The Best Decision

The Best Decision
Provokasi yang Gagal



"Apa oppa baik baik saja?" Myung mengusap punggung Hyeon dengan lembut membuat tubuh Hyeon menegang.


"Berani sekali gadis sialan ini" batin Soo Jin kesal.


Hyeon tak dapat menahan gejolak saat tangan lembut Myung mengusap punggung nya. "Singkirkan tangan mu!" Hyeon berucap dengan nada rendah berharap agar suara seraknya tidak di dengar oleh siapapun.


Soo Jin salah mengartikan ucapan Hyeon, "Hei apa kau tuli? Singkirkan tangan mu!" Soo Jin berteriak sehingga semua menatap kepada mereka.


"Kenapa orang hutan ini selalu berteriak, memalukan" Myung berkata dengan nada santai sambil menyingkirkan tangan nya dari punggung Hyeon. Soo Jin makin geram dengan ucapan Myung yang mengatai nya dengan orang hutan.


"Ah pegal sekali kakiku" Myung menghentakkan kakinya.


"Aku sudah bilang tidak ada tempat untuk mu di sini" Soo Jin tersenyum sinis.


"Pegal nya" Myung tak henti menghentakkan kakinya namun tidak terlalu kuat, Myung sudah trauma karena sering menghentakkan kaki dan berakhir pergelangan nya memerah.


"Jangan hentakkan kaki mu!" Hyeon berkata dengan geram.


"Kau dengar itu, menghentakkan kaki di depan umum, dasar tidak punya malu" Soo Jin tidak berhenti untuk memprovokasi Hyeon.


Hyeon muak dengan ucapan Soo Jin. Bahkan Soo Jin tak merasa malu untuk mencoba menyentuh tangan Hyeon, namun Hyeon selalu menghindar.


"Kau benar Soo Jin-ssi aku rasa tidak ada tempat untuk ku di sini, aku akan pulang duluan" Myung terlihat serius kali ini, karena terlalu lama berdiri membuat betisnya pegal.


"Myung-ah, kau duduk di sini saja!" Ye Jun berdiri dari kursinya agar Myung duduk di sana, Hyeon menggeram melihat hal itu. "Duduklah! Aku bisa cari kursi sendiri" Ye Jun tersenyum ketika mendapati Myung yang tampak berpikir. Myung mengangguk ragu, baru satu langkah tubuh Myung terhenti karena Hyeon mencekal tangannya.


"Apa?" Myung bertanya dengan ketus.


"Tidak punya sopan santun" Soo Jin berusaha membuat Hyeon marah namun tak ada tanda tanda marah pada Hyeon.


"Dimana?" Myung tampak mencari kursi yang kosong di dekat Hyeon tapi tidak ada.


Hyeon menarik tangan Myung agar mendekat. Hyeon mendudukkan Myung di pangkuannya dan langsung memeluk pinggang Myung agar tidak jatuh. Soo Jin terbelalak kaget begitu juga dengan Sang Hee yang terdiam semenjak tadi.


Ye Jun duduk kembali di kursi semula setelah melihat Myung duduk dengan nyaman di pangkuan Hyeon. Myung bergerak di pangkuan Hyeon karena ingin lepas dari sana, Myung melihat manajer Han membawa kursi untuknya.


"Diamlah!" Hyeon mengeratkan pelukan nya.


"Aku duduk di sana saja" Myung menunjuk kursi yang di bawa oleh manajer Han. "Oppa, aku duduk di kursi itu ya?" Myung mengusap dagu Hyeon dengan lembut.


Hyeon melihat kursi yang di bawa oleh manajer Han. "Kau duduk di sini saja" Hyeon mencium bahu Myung dan menghirup aroma tubuh Myung yang wangi. Soo Jin dan Sang Hee merasa mendidih melihat interaksi Myung dan Hyeon.


"Baiklah aku duduk di sini, tapi kau tidak perlu mencium bahuku seperti itu" Myung menatap ke sekitar, benar saja blitz kamera tak henti mengambil gambar mereka.


"Hyeon oppa" Myung memberontak dalam pangkuan Myung.


"Jangan bergerak sayang, kau membangunkannya"


"Siapa?"


"Ju*ior ku"


"Aish kau ini" wajah Myung memerah karena mendengar ucapan vulgar dari Hyeon.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂