The Best Decision

The Best Decision
Wedding Day-2



Hal itu membuat Hyeon sedikit marah, namun Hyeon tak ingin merusak suasana, setelah ini Hyeon tak akan membiarkan Myung memakai pakaian off shoulder, hanya dia yang boleh melihat tubuh Myung orang lain hanya boleh melihat wajah dan dua telapak tangan.


Myung menatap ke depan, Myung terkagum kagum melihat Hyeon yang tampak tampan dibalut tuxedo putih yang memamerkan otot nya yang sedikit menyembul.


Saat makin dekat ke depan altar Myung mengeratkan pegangannya pada sang ayah. "Rileks!" ujar ketua kim menenangkan Myung.


Myung menatap Hyeon yang tengah tersenyum menunggu kedatangan nya, tibalah saatnya ketua kim menyerahkan tangan Myung kepada Hyeon, "Jaga dia baik baik!" ucap ketua kim yang dibalas anggukan kuat oleh Hyeon.


Waktu terasa begitu cepat berlalu, kini tibalah saatnya Hyeon akan mencium Myung, tanpa ragu Hyeon menarik tengkuk Myung, Cup! Hyeon mencium Myung dengan lembut sambil tersenyum senang. Deg Deg Deg "Kenapa jantung ku berdetak seperti ini?" ujar Myung dalam hati sambil menikmati ciuman Hyeon.


Sementara Ye Jun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tak ingin melihat hal yang bisa membuat nya jatuh ke titik yang paling rendah. "Sudah lah! Relakan Myung untuk Hyeon" ujar ketua kim sambil menepuk bahu Ye Jun. Yun Dae menangis haru melihat Myung dan Hyeon.


Hyeon melepaskan ciuman mereka dan menempelkan kening mereka.


Hyeon menggendong Myung ke luar gereja disaksikan oleh semua orang sambil menabur kan bunga untuk pengantin baru.


Hyeon meletakkan Myung di mobil dan mengitari mobil, Hyeon mengemudikan mobil dengan pelan. "Kau tahu aku benar benar sudah tidak sabar ingin melakukan sesuatu" ucap Hyeon. "A... A... Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Myung gugup.


"Kenapa kau gugup?" tanya Hyeon heran. "Ti... Tidak apa apa" ujar Myung sambil membuang pandangannya ke arah lain. Hyeon terkekeh melihat kelakuan Myung yang lucu. "Cobalah untuk terbiasa, kita sudah sah sebagai suami istri Myung-ah" ucap Hyeon lembut.


"A... Aku akan mencoba terbiasa" ucap Myung terbata. "Kenapa aku gugup dia tidak mungkin menyentuhku malam ini" batin Myung tidak tenang. "Tapi bisa jadi dia akan menyentuhku aku kan sudah sah menjadi istrinya" batin Myung lagi.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Hyeon. Myung terlonjak kaget, pasalnya Hyeon begitu dekat dengan nya. "A... A... Apa yang kau lakukan?" tanya Myung gugup. "Ada apa dengan mu? Aku hanya ingin membuka seabelt ini" ujar Hyeon heran.


Hyeon keluar dari mobil diikuti oleh Myung, "Dimana kita sekarang?" tanya Myung celingak celinguk memperhatikan bangunan yang ada di depan mereka. "Ini mansion baru kita" ucap Hyeon santai. "Bukankah kita bisa tinggal di penthouse mu?" tanya Myung makin heran.


"Penthouse itu terlalu kecil untuk kita, lagian Seung Ki dan Ye Jun juga akan tinggal disini" ujar Hyeon lagi. "Tapi kan penthouse mu juga besar loh" Myung tetap mempertahankan argumennya. Hyeon menggendong Myung "Kau banyak bicara sekarang ya" Hyeon tersenyum jahil.


Hyeon membawa Myung ke kamar mereka yang terletak di lantai dua. Mansion baru mereka di dominasi oleh warna gold dan hitam sehingga tampak begitu mewah, di lantai satu di dominasi oleh gaya yang glamour dan elegan namun ditambah unsur klasik.


Hyeon meletakkan Myung di atas king size dan merebahkan tubuhnya di samping Myung. "Kau tau aku begitu lega hari ini" ucap Hyeon, "Kenapa kau lega?" tanya Myung namun Myung masih melihat ke arah langit langit kamar mereka. "Karena aku sudah menikah, kau tau kan aku bisa bebas mau ngapain aja sekarang" ujar Hyeon santai sambil memeluk Myung dan membenamkan kepala nya di ceruk leher Myung.


Myung menegang mendapat perlakuan spontan dari Hyeon, "Hyeon-ah, a... a... aku mau mandi dulu" ujar Myung terbata, Hyeon gemas melihat Myung yang sering gugup akhir akhir ini. "Baiklah, kita mandi dulu" ujar Hyeon duduk dan hendak menggendong Myung namun Myung menepis tangan Hyeon cepat.


Myung segera berdiri dan mengangkat gaunnya menuju kamar mandi, "Biar aku buka kan gaun mu" ujar Hyeon seraya berdiri. "Tidak perlu" balas Myung sambil berlalu dari hadapan Hyeon secepat kilat membuat Hyeon makin senang menggoda nya.


Hyeon merebahkan dirinya lagi di king size itu, Hyeon teringat tujuannya ke mansion ini, Hyeon ingin berenang, sudah lama sekali dia tidak mencoba gaya renangnya.


Ceklek


"Aaaaaaaaaa" Myung menjerit, "Antarkan handuk ku ke kolam renang setelah kau mandi!" ucap Hyeon sambil tersenyum lebar. Myung panik karena Hyeon membuka pintu kamar mandi, Myung tengah berendam di bath up.


"Jangan lama lama" ujar Hyeon sambil menaik turunkan alisnya, "Dasar mesum" ujar Myung ketus, "Ah! Aku berubah pikiran, aku mandi di sini saja" ujar Hyeon mencoba masuk ke kamar mandi. "Tidaaaaaak" teriak Myung membuat Hyeon tertawa terpingkal pingkal sambil keluar dari kamar mandi.


Myung menyelesaikan mandinya secepat mungkin, "Aku tidak habis pikir, kenapa aku begitu takut pada gay itu" gumam Myung yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.


Myung memakai baju di walk in closet, Myung memakai baju santai. Lalu mengambil bathrobe untuk Hyeon, Myung bersenandung kecil menuruni anak tangga, Myung berbelok ke arah kiri dan Myung menemukan kolam renang yang di lengkapi dengan taman di sampingnya dan tempat duduk.


Myung celinguk mencari keberadaannya Hyeon, terlihat Hyeon berenang dengan begitu lihai, sehingga membuat Myung kagum sebentar. Myung duduk di tempat berjemur sambil menyilangkan kakinya.


Hyeon menyembulkan kepalanya ke atas, "Kau sudah datang?" tanya Hyeon sambil berjalan ke tepi kolam, "Tarik aku keluar!" ujar Hyeon sambil menjulurkan tangannya. Myung yang tidak tau rencana Hyeon langsung menarik tangan Hyeon namun Hyeon menahan tubuhnya, alhasil Myung tercebur ke kolam bersama Hyeon.


"Kaaauuuu! Aku sudah mandi" ujar Myung kesal. Hyeon menyilangkan kaki Myung di pinggangnya dan mengangkat Myung. "Kau kelihatan seksi jika rambutmu basah" ujar Hyeon sambil berbisik di telinga Myung. "Aku memang selalu kelihatan seksi, kapanpun" ujar Myung ketus.


"Benarkah? Mari kita lihat seberapa seksi kau" ujar Hyeon sambil tersenyum jahil. Cup! Hyeon mencium bibir Myung dengan sedikit menuntut, sehingga Myung kesulitan mengikuti Hyeon. Hyeon makin gelap mata karena Myung membalas ciumannya, Hyeon menghisap bibir Myung dengan lembut, Myung meremas rambut Hyeon menyalurkan  perasaannya.


Seung Ki dan Ye Jun memasuki mansion, mereka melihat ke arah kolam, terlihat sepasang kekasih yang tengah berciuman panas membuat Ye Jun mengurungkan niatnya untuk mencari Myung. Sementara Seung Ki tergelak memikirkan ide briliantnya.


"Myung noona, aku mencari mu ke seluruh ruangan ternyata noona disini" ujar Seung Ki dengan nada jahil. Mereka melepaskan ciuman panas mereka. "Kenapa kau mengganggu kami?" tanya Hyeon dingin.


Myung memerah mendengar ucapan Hyeon, "Apa tadi mengganggu? Aku bersyukur karena Seung Ki datang" batin Myung.


Myung meletakkan kepalanya di ceruk leher Hyeon sehingga napas hangat Myung menerpa leher Hyeon. "Rupanya aku sedang mengganggu ya?" tanya Seung Ki tak ingin berhenti menggoda pengantin baru itu.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂