
"Hyeon-ah" Myung mencoba membujuk suaminya itu. Hyeon tidak menghiraukan ucapan lembut Myung. Hyeon segera menggendong tubuh Myung karena Myung memberontak saat di bawa ke kamar.
"Tidak, tidak, tidak, turunkan aku Hyeon" Myung memukul punggung Hyeon.
Hyeon menurunkan Myung dengan paksa, Myung terjatuh namun Myung tidak merasakan sakit karena Myung jatuh ke dalam bath up, Hyeon memandikan Myung dengan paksa. Hyeon juga menyabuni seluruh tubuh Myung.
Myung menangis sambil menutupi alat alat penting milik nya. Hyeon menggeram karena Myung menangis. Percayalah seorang mafia akan semakin emosi melihat orang menangis.
Setelah selesai mandi Hyeon memakai kan Myung jubah mandi lalu menggendong Myung keluar. Hyeon mengeringkan rambut panjang Myung.
Myung masih menangis karena tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Hyeon kepada nya barusan. Pertama kali Hyeon melihat tubuhnya tanpa sehelai benang. Myung terisak keras.
Hyeon mengangkat tubuh Myung lalu meletakkan nya di atas king size milik mereka. Hyeon segera menindih tubuh Myung dan tersenyum sinis.
"Kenapa kau seperti ini?" Myung tak dapat membendung air matanya. "Kau berbohong padaku" Hyeon mulai menggerayangi tubuh Myung dengan lihai. "Aku bisa menjelaskan nya, kau tidak harus memperlakukan ku seperti ini" Myung berteriak.
"Aku tidak butuh penjelasan" Hyeon membuka pengait celana nya lalu melepas semua pakaiannya sendiri. Myung menatap takut kepada Hyeon.
"Ku mohon jangan lakukan itu Hyeon! " Myung tidak berhenti menangis. Seperti kesetanan Hyeon tidak mengindahkan ucapan Myung sedikitpun.
"Aakkhh" Myung mencakar punggung Hyeon menahan rasa sakit saat sesuatu merobek selaputnya di bawah sana. Air mata Myung seakan tak bisa berhenti.
"Aku akan bergerak Myung-ah" Hyeon mulai bergerak. Myung mendesah karena tidak siap dengan gerakan Hyeon yang tiba tiba. Mereka menghabiskan semalaman dengan bercinta. Hyeon tersenyum senang karena istrinya berulang kali berteriak frustasi di bawahnya persis seperti apa yang diucapkan oleh Myung ketika konferensi pers.
Pagi hari Myung merasa lapar karena dia belum mengisi perutnya semenjak kemarin. Myung menatap seprai yang mereka pakai sudah tidak berbentuk. Ditambah jubah mandi dan pakaian Hyeon yang berserakan di lantai.
Myung tidak menyesali perbuatan mereka semalam. Myung juga merasa senang karena dia melakukan itu dengan orang yang dia cintai. Namun Myung merasa bersalah melihat punggung Hyeon yang dipenuhi dengan cakaran nya semalam.
Myung memutuskan untuk mandi lalu turun ke bawah. Di meja makan Myung melihat Ye Jun dan Seung Ki yang sedang menikmati teh dan roti menunggu mereka berdua turun. Myung duduk di tempat biasanya dan tidak menghiraukan tatapan jahil Seung Ki.
"Kenapa Noona terlambat ke bawah? Kami sudah sangat lapar noona, lihatlah jam berapa ini? Apa noona bercinta dulu sebelum kesini?"
Myung mendelik tajam. "Siapa yang bercinta? Aku hanya, hanya, hanya terlalu lelah semalam, iya aku lelah" mendadak Myung tergagap.
Seung Ki tertawa keras disusul oleh Ye Jun. Tawa mereka membuat Hyeon terbangun. Hyeon memakai celananya lalu turun ke bawah tanpa mandi terlebih dahulu.
"Apa Noona sudah pernah bercinta dengan Hyeon Hyung?" Seung Ki bertanya blak blakan. "Tidak pernah, kami tidak pernah bercinta, yang benar saja" Myung mendengus.
Hyeon tersenyum tipis mendengar jawaban Myung.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂