeon, karena bosan melihat acara yang di panggung Myung memainkan kancing kemeja Hyeon membuat Hyeon menegang seketika.
"Myung-ah" ujar Hyeon dengan suara rendah. "Apa?" Myung tidak menghentikan kegiatan nya. "Kau membangunkan nya lagi" Kali ini suara Hyeon terdengar serak. Myung juga merasa ada yang menekannya di bawah sana. Myung terbelalak dan menghentikan kegiatan nya.
"Apa dia bangun karena aku memegang kancing... "
Hyeon mengangguk kuat sebelum Myung menyelesaikan ucapan nya membuat Myung makin membelalakkan matanya. Sedetik kemudian wajah Myung memancarkan aura jahil yang ketara.
"Mau apa?" Hyeon waspada terhadap Myung.
"Tidak ada, aku hanya heran kenapa gay ini selalu cepat terangsang?"
"Kau masih berpikir kalau aku gay?" Hyeon menggeram marah.
Myung mengedipkan matanya, Cup, Hyeon mencium bibir Myung, lagi lagi kamera langsung bertindak sementara dua orang yang ada di meja mereka menatap iri karena Hyeon mencium Myung dengan intens.
Hyeon melepaskan ciuman mereka, "Apa aku masih layak disebut gay?" Hyeon tersenyum menang. Myung yang merasa malu langsung membenamkan wajahnya di ceruk leher Hyeon.
Hyeon tersenyum tipis melihat Myung yang malu malu karena ulah nya.
Myung ingin memejamkan matanya pasalnya dia sangat bosan. Myung mengalungkan tangannya ke leher Hyeon membuat Hyeon menegang lagi. "Myung-ah"
"Myung-ssi, apa kau harus naik ke ranjang tuan Hyeon dulu baru bisa debut? Ck! Sudah ku duga" Soo Jin mulai meremehkan Myung lagi.
"Apa maksud mu Soo Jin-ssi?" Myung mengerutkan keningnya.
"Kau harus berusaha dengan keras Myung, jangan main curang, bukankah seharusnya kau debut tahun depan? Pantas saja kau debut dengan cepat, kau ternyata main kotor"
Ye Jun menatap tajam ke arah Soo Jin namun Soo Jin tak menyadari tatapan Ye Jun.
Myung yang mengerti arah pembicaraan Soo Jin langsung tersenyum manis. "Kau tidak akan percaya hal ini Soo Jin-ssi, tapi lihatlah ini!" Myung menyelipkan tangannya di rambut Hyeon dan menarik tengkuk Hyeon dengan lembut. Sedetik kemudian Myung melayangkan ciuman nya sekilas.
"Lihatlah! Dia tidak menampar ku Soo Jin-ssi, sementara kau Hanya menyentuh dadanya dan berakhir biru di pipimu, kau mengerti maksud ku?" Myung merapikan rambut Hyeon dengan tangannya.
Hyeon tersenyum simpul melihat cara Myung membalas Soo Jin.
Wajah Soo Jin merah menahan amarah yang tersimpan di dada nya, "Kau lihat saja nanti Myung, apa kau masih bisa tersenyum seperti itu nantinya" Batin Soo Jin.
Acara berlangsung dengan cepat bahkan Myung sudah tampil begitu juga dengan Hyeon. Myung tertidur di dada Hyeon.
"Apa perlu saya bangunkan tuan?" Manajer Han melihat Hyeon yang menatap wajah tenang Myung yang sedang memejamkan matanya.
"Tidak perlu, kita pulang sekarang!" Hyeon menggendong tubuh Myung ke luar dari gedung begitu acara selesai. Ye Jun dan Seung Ki mengikuti mereka dari belakang. Ye Jun juga membawa tas Myung.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂