
Hyeon memeluk pinggang Myung dan reflek Myung melingkarkan tangannya ke leher Hyeon, Hyeon mencium Myung lagi, Hyeon membawa Myung ke kamar pribadinya, Hyeon memperdalam ciuman mereka, "Myung-ah" Hyeon berkata dengan suara serak. Myung berusaha melepaskan diri dari Hyeon.
Hyeon menindih tubuh Myung dan mencium Myung kembali, kali ini Hyeon mencium Myung dengan nafsu yang membara. "Myung-ah" Hyeon berkata dengan nada yang serak lagi. "Tidak sekarang Hyeon" ucap Myung menghentikan aksi Hyeon. "Kenapa?" tanya Hyeon di sela sela kecupan nya di leher Myung.
"A-aku belum siap" jawab Myung ragu ragu. "Aku yakin kau pasti sangat siap" balas Hyeon namun belum menghentikan kecupan nya, hal itu membuat leher Myung berwarna merah.
Tiba tiba terdengar bunyi gemuruh dari perut Myung, Hyeon mengerjapkan matanya berkali kali. Myung tidak membuang buang kesempatan, ia segera menyingkirkan tubuh Hyeon dan segera berdiri. "Aku ingin mengisi perut ku dulu" ujar Myung sambil mempercepat langkahnya.
Hyeon tampak berpikir keras, "Apa aku kurang seksi? Apa dia tidak tertarik padaku? Bisa bisanya dia merasa lapar dalam keadaan seperti ini, apa aku kurang hot?" gumam Hyeon. "Tidak, tidak mungkin dia tidak tertarik padaku, semua wanita bahkan antre agar bisa ku tiduri" Hyeon menggeleng geleng sendiri.
"Ah! Kemana dia pergi?" Hyeon beranjak dari king size nya dan bergegas keluar mencari Myung.
Sementara Myung tengah menikmati makan siang bersama manajer Kang di cafetaria. Myung bukan sosok yang suka nongkrong di cafe seperti artis kebanyakan. "Manajer oppa, apa aku seksi?" tanya Myung. "Uhuk uhuk" manajer Kang tersedak mendengar pertanyaan Myung. "Apa kau baik baik saja?" manajer Kang memeriksa suhu tubuh Myung.
Dari kejauhan Hyeon mengepalkan tangannya kuat melihat pemandangan yang di suguhkan di depan matanya. Asisten Han mengamati arah pandangan Hyeon sambil tersenyum.
"Kenapa sangat sulit menjadi profesional untuk sekarang?" batin Hyeon. Hyeon mengikuti asisten Han yang mencarikan tempat duduk untuk mereka. Asisten Han mencari tempat duduk yang dekat dengan Myung. "Kenapa kita duduk disini?" tanya Hyeon dingin.
Myung menepis tangan manajer Kang dari keningnya begitu ia mendengar suara Hyeon. Myung baru menyadari ternyata cafetaria rame hari ini. Mereka tidak ingin makan namun mereka hanya ingin melihat Hyeon.
Hyeon sengaja melambaikan tangan nya ke arah sekumpulan wanita genit yang ada di sana membuat mereka menjerit histeris. Hyeon memerhatikan reaksi Myung, Hyeon berharap Myung akan cemburu dengan tingkahnya namun yang ia dapatkan hanyalah Myung yang sama sekali tidak peduli. Myung tetap memakan makanannya tanpa melihat ke sekitar.
"Coba makan yang ini! Ini sangat enak, aku rasa ini menu baru" manajer Kang menyuapkan makanan itu kepada Myung membuat Hyeon makin emosi. Brraakk! Hyeon menggebrak meja membuat semua orang menoleh kepadanya termasuk Myung.
"Apa kalian tidak bisa profesional? Tidak ada yang pacaran antara artis dan manajernya" Hyeon mengatakan dengan lugas. Myung menatap jengah ke arah Hyeon. Myung tetap diam, tak mengeluarkan suara sedikitpun. "Kenapa diam saja?" Hyeon mengarahkan pandangannya yang tajam ke arah Myung.
Myung menghela napas berat, "Kami tidak pacaran tuan Hyeon yang terhormat" Myung menampilkan senyum formalnya.
"Coba yang ini!" Myung menyuapkan manajer Kang. "S**t" Hyeon mengumpat sambil berlalu. Hyeon merasa kepalanya seakan ingin meledak. Myung hanya melihat kepergian Hyeon tanpa berniat mengejar.
***
Hyeon duduk di kursi kekuasaan nya, "Kenapa aku merasa marah?" Hyeon bertanya sendiri namun asisten Han mendengar ucapan Hyeon. "Asisten Han, apakah kau tau apa yang terjadi dengan ku? Aku merasa marah melihat kelakuan Myung tadi" Hyeon menanyakan asisten Han.
"Itu biasa terjadi pada orang yang sedang jatuh cinta tuan" asisten Han menjawab jujur. Hyeon tergelak mendengar jawaban asisten Han sampai sampai ia memegangi perutnya. "Tidak mungkin asisten Han" ucap Hyeon di sela sela tawanya. "Sudahlah lupakan saja, lanjutkan pekerjaan mu" Hyeon mengibaskan tangannya setelah berhenti tertawa.
***
Hyeon langsung menghampiri Myung yang tiduran di sofa, "Kenapa kau bermesraan di depan ku?" tanya Hyeon dingin. "Aku tidak bermesraan Hyeon" Myung tetap membaca majalahnya sambil makan camilan. "Hei! Aku sedang berbicara" balas Hyeon kesal. "Aku sedang mendengarkan" jawab Myung tak kalah kesal.
"Apa kau ingin selingkuh dari ku? Jangan genit kepada laki laki lain Myung-ah" tanya Hyeon penasaran. Myung menghempaskan majalah yang di tangannya, "Kau bilang aku yang genit? Bukankah kau yang melambaikan tangan mu kepada wanita yang genit tadi, lalu siapa diantara kita yang genit?" tanya Myung balik.
Hyeon tersenyum tipis mendengar balasan dari Myung, "Kau memerhatikan aku ya?" Hyeon berkata dengan nada jahil. Myung menghela napas dan mengambil majalahnya lagi. "Hei jawab pertanyaan ku!" Myung tetap tidak mengacuhkan Hyeon.
Tiba tiba camilan itu berpindah tangan membuat Myung mengedarkan pandangan nya, "Kau! Kembalikan!" Myung berusaha merebut kembali camilannya.
"Tidak akan" Hyeon mengangkat camilan itu tinggi tinggi sehingga sulit bagi Myung untuk menjangkaunya. "Hyeon" Myung memperingatkan Hyeon. "Coba saja" Hyeon menjulurkan lidahnya. "HYEON" Myung berteriak membuat seisi mansion berlari menuju sumber suara.
Sekarang mereka menjadi bahan tontonan seisi rumah termasuk Ye Jun dan Seung Ki. Myung naik ke atas sofa dan mencoba merebut kembali namun tidak bisa, Hyeon berlari ke tangga dan membawa camilan itu ke kamar, Myung mengejar Hyeon hal itu membuat seisi mansion tertawa melihat interaksi mereka.
"Buka pintunya!" Myung menggedor pintu kamar. Myung menumpu tubuhnya di pintu kamar, "Buka" Myung masih menggedor pintu kamar, Hyeon membuka dengan cepat membuat Myung hampir jatuh jika tidak kalah cepat dengan Hyeon, Myung jatuh ke pangkuan Hyeon.
Hyeon memandang Myung dengan tatapan kagum, "Ah! Cantiknya istriku ini" Hyeon tidak berkedip sama sekali. "Lepaskan!" Myung menampar bahu Hyeon.
Hyeon melepaskan Myung dan membuat Myung segera mungkin berdiri, Myung menuju ruang keluarga lagi. Sementara Hyeon pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Di malam hari ketika Myung hendak tidur dia mendengar ponselnya berdenting, Hyeon melihat Myung sekilas, "Siapa?" tanya Hyeon sambil berusaha merebut ponsel Myung.
"Kau tidak boleh seenaknya begitu" Myung cemberut. Hyeon memberikan ponsel Myung kembali karena merasa tidak enak. Ponsel Myung berdering menandakan ada panggilan masuk.
"Hallo" Myung mengangkat panggilan, "Myung-ah bisakah kita berangkat bersama besok, ada yang ingin aku sampaikan kepadamu terkait penampilan" manajer Kang mengatakan dengan lugas. Hyeon menggelengkan kepalanya menandakan pertidaksetujuan. Myung tersenyum sinis.
"Tentu saja" Myung tidak mengikuti permintaan Hyeon. "Baiklah kalau begitu saya tutup teleponnya, semoga mimpi yang indah" manajer Kang memutuskan panggilan mereka.
"Kenapa kau setuju?" Hyeon langsung bertanya begitu Myung meletakkan ponselnya. "Emangnya kenapa? Dia kan mau membicarakan hal penting" jawab Myung sekenanya. "Kau tidak mau pergi dengan suami mu dan kau mau pergi bersama pria lain? Ah! Wanita baik ini" Hyeon mengungkapkan kekesalan nya. "Aku memang wanita baik" jawab Myung datar.
"Kau tidak boleh pergi dengannya" Hyeon mengambil ponsel Myung dan mengetikkan sesuatu di ponsel Myung. "Apa yang kau lakukan?" Myung berusaha menghentikan ulah Hyeon, namun Myung kalah cepat, Hyeon segera menekan tombol send. Hyeon tersenyum menang. Hyeon menarik Myung ke dalam pelukannya dan memejamkan matanya.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂