
"Apa?" tanya Soo jin. "Aku ingin kita menyudahi hubungan kita" ucap Sang Hee mantap. "Baiklah, semoga kau mendapatkan Myung lagi, aku rasa dia ada hubungan spesial dengan tuan Hyeon" ucap Soo Jin datar. "Hyeon pemilik Young Entertainment?" tanya Sang Hee tidak percaya. "Memangnya ada Hyeon yang lain" jawab Soo Jin datar.
Mereka memang telah bersepakat bahwa mereka akan putus begitu Myung kembali dari trainee.
"Aku ingin menjadi kekasih Hyeon" ujar Soo Jin mantap, Sang Hee terkekeh, "Semoga" ucap Sang Hee.
Gadget Soo Jin berbunyi menandakan ada pesan yang masuk, disana tertera
From : Nyonya Jung Hye
Apa kau sibuk? Bisakah kita bertemu di flower cafe?
Soo Jin membalas pesan itu secepat kilat
To : Nyonya Jung Hye
Tentu saja nyonya Jung, jam berapa Nyonya?
Terlihat balasan dari Nyonya Jung Hye
From : Nyonya Jung Hye
Jam 10.00
Soo Jin membalas lagi, Sang Hee hanya melirik sekilas dengan wajah datar.
To : Nyonya Jung Hye
Iya nyonya Jung
Tidak ada balasan lagi, Soo Jin mematikan gadgetnya, Soo Jin pamit undur diri dari hadapan Sang Hee.
Soo Jin tampak duduk di flower cafe sambil membenarkan make up nya, Soo Jin ingin tampil cantik di depan Jung Hye.
Jung Hye mengedarkan pandangan nya, Jung melihat wanita seksi yang duduk di kursi dekat jendela. jung menghampiri nya. "Sudah lama menunggu?" tanya Jung Hye. "Tidak nyonya" jawab Soo Jin sopan. "Aku akan langsung ke inti pembicaraan kita" ucap Jung Hye tegas. Soo Jin hanya mengangguk.
"Bagaimana pertemuan kau dengan Hyeon anakku?" tanya Jung Hye. "Pertemuan kami berjalan lancar nyonya, aku rasa tuan Hyeon mulai menyukai ku nyonya" jawab Soo Jin meyakinkan Ibu Hyeon.
Jung Hye menatap Soo Jin dengan tatapan jijik, "Apa terjadi sesuatu?" tanya Jung Hye lagi. "Tidak nyonya, tuan Hyeon bahkan mengantarkan aku pulang" ucap Soo Jin malu malu. Jung Hye mendecih tidak suka mendengar penuturan Soo Jin.
"Aku rasa Hyeon sudah menetapkan pilihan nya" ucap Jung Hye. "Benarkah? Kapan kami akan menikah nyonya?" tanya Soo Jin antusias. "Soo Jin-ssi, aku rasa kau salah paham mengenai pertemuan itu, Hyeon memang sudah menetapkan pilihan nya tapi itu bukan kamu" jawab Jung Hye.
Wajah Soo Jin pucat pasi mendengar perkataan Jung Hye, "Aku ingin kau mengobati pipi mu dan tolong jangan ganggu Hyeon lagi, urusan kita hanya sampai disini" ucap Jung Hye sambil menyodorkan amplop yang berisi uang.
"Sekali pertemuan saja uang nya segini apalagi jika aku menjadi kekasih nya, Ah! Aku harus mendapatkan Hyeon" gumam Soo Jin dalam hati. "Baik nyonya" ujar Soo Jin sopan, "Aku masih ada urusan lain, aku harus pergi" Jung Hye pergi meninggalkan Soo Jin sendirian. "Dasar nenek tua, aku harus menyingkirkannya dulu" ujar Soo Jin menyeringai.
Sementara itu di Young Entertainment terlihat Myung yang tengah fokus dengan aktivitasnya, Myung tengah latihan untuk tampil pada acara penghargaan bulan depan, terdengar nada panggil menandakan ada panggilan masuk, Myung melihat handphone nya sekilas, Myung mengabaikan panggilan itu dan melanjutkan latihan. Myung tidak ingin berbicara dengan Sang Hee lagi.
Sang Hee mencoba menelepon lagi namun Myung tidak mengangkat panggilan itu. Sang Hee melemparkan Handphone nya sembarangan.
Myung langsung mengangkat panggilan telepon itu tanpa melihatnya terlebih dahulu, "Kenapa anda menelepon saya lagi?" tanya Myung emosi. "Hei! Aku baru menelepon mu sekali" Hyeon menjawab terkekeh.
Myung melihat Handphone nya sekilas ternyata itu nomor tak dikenal. "Simpan nomor ku agar kau tak keliru lagi myung-ah" ucap Hyeon. "Darimana kau dapat nomor ponsel ku?" tanya Myung tanpa memerdulikan ucapan Hyeon sebelumnya. "Asisten Han mengirimi ku nomor baru, aku iseng menelepon nya" ucap Hyeon. Myung mendecih mendengar jawaban Hyeon.
"Datang ke ruangan ku sekarang" ucap Hyeon dan langsung mematikan telepon mereka sepihak. Myung kesal mendengar perintah Hyeon. "Siapa?" Tanya manajer Kang, "Hyeon memanggil ku keruangan nya" jawab Myung cemberut.
"Pergilah, kita sudahi saja latihan hari ini, kau terlihat tidak fokus" ucap manajer Kang. "sampai jumpa besok manajer oppa" ujar Myung sambil menundukkan kepalanya.
Myung masuk ke lift khusus petinggi perusahaan dan memencet tombol ruangan Hyeon berada, setelah sampai di depan pintu ruangan Hyeon, Myung langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Myung kaget, ternyata ada Jung Hye disana, "Eomma" ucap Myung sambil memeluk Jung Hye. "Kau makin cantik Myung-ah, benar kan Hyeon?" tanya Jung Hye menggoda Hyeon dan Myung setelah melepaskan pelukannya.
"Hah?" tanya Hyeon bengong. Jung Hye tertawa melihat reaksi Hyeon, sedangkan Myung malu mendengar pertanyaan Jung Hye. "Kapan kalian akan menikah?" tanya Jung Hye sambil menatap Myung.
Myung melirik ke arah Hyeon namun Hyeon tetap diam dan tak ingin menanggapi. "Aku tidak tahu eomma, terserah padanya saja" ucap Myung sopan. Hyeon terkejut mendengar penuturan Myung, "Kalau bisa secepatnya" ucap Jung Hye sambil tersenyum.
"Aku rasa kami menikah minggu depan eomma" ucap Hyeon mantap. Myung terbelalak mendengar ucapan Hyeon, "Aku saja bahkan belum tentu setuju dengan pernikahan ini" batin Myung kesal. "Benarkah?" tanya Jung Hye antusias.
"Iya kan sayang?" tanya Hyeon sambil memeluk pinggang Myung erat. Myung mendelik tajam ke arah Hyeon, "Jangan menatap ku seperti itu, kita masih di kantor" ucap Hyeon menggoda Myung.
Myung menatap heran ke arah Hyeon.
"Hyeon jangan terus terusan menggoda Myung!" ucap Jung Hye senang. "Eomma akan mengurus semuanya" Ujar Jung Hye lagi.
"Eomma pergi dulu, eomma ingin istirahat sebentar, jaga diri kalian" ucap Jung Hye sambil memeluk Hyeon dan Myung sekilas.
"Aku tidak mau menikah denganmu" ucap Myung ketus setelah Jung Hye menghilang di balik pintu. "Kita tidak bisa mundur Myung-ah" ucap Hyeon.
"Kenapa tidak bisa?" tanya Myung. "Aku tidak bisa melawan perintah ibuku Myung-ah" jawab Hyeon frustasi. "Bagaimana dengan ku, Apa kau pikir aku bisa melawan perintah ibuku? Ibuku menyuruh ku agar menikah dengan orang yang aku cintai" ujar Myung berkaca kaca.
Myung meninggalkan Hyeon sambil menangis, Myung menangis di dalam lift, ketika keluar dari lift banyak yang memerhatikan Myung dengan tatapan iba, Myung menyetop taksi yang baru lewat dan langsung masuk ke taksi itu.
Sesampainya di apartemen, Myung mengganti bajunya dan menyambar tas nya, Myung mengunci apartemen nya, Myung duduk di halte bus sambil menunggu bus yang lewat. Myung terkejut melihat Hyeon menuju ke arah nya.
Myung langsung masuk begitu bus berhenti, Hyeon tidak bisa mengejar Myung, Hyeon masuk ke mobil nya dan mengikuti bus itu.
Myung berhenti di tempat pemakaman ibunya, Myung tidak bisa membendung tangisannya. "Eomma, apa eomma baik baik saja disana? Aku jarang mengunjungi eomma, aku sudah menjadi artis eomma, aku berhenti di sekolah kedokteran ku dan memutuskan menjadi artis seperti keinginan eomma" ucap Myung sambil menangis. "Apa eomma masih marah kepada ku? Aku sudah memenuhi keinginan eomma" Myung menangis semakin keras.
"Aku bahkan tidak bisa memenuhi keinginan terakhir eomma" ucap Myung menangisi kesalahannya. Hyeon hanya memperhatikan Myung tanpa berniat menghampiri.
Setelah merasa lelah Myung beranjak dari sana dan berniat ingin pulang ke apartemen nya. Tanpa sengaja Myung melihat Hyeon namun Myung tetap melanjutkan langkahnya.
Myung sampai di apartemen nya, Myung memasak masakan kesukaan ibu nya, Myung makan sendiri, setelah merasa kenyang Myung pergi ke kamar nya.
Terdengar bunyi dari ponselnya, Myung melihat nama Hyeon tertera disana, Myung tidak mengangkat panggilan dari Hyeon. Hyeon mencoba berkali kali namun Myung tetap tidak menghiraukan panggilan itu. Hyeon menggeram marah karena Myung tidak mengangkat panggilan telepon dari nya.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂