
Setelah sampai di apartemen Myung merebahkan tubuhnya di ranjang tercinta nya, tidak berapa lama Myung pun masuk ke alam mimpi.
Hyeon terbangun dari tidurnya, Hyeon melirik jam, berarti masih ada satu jam lagi untuk bersiap siap, meskipun Hyeon tidak suka dengan kencan tapi Hyeon tetap menjadi sosok yang disiplin seakan sifat itu sudah melekat dalam diri Hyeon. Hyeon mengambil handuk nya dan masuk ke kamar mandi nya. Setelah selesai mandi, Hyeon menggunakan baju kemeja warna merah tua dan melipat lengannya sampai siku.
Setelah selesai bersiap siap Hyeon turun ke bawah dan mengambil kunci mobilnya, mobilpun melaju ke tempat yang dikatakan oleh ibunya. Sesampainya di flower cafe Hyeon mengedarkan pandangan nya, Hyeon tidak melihat wanita yang dibilang ibunya.
Hyeon duduk di salah satu kursi, menunggu wanita yang tidak tahu bagaimana wujudnya. Selang beberapa waktu Hyeon merasa kursi yang di depan nya ditarik oleh seorang wanita. Hyeon mendongak, wanita itu tersenyum manis. Hyeon kaget melihat penampilannya, wanita itu memakai make up yang menor dan dress yang sempit sehingga menampilkan lekuk lekuk tubuhnya. Dress itu lebih cocok digunakan ke club yang remang remang dari pada di cafe yang terang ini.
"Apa anda tidak punya jam?" tanya Hyeon dingin.
"Aku hanya terlambat lima menit Hyeon-ah" jawab wanita itu tersenyum.
"Jangan panggil saya seperti itu" ucap Hyeon makin dingin. Hyeon benar benar memperlihatkan ketidaksukaannya kepada wanita itu. Wanita itu takut mendengar nada Hyeon yang dingin namun tidak mengurangi rasa kagumnya kepada Hyeon.
"Namaku Bae Soo Jin, kau bisa memanggilku Soo Jin, aku seorang artis solo di Sang Entertainment" Soo Jin memulai percakapan mereka. "Aku sudah tau namamu, Lee Young Hyeon, pemilik Young Entertainment, single dan yang pasti termasuk jajaran kaya yang masih muda" lanjut Soo Jin.
Hyeon mendecih, seribu kali Hyeon lebih suka melihat Myung dari pada wanita ular ini. Hyeon menamainya wanita ular, apa ada wanita seperti ini belum apa apa sudah membahas kekayaan.
"Apa anda sudah selesai bicara?" tanya Hyeon dingin.
"Kau begitu tampan malam ini, kurasa aku memang ditakdirkan untuk pria tampan seperti mu" Soo Jin semakin memuja muja Hyeon.
"Aku rasa waktuku akan sia sia jika aku masih disini" ucap Hyeon ketus. Hyeon beranjak dari kursi, dan berjalan meninggalkan Soo Jin namun Soo Jin menahan tangan Hyeon lalu menyentuh wajah Hyeon dengan lembut seakan ingin menggoda Hyeon. "Kenapa buru buru? Aku bahkan baru datang" ucap Soo Jin dengan nada yang sensual.
Tanpa pikir panjang Hyeon menampar Soo Jin dengan kuat, orang orang melihat ke arah mereka dan banyak yang mengabadikan momen tersebut namun tak seorang pun yang ingin menolong gadis malang itu. Soo Jin jatuh di lantai, namun Hyeon tidak menolong nya melainkan meninggalkan Soo Jin yang menangis menahan perih di sekitar pipinya.
"Aku tidak akan melepaskan mu" tekad Soo Jin.
Hyeon langsung pulang ke penthouse nya, setelah sampai di penthouse Hyeon makan malam seorang diri, Hyeon merindukan Myung, Oh! Mungkin memang benar Hyeon telah jatuh hati kepada Myung.
Selesai makan malam Hyeon pergi ke kamarnya dan masuk ke walk in closet, Hyeon membuka salah satu pintu lemari, Hyeon mengambil baju tidurnya, Hyeon terkejut disana ada baju wanita, Ah! Ternyata baju Myung sewaktu menginap di penthouse nya.
Hyeon naik ke atas ranjangnya, Hyeon berharap ia bisa bertemu lagi dengan Myung. Hyeon berencana mengembalikan baju Myung besok. Selang beberapa waktu Hyeon pun menuju mimpinya.
Alarm berbunyi di atas nakas Myung, Myung terbangun dan mematikan alarmnya, Myung pergi ke kamar mandi untuk menjalankan ritual mandinya. Setelah selesai Myung memakai baju yang semi formal karena nanti ada evaluasi atau semacam rapat dengan pemilik perusahaan Young Entertainment, Myung memakai short dress warna peach dan di padukan dengan blazer merah tua serta highheels warna peach setinggi lima sentimeter.
Myung menyambar tasnya dan bergegas keluar karena manajer Kang sudah menunggu di luar. Tak lupa Myung mengunci apartemen nya. Mobilpun melaju ke Young Entertainment.
"Manajer oppa, seperti apa pemilik Young Entertainment itu?" Myung bertanya penasaran. "Kau akan melihatnya nanti" Jawab manajer Kang misterius.
Myung tidak bertanya lagi, sesampainya di Young Entertainment mereka keluar bersama dan menuju ruangan Myung. "Myung-ah, bisakah kau buatkan aku teh aku belum sarapan pagi, aku akan ke kantin dulu membeli beberapa roti" pinta manajer Kang.
Hyeon telah sampai di Young Entertainment.
Myung berjalan hati hati sambil membawa teh panas untuk manajer Kang, tiba tiba dari arah berlawanan ada yang menabrak Myung sehingga teh itu jatuh ke lantai dan mengenai sedikit blazer bagian bawah Myung.
"S**t" Myung mengumpat. Hyeon tersenyum tipis mendengar umpatan yang keluar dari bibir tipis Myung.
"Lihatlah! Kau mengotori blazer ku" ucap Myung sambil membuka blazernya tanpa melihat pelakunya. Hyeon menelan ludahnya dengan susah payah, Myung seakan menggodanya dengan memamerkan bahu dan paha nya yang putih mulus.
Myung heran karena tidak ada respons dari pelaku. Myung mendongak, Myung terkejut kenapa ada Hyeon di depannya, Myung bergegas mengenakan blazernya lagi namun dicegah Hyeon.
Hyeon menjatuhkan blazer Myung ke tumpahan teh tadi. Alhasil blazer Myung benar benar kotor. "Menyebalkan" ucap Myung sambil berlalu ke dalam pantri untuk membuat teh lagi.
Tiba tiba Myung merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang dan Myung merasakan kepala Hyeon di bahunya. Myung membiarkan Hyeon karena takut air panas mengenai tangannya. Selesai membuat teh, Myung berbalik dan berusaha lepas dari Hyeon, namun dengan mudah bisa diatasi oleh Hyeon.
Cup! Hyeon mencium Myung di bibir nya lagi. Setelah puas di bibir Hyeon meng***** kecil bahu Myung sehingga meninggalkan bekas merah disana. Myung berusaha menghentikan ulah Hyeon sambil meronta. Wajah Myung merah menahan marah.
"Kau sudah merebut ciuman pertama ku, sekarang kau mencium Ku lagi?" tanya Myung dengan nada setengah berteriak.
Hyeon terkekeh lalu meninggalkan Myung di pantri dengan wajah yang berseri seperti baru memenangkan sebuah tender. Myung menghentakkan kakinya sambil menggerutu tidak jelas. Myung membawa teh tadi ke ruangannya.
"Kenapa lama sekali?" tanya manajer Kang.
"Teh yang tadi tumpah" jawab Myung kesal. Sekilas manajer Kang melihat bahu Myung yang memerah namun manajer Kang berpikiran jika bahu Myung terkena air panas. Manajer Kang tidak menanyakan hal itu karena Myung terlihat bad mood.
Setelah manajer Kang selesai sarapan, Manajer Kang mengajak agar mereka pergi ke ruangan rapat. Myung berjalan mengekori manajer Kang. Myung terlihat gugup, ini pertama kali baginya bertemu dengan pemilik perusahaan.
Myung duduk di salah satu kursi, disana semua artis sudah berkumpul, hanya menunggu pemilik perusahaan datang maka rapat akan dimulai. Myung melihat Hyeon memasuki ruangan rapat diikuti asisten Han. Myung terkejut namun Myung menampilkan wajah yang biasa saja padahal dalam hati nya Myung mati penasaran.
Hyeon mengusap bibirnya sambil melihat ke arah Myung. Myung membelalakkan matanya ke arah Hyeon. Myung tersadar kalau Hyeon mempunyai nama tengah Young.
Hyeon duduk di kursi kekuasaan nya. Asisten Han pun memulai rapat, namun Myung tidak bisa fokus dengan rapat.
Lalu salah satu artis menanya Myung dengan sedikit keras sehingga seluruh orang yang ada disana melihat ke arah mereka berdua.
"Myung-ssi apa kau baik baik saja? Kenapa bahumu?" sontak Myung menutupi bahunya, semua orang melihat Myung dan bahunya bergantian. Myung tidak tahu harus menjawab apa. Mendadak otak Myung blank. Hyeon melemparkan jas nya kepada Myung.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂