The Best Decision

The Best Decision
Oppa



"Kurasa kau tak harus meletakkan tangan mu di sana" Hyeon melirik wajah Myung yang tersenyum. "Kenapa? Apa kau tidak nyaman? Kau ini kan gay, seharusnya kau bersyukur, aku hanya membantumu saja agar kau cepat sembuh" Myung mengelus rahang kokoh milik Hyeon sambil menampilkan senyum evilnya.


"Aku serius Myung-ah" Hyeon memegang tangan Myung agar menghentikan aksi nya. "Aish! Kau ini, aku akan pindah kesini setelah acara penghargaan" Myung memunggungi Hyeon sambil membolak balik lirik lagu.


"Apa kau sedang merajuk hem?" Hyeon memeluk Myung. "Diamlah" Hyeon makin mengeratkan pelukan nya mendengar respon Myung.


***


"Sedang apa di sini? Bukankah kau dipindahkan?"


Myung menoleh tidak suka kepada Lucas, "Apa urusannya dengan mu?" Myung masuk ke dalam ruangan nya yang lama dan mencari keberadaan manajer Kang. Lucas tersenyum miring mendapati respon Myung yang ketus.


"Myung-ah, kau mencari ku?" manajer Kang merapikan mejanya dan menghampiri Myung. "Iya oppa, bisakah kita bicara? di cafetaria saja lagian ini sudah jam makan siang" Myung menarik tangan manajer Kang. "Lucas kau mau ikut?" Manajer Kang melirik ke arah Lucas.


"Oppa tidak usah ajak dia, aku butuh kita bicara empat mata" Myung menatap tajam ke arah Lucas. "Tidak, Hyung duluan saja, nanti aku menyusul" Lucas membalas tatapan Myung dengan lembut membuat Myung berdecih.


Mereka sampai di cafetaria, Myung tak menyadari keberadaan Hyeon di sana. Myung membawa manajer Kang agar duduk di bangku pojok. Hyeon mengepalkan tangannya kuat melihat Myung memegang tangan manajer Kang.


Hyeon duduk di dekat meja yang di tempati oleh Myung.


"Ada apa mencariku?" manajer Kang terlihat biasa saja ketika Myung memegang tangannya. Bahkan hingga saat ini Myung belum melepaskan tangan manajer Kang. Semua orang memandang ke arah mereka. Lebih tepatnya ke arah Hyeon.


Hyeon tidak bisa menahan amarahnya lagi.


Brraakk


Hyeon menggebrak meja Myung membuat semua orang memperhatikan mereka tanpa melewatkan sedikitpun tak terkecuali Myung yang terlonjak kaget.


"Ada apa?" Myung bertanya dengan heran kenapa Hyeon bertingkah aneh di cafetaria ini. Manajer Kang melihat Myung yang begitu tenang menghadapi tuan Hyeon. "Bersikap lah dengan sopan Myung-ah, dia atasan kita" Manajer Kang sedikit mendekatkan bibirnya ke telinga Myung agar tidak bisa di dengar oleh Hyeon.


Melihat kedekatan mereka membuat emosi Hyeon meledak. "Apa kalian tidak bisa bersikap profesional?" Hyeon membentak manajer Kang namun matanya tertuju kepada Myung. Ye Jun dan Seung Ki datang ke cafetaria begitu mendapat telepon dari asisten Han.


Mereka melihat Hyeon membentak Myung dan manajer Kang. Ye Jun tau kalau Hyeon kali ini benar benar marah. Ye Jun juga cemas akan terjadi sesuatu pada Myung kalau Myung salah dalam berbicara.


"Maaf tuan Hyeon" manajer Kang menundukkan kepalanya. "Oppa kenapa minta maaf?" Myung menarik tangan manajer Kang agar berhenti menunduk.


"Oppa?" Hyeon semakin marah terlihat dari buku buku jarinya yang memutih. "Myung-ah ayo ikut dengan ku!" Ye Jun menarik tangan Myung agar meninggalkan cafetaria yang sudah rame karena keributan yang di buat oleh Hyeon.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂