
Setelah dirasa jauh Myung keluar dari mansion dan menelepon supir pribadi yang sudah disiapkan oleh Hyeon. Ye Jun dan Seung Ki sudah berangkat lebih dulu.
Myung memasuki mobil begitu supir sampai di dekat nya, mobil melaju ke Young Entertainment dengan cepat. Begitu dirasa dekat Myung menghentikan supir sehingga membuat sang supir keheranan, "Pak saya turun disini saja! Saya tidak akan memberi tau tuan Hyeon" Myung mengatakan dengan lugas sambil menampilkan senyum formalnya.
"Baiklah, hati hati nona" balas si supir dan mengemudikan mobil kembali menuju mansion.
Myung berjalan santai menuju lobi, Myung berbelok ke lift dan menekan tombol ruangannya, begitu sampai Myung dikejutkan dengan tatapan manajer Kang yang menuntut penjelasan. "Kemana saja kau?" manajer Kang memicingkan matanya curiga.
"A-aku ke ru-rumah rumah appa ku, ah! Iya aku ke rumah appa ku, aku sudah lama tidak bertemu dengan appa" Myung sedikit ragu dengan jawaban nya. "Benarkah?" tanya manajer Kang tak percaya. "Te-tentu saja benar, hehehe" Myung sedikit tertawa agar akting nya terlihat bagus.
"Kata Asisten Han kau merawat sepupu mu yang sedang sakit benarkah? Dia tidak mengatakan kau pergi ke rumah appa mu" ujar manajer Kang mengeluarkan pemikiran yang mengganjal menurutnya. "Aah! Iya, sepupu ku juga sedang sakit" Myung merasa lega karena alasan yang diberikan asisten Han terdengar sedikit masuk akal.
"Sepupu mu yang mana? Aku tidak pernah mendengar kau punya sepupu" ucap manajer Kang masih menginterogasi Myung. "Aku punya sepupu tapi bukan sepupu yang terbilang dekat" jawab Myung datar. "Myung-ah sebentar lagi acara penghargaan akan digelar, kita belum mempersiapkan penampilan mu" ujar manajer Kang lagi.
"Aku akan lebih rajin lagi berlatih manajer oppa" Myung menampilkan senyum memelasnya. "Huh selalu saja begitu, ayo latihan, kau tidak punya banyak waktu" manajer Kang menuju ruang latihan diikuti Myung yang mengetes vokalnya.
"Oppa apa aku tampil di pembukaan?" tanya Myung, "Kurasa tidak, tapi tahun depan kau wajib tampil di acara pembukaan" Myung hanya manggut manggut mendengar penjelasan manajer Kang.
Ditengah fokusnya latihan ponsel manajer Kang berdenting menandakan ada pesan masuk.
Disana tertulis bahwa semua manajer dan artis harus ikut rapat dalam rangka persiapan pada penampilan penghargaan akhir tahun serta evaluasi.
"Myung-ah, kita rapat sekarang di ruangan rapat" manajer Kang menyimpan ponselnya kembali di dalam kantongnya. "Kenapa artis juga ikut? Bukankah biasanya hanya para manajer yang ikut rapat?" tanya Myung heran, firasatnya mengatakan ini hanya akal akalan Hyeon.
"Aku juga heran Myung-ah, tapi pemberitahuan ini dari tuan Hyeon langsung" balas manajer Kang sekenanya. "Sudah kuduga" ujar Myung pelan. "Apa maksudmu?" tanya manajer Kang yang tak sengaja mendengar ucapan Myung. "Ah! Bukan apa apa" jawab Myung sedikit resah.
Myung tak habis pikir dengan Hyeon, tadi malam Myung dibuat lelah oleh Hyeon, setiap Hyeon terjaga pasti selalu minta di cium, "Benar benar kekanakan" batin Myung.
***
Myung mengamati seisi ruangan rapat, bangku sudah banyak yang berisi, ternyata benar semuanya hadir bersama manajer masing masing. Selang beberapa waktu semuanya diam, hal itu mengundang tanya bagi Myung.
Myung mendongakkan kepalanya, Myung bertatapan dengan Hyeon yang diikuti oleh manajer Han a.k.a asisten Han. Hyeon tersenyum jahil ke arah Myung yang dibalas senyuman sinis dari Myung. "Kurang ajar, aku merindukan nya dia malah senyum sinis kepadaku, baiklah! tenangkan dirimu Hyeon, kau bisa menghukumnya nanti" batin Hyeon.
Hyeon duduk di kursi kekuasaan nya dan rapat pun dimulai dengan pembukaan dari asisten Han, Hyeon tak henti memandangi Myung dengan tajam, sementara yang ditatap mengabaikan nya. Hal itu membuat Hyeon semakin geram. "Jika orang sedang berbicara, maka perhatikan siapapun yang sedang berbicara itu" Hyeon menyela asisten Han.
Seung Ki menahan senyum melihat Hyeon yang terprovokasi oleh kelakuan Myung. Semuanya memerhatikan asisten Han yang bicara termasuk Myung.
Sekarang tibalah masanya Hyeon yang berbicara, "Perhatikan semuanya, saya tidak ingin mengulang perkataan nantinya" Hyeon melirik Myung yang lebih tertarik memerhatikan asisten Han.
Brak! Hyeon menggebrak meja rapat karena emosi melihat Myung yang tidak mengalihkan sedikitpun pandangannya dari asisten Han.
Braakkk
"Myung-ssi" panggil Hyeon sedikit membentak. "Apa?" balas Myung cuek, semua memandang sinis ke arah Myung, "Hei! Sopan sedikit kepada atasan" bisik manajer Kang. "A-ada apa tu-tuan Hyeon?" tanya Myung sedikit kikuk karena semuanya memandang ke arahnya dengan pandangan yang berbeda beda. Myung lupa jika mereka di perusahaan saat ini, "Sial!" batin Myung.
Myung melihat Hyeon yang berusaha menahan senyum yang terancam keluar dari bibirnya. Myung melayangkan pandangan mematikan ke arah Hyeon. "Ekhem" Hyeon mengalihkan perhatian semua anggota rapat. "Anda harus memerhatikan yang sedang bicara" ucap Hyeon kepada Myung. "Saya memang memerhatikan yang sedang berbicara" balas Myung ketus.
"Kenapa memerhatikan Han seperti itu, ini saatnya saya yang bicara saya tidak ingin mengulang perkataan" Hyeon berkata dengan dingin. "Oh! Sekarang tuan yang berbicara saya pikir asisten Han belum selesai berbicara" balas Myung dengan menampilkan senyumnya. Hyeon merasakan darahnya mendidih mendengar ucapan Myung. "Kau benar benar ingin dihukum Myung-ah" batin Hyeon.
"Saya berharap kalian persiapkan diri kalian dengan maksimal, saya tidak menuntut penghargaan apapun dari kalian karena kerja keras kalian selama setahun ini sudah termasuk penghargaan bagi saya, saya juga berharap kalian bisa menjaga kesehatan kalian karena kesehatan merupakan hal yang paling utama" Hyeon berkata dengan tegas.
"Kita sudahi rapat hari ini" Hyeon mulai beranjak dari kursi kekuasaan nya, "Cepat keluar" batin Myung. Hyeon berbalik. "Myung-ssi, ikut denganku" ucap Hyeon dingin. Myung berdiri dengan kesal. Hyeon menarik bibirnya ke atas, namun tak ada yang melihat.
Semua berbisik bisik, "Mungkin tuan Hyeon ingin memberinya pelajaran, dia tadi kelihatan tidak sopan kepada tuan Hyeon" bisik salah satu artis. "Iya, dasar tidak tau sopan santun" bisik artis yang lain. Hal itu terdengar di telinga Myung namun Myung tidak menggubris ucapan mereka.
Myung mengikuti Hyeon ke ruangannya, begitu sampai Hyeon berbalik ke arah Myung.
"Apa?" tanya Myung ketus.
"Kau mengabaikan ku hari ini" jawab Hyeon.
"Emang ada?" tanya Myung heran.
"Tentu saja ada, kau bahkan tidak mau melihat ku hari ini" balas Hyeon.
"Yang nanya?" tanya Myung lagi.
"Maksud kamu?" tanya Hyeon heran.
"Emang ada yang nanya?" tanya Myung malas.
"Kau ingin hukuman ya ternyata" balas Hyeon dengan senyum jahil.
Hyeon menarik pinggang Myung, Cup! Hyeon mencium bibir Myung dengan rakus, Myung melotot tajam karena Hyeon menciumnya tanpa aba aba.
Hyeon melepaskan ciuman mereka begitu Myung kehabisan napas, Hyeon melihat wajah memerah Myung yang menahan emosi. "Kau terlihat seksi seperti ini" Hyeon mengusap lembut bibir Myung.
Myung menepis tangan Hyeon dari bibirnya, "Aku memang selalu kelihatan seksi kapanpun" jawab Myung datar, Hyeon mengangkat tubuh Myung dan mengalungkan kaki Myung di pinggangnya, beruntung Myung memakai celana jeans hari ini.
Hyeon memeluk pinggang Myung dan reflek Myung melingkarkan tangannya ke leher Hyeon, Hyeon mencium Myung lagi, Hyeon membawa Myung ke kamar pribadinya, Hyeon memperdalam ciuman mereka, "Myung-ah" Hyeon berkata dengan suara serak. Myung berusaha melepaskan diri dari Hyeon.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂