The Best Decision

The Best Decision
Pengganggu



Hyeon merobek lingerie milik Myung membuat Myung membulatkan matanya. "Aku bercanda Hyeon-ah aaaahhh" Myung tak kuasa menahan gejolak aneh itu. Hyeon tersenyum tipis melihat reaksi Myung karena perbuatan nya.


Hyeon melancarkan aksinya dengan menghis*p dan menggigit kecil bukit squishy milik Myung membuat Myung melenguh kenikmatan. Tapi otak Myung seakan memerintahkan Myung agar mendorong Hyeon dari atasnya.


Penutup tubuh bagian atas Myung sudah lenyap bahkan nyaris tak berbentuk karena robekan paksa dari Hyeon. Myung mulai mengumpulkan kesadaran nya, dan mendorong dada Hyeon agar menyingkir dari atas.


Hyeon mencu*bu dada Myung sehingga menimbulkan bekas kepemilikan di sana. Setelah puas Hyeon mengamati hasil perbuatan nya. Myung menutupi dadanya dengan kedua tangan.


Hyeon ingin membuat tanda lagi namun di tempat yang berbeda. Hyeon mengangkat tangan Myung ke atas lagi dan menghis*p squishy itu lagi membuat Myung tak henti mendesah.


Ceklek


"Hyung, kita bisa terlambat, aaaaa mataku" Seung Ki menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Pengganggu sialan" Hyeon menutupi tubuh Myung dengan selimut dan beranjak dari tubuh Myung setelah seluruh tubuh Myung tertutupi sempurna.


"Bisakah kau mengetuk pintu lebih dulu?" raut wajah Hyeon menyiratkan suatu kemarahan karena aktivitas nya terganggu. Seung Ki menahan senyuman dari bibirnya sekuat tenaga. Akan sangat bahaya jika senyum itu terpancar.


"Hyung, maafkan aku"


"CEPAT KATAKAN!"


Myung tertawa di balik selimut membuat Seung Ki tertawa juga.


"Cepatlah! Ini hari terakhir kita latihan" Seung Ki menutup pintu.


"Kenapa kau tertawa?" Hyeon menatap tajam ke Myung.


Myung tak memedulikan tatapan tajam itu, Myung mengangkat selimutnya agar tidak melorot, Myung masuk ke kamar mandi sambil tertawa mengejek Hyeon.


Di meja makan Myung tak hentinya mengeluarkan senyum mengejek kepada Hyeon.


"Sudah jam berapa ini Myung noona?" Seung Ki mengedipkan matanya sebelah seakan mengkode Myung.


"Kenapa melihat ke pada ku?" Hyeon bertanya dengan nada ketus.


Sontak yang ada di meja makan tertawa kecuali Hyeon. Ye Jun tertawa paling keras karena Seung Ki menceritakan seluruh kejadian tanpa tertinggal sedikit pun.


Hyeon makan dengan suara keras. Myung memegangi perutnya karena terlalu banyak tertawa.


"Hyeon-ah" Myung menepuk paha Hyeon membuat Hyeon terlonjak kaget. Karena lupa Myung tidak memindahkan tangannya dari paha Hyeon membuat Hyeon mati matian menahan diri.


Myung merasa heran dengan Hyeon.


"Hyeon-ah apa terjadi sesuatu? Kenapa kau tegang sekali?" Myung berpindah ke pangkuan Hyeon dan memeriksa suhu tubuh Hyeon.


"Tidak panas" Myung tampak berpikir keras.


"Aku baik baik saja, tapi aku akan lebih baik baik saja jika kau menyingkir dari pangkuan ku" Hyeon berkata dengan datar namun tak urung Hyeon melingkarkan tangannya di pinggang Myung agar tidak jatuh.


Myung yang mengerti arah pembicaraan mereka langsung beranjak dari pangkuan Hyeon.


"Aku duluan" Myung berlalu dari hadapan ketiga laki laki yang ada di meja makan.


***


Aktivitas hari ini terasa begitu cepat berlalu, bahkan sekarang Myung sedang di bujuk oleh Hyeon agar mau dirias oleh tata rias. Pasalnya malam ini adalah malam acara penghargaan.


Hyeon ingin menjadikan Myung bintang utama yang paling bersinar malam ini.


"Ayolah Myung-ah, ini hanya sebentar" Hyeon mengangkat tubuh Myung agar duduk di kursi rias yang tersedia.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂