The Best Decision

The Best Decision
Oppa 2



Myung menahan tubuhnya, Ye Jun menatap heran. "Aku tidak ikut, oppa duluan saja" Myung melepaskan cengkeraman Ye Jun.


"Oppa lagi?" Hyeon mencari keberadaan pistol nya. Ye Jun paham kenapa Hyeon marah, Hyeon marah karena cemburu. Tapi ini sangat berbahaya karena pistol itu sangat jarang di keluarkan oleh Hyeon setelah mereka masuk ke dunia atas.


Myung terperangah dan merasa was was apalagi melihat Hyeon menodongkan pistol itu di depan kepala manajer Kang. "Hyeon, jangan lakukan itu" Myung berjalan mendekati Hyeon. "Diam di tempat mu!" Hyeon mengarah kan pistol ke Myung.


"Apa apaan kau?" Ye Jun merasa emosi dan reflek memposisikan Myung di belakang nya. Hyeon melihat tubuh Myung yang bergetar ketakutan tapi dia ingin memberi pelajaran pada manajer Kang.


"Kau tau apa kesalahan mu?" Hyeon mengarahkan pistolnya ke manajer Kang lagi membuat Myung benar benar cemas dengan nasib manajer Kang. "Oppa pergi dari sini!" Myung berteriak keras. "DIAM!" Hyeon berjalan mendekati Myung yang ketakutan.


"Minggir!" Hyeon menendang kaki Ye Jun membuat Ye Jun tersungkur ke lantai yang dingin dan di bantu oleh Seung Ki untuk berdiri. Myung melihat Hyeon dengan takut, tubuhnya bergetar hebat apalagi Hyeon makin mendekat kepadanya. Mata Hyeon yang memerah membuat Myung makin takut. Myung teringat betapa Hyeon sangat mengerikan saat dia marah.


"Apa kau yang akan menggantikan posisi nya?" Hyeon tidak bisa mengontrol emosinya, Hyeon bahkan tidak tau kalau dia emosi karena cemburu. "Tu-tuan Hyeon, ma-maaf kan aku" Myung menunduk dalam.


Hyeon mendekati Myung dan meletakkan pistol itu di pelipis Myung. Ye Jun hendak bergerak menghentikan Hyeon namun ucapan Hyeon membuat Ye Jun menegang dan tidak sanggup menolong Myung. "Selangkah saja kalian bergerak, maka kepala gadis ini akan meledak" Hyeon menatap tajam ke arah Ye Jun.


"Kau memanggilku tuan?" Hyeon membersihkan ujung pistolnya dan bersiap untuk menembak kepala Myung. Ucapan Hyeon yang tenang menjadi bukti Hyeon tidak main main saat ini. "Bu-bukankah ka-kau suka di panggil tu-tuan?" Myung menangis ketakutan sehingga membuat darah Hyeon makin mendidih. Hyeon sering melakukan ini ketika masih beraktifitas di dunia bawah.


"Aku memang suka panggilan itu tapi kau tidak boleh memanggil ku seperti itu" Hyeon menurunkan pistolnya dan mengangkat dagu Myung dengan jarinya sehingga sekarang sangat terlihat kekejaman Hyeon yang mendominasi.


"Ye Jun oppa tolong aku" Myung memejamkan matanya seiring dengan air matanya yang mengalir membasahi pipinya.


"Argh penangis sekali" Hyeon mendorong tubuh Myung sehingga terpental jauh. Myung menggigit bibirnya bagian bawah agar bisa meredam tangisannya.


"Bangun!"


Tanpa ada perlawanan Myung langsung berdiri sambil mengusap air matanya yang semakin banyak. "Aku tanya sekali lagi, apa kau tau kesalahan mu?" Hyeon menurunkan pistolnya. Myung menggeleng sebagai jawabannya membuat pistol Hyeon terangkat kembali. Hyeon menggertakkan giginya melihat Myung yang semakin gemetar.


"Ja-jangan seperti ini Hyeon-ah"


Semua yang ada di cafetaria itu menatap horor mendengar panggilan Myung kepada Hyeon. "Apa maksudmu?" Hyeon bertanya sambil tergelak namun itu terdengar lebih mengerikan dari apapun.


Myung melangkahkan kakinya mendekati Hyeon. "Jangan mendekat!" Myung tak mendengarkan larangan Hyeon.


Dor


"Aaaaaaa"


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂