
"Apa?" Wajah Myung berubah pias seketika. "Oppa, aku ingin ke toilet sebentar" Myung menundukkan kepalanya sedikit lalu berlalu dari hadapan manajer Kang.
Brraakk
Myung menendang pintu dengan kuat. Semua yang ada di ruangan tersentak kaget dan menoleh ke pintu namun hanya Hyeon yang pura pura tidak tau. Hyeon tau sebentar lagi Myung akan mengamuk.
"Ada apa Myung noona?" Seung Ki mengernyit heran. Setau mereka hubungan Myung dan Hyeon makin baik tetapi kenapa Myung kelihatan marah.
Myung berjalan mendekati Hyeon dan menarik kerah kemeja Hyeon membuat Hyeon tersenyum tipis. "Kenapa kau memindahkan ku?" Myung bertanya dengan nada berapi api. Hyeon melepaskan tangan Myung dari kerah kemeja nya dengan mudah.
Sedetik saja Hyeon mengubah posisi mereka, Myung sekarang berada di pangkuan Hyeon, sementara itu Hyeon memeluk tubuh Myung dengan erat. "Kenapa bertanya pada ku?" Hyeon pura pura tidak tau.
Hyeon mencoba mencium pipi Myung namun dicegah oleh Myung. "Lalu siapa yang melakukan ini?" Myung masih dalam mode marah. "Tanyakan pada manajer Han!" Hyeon mencium pipi Myung. "Kalau kau tidak menyuruhnya dia tidak akan memindahkan ku" Myung memberontak dalam pelukan Hyeon.
"Jangan bergerak sayang, kau membuat ju*ior ku bangun" Hyeon berbisik di telinga Myung dengan sensual membuat Myung merinding. Ye Jun, Seung Ki, dan manajer Han terbelalak mendengar ucapan vulgar yang keluar dari bibir tipis Hyeon.
"Aku tidak peduli" Myung masih memberontak. "Myung-ah" suara serak Hyeon membuktikan Hyeon tidak berbohong sama sekali. Myung tersentak kaget saat ia merasa ada sesuatu yang bergerak di bawah tempat duduknya. Myung segera bangkit namun di tahan oleh Hyeon. Hyeon membalikkan posisi Myung sehingga mereka berhadapan.
Cup. Hyeon mencium bibir Myung di depan semua orang. Myung tidak merespon ciuman Hyeon. Hyeon menarik tengkuk Myung dan menggigit kecil bibir Myung. "Aakh" Myung merintih kesakitan dan membuka mulutnya, Hyeon tidak menyia-nyiakan kesempatan, Hyeon mengabsen seluruh gigi Myung dengan leluasa.
"Apa kalian tidak tau tempat melakukan itu?" suara Ye Jun menghentikan kegiatan mereka. Wajah Myung memerah karena malu. "Makanya cepat menikah" Hyeon berkata dengan nada datar sambil mengusap kissmark yang baru saja ia buat di leher jenjang Myung.
"Ck" Ye Jun berdecak sebal dengan jawaban Hyeon.
"Aku ke toilet dulu!" Hyeon menggendong tubuh Myung, "Kenapa kau membawa ku ke toilet? Turunkan aku!" Myung memberontak di dalam gendongan Hyeon. Semua orang tertawa melihat interaksi mereka. Hyeon menurunkan Myung, "Dasar gay sinting" Myung berjalan ke dekat sofa dan duduk di sana.
Myung melihat banyak yang berlalu lalang di depan ruangan Hyeon membawa barang barang milik Myung.
Myung masuk ke ruangan nya yang baru setelah seluruh barang barang nya di tata rapi. Hyeon masuk ke ruangan Myung dan duduk diatas sofa sambil menyilangkan kakinya seperti seorang raja. "Aku ingin membuat kesepakatan" Myung bicara sambil membaca lirik lagu sekilas.
"Apa?" Hyeon menarik Myung agar menempel padanya. "Kau kenapa selalu ingin dekat dengan ku?" Myung bertanya dengan heran. "Karena kau istri ku" Hyeon mencuri ciuman di bibir Myung.
"Ck! Kau ini, aku ingin manajer Kang yang mengurus semua penampilan ku sampai acara penghargaan selesai, setelah itu manajer Han yang akan menjadi manajer ku" Myung mengelus dada bidang Hyeon dengan lembut.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂