
Myung terjatuh ke lantai saking shock nya mendengar bunyi peluru yang bersentuhan dengan lantai. Myung tak hentinya menangis. Bahkan terlihat tubuh Myung yang menggigil ketakutan.
Hyeon menjatuhkan pistol nya dan berlari menggapai Myung. Semua kaget melihat Hyeon yang mendekati Myung, tanpa sadar Myung semakin beringsut mundur karena masih takut. Hyeon terus mendekat kepada Myung dan secepat kilat Hyeon menggendong tubuh Myung layaknya anak kecil yang rapuh.
Manajer Han mengambil pistol Hyeon yang jatuh, Myung melihat hal itu dan mengeratkan pelukannya. Hyeon mencium puncak kepala Myung lembut. "Jangan takut! Kau aman sekarang"
Hyeon membawa Myung ke luar dari cafetaria dengan posisi menggendong Myung. Meninggalkan tatapan tatapan heran dari orang yang berada di cafetaria itu.
***
Hyeon seringkali terbangun karena Myung yang mengigau seperti ketakutan, Hyeon merasa seakan dadanya di remas kuat sehingga ia merasa sesak karena sudah membuat Myung ketakutan.
"Maaf kan aku!" Hyeon menarik tubuh Myung ke dalam pelukannya. Myung mencari kenyamanan dalam pelukan Hyeon. Myung membalas pelukan Hyeon dengan erat seakan ingin mengurangi rasa takutnya.
Myung terbangun dari tidurnya yang nyenyak, Myung merasakan pelukan dari tangan kekar yang tak lain adalah milik Hyeon. Sekilas bayangan yang mengerikan tentang Hyeon terlintas di benak Myung. Namun melihat wajah polos yang sedang memejamkan mata di depan Myung saat ini membuat rasa takut itu luluh seketika.
Myung mengikuti naluri hatinya yang ingin menyentuh wajah tampan bak titisan dewa itu. Myung mengusap lembut pipi milik Hyeon membuat sang empunya merasa sedikit terganggu dengan sentuhan kecil itu.
Hyeon menangkap tangan nakal yang menyentuh pipinya dan mengecup tangan itu. Hyeon membuka matanya perlahan, Myung mengedipkan matanya, Hyeon begitu menikmati pemandangan yang disuguhkan di depan matanya. Bulu mata lentik milik Myung bergoyang indah seiring dengan kedipan mata Myung.
Ditambah dengan bola mata yang berwarna biru menambah rasa kagum dari Hyeon terhadap istrinya yang berada dalam pelukan nya.
"Sebentar lagi kita bangun, tidurlah lagi!" Hyeon mengecup kedua mata Myung mengisyaratkan agar Myung tidur lagi.
"Kau tau apa yang paling bahagia dalam hidupku?"
Myung menggeleng sebagai jawabannya dan tangan nakalnya kembali meraba dada bidang milik Hyeon.
"I love to wake up next to you" Hyeon tersenyum menampilkan gigi nya yang rapi. Serasa ada ribuan kupu kupu yang beterbangan dalam perut Myung mendengar ucapan Hyeon barusan.
"Kau romantis sekali ternyata ya" Myung mengalihkan pembicaraan sembari mengelus dagu Hyeon dengan lembut. Hyeon sudah berulang kali menghentikan tangan Myung agar Hyeon bisa menahan hasrat dalam tubuhnya.
"Kenapa tangan ini nakal sekali?" Hyeon mengangkat tangan Myung ke atas kepala dan menindih tubuh Myung. Cup satu ciuman singkat mendarat di bibir Myung.
"Gay kita sudah terangsang ternyata" Myung menampilkan senyum evilnya. Hyeon menggeram.
"Kau benar benar berpikir kalau aku seorang gay?" Hyeon meraba dada Myung membuat Myung mendesah ringan. "Tarik kata kata mu Myung-ah!" Myung menggeleng namun badannya meliuk menahan sensasi aneh karena tangan Hyeon yang tak seharusnya berada di dadanya.
"Apa kau ingin bermain main dulu?" Hyeon membuka tali pengait jubah tidur Myung sehingga lingerie yang tipis itu langsung terlihat oleh mata Hyeon.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂