The Best Decision

The Best Decision
Aku Senang Melihat Istriku Kesal



"Kau tidak boleh pergi dengannya" Hyeon mengambil ponsel Myung dan mengetikkan sesuatu di ponsel Myung. "Apa yang kau lakukan?" Myung berusaha menghentikan ulah Hyeon, namun Myung kalah cepat, Hyeon segera menekan tombol send. Hyeon tersenyum menang. Hyeon menarik Myung ke dalam pelukannya dan memejamkan matanya.


"Kau selalu saja seenaknya" Myung kesal bukan main. "Tidurlah!" Hyeon mengusap usap bahu Myung, "Lepaskan aku!" Myung menggerak gerakkan badannya ke kiri dan kanan. "Diamlah! Kau bisa membangunkan sesuatu" Myung diam seketika, Hyeon terkekeh dan mengeratkan pelukannya.


***


Di pagi hari Myung sengaja bersiap siap di subuh buta, Myung berjalan pelan mengambil ponselnya, Myung melangkahkan kakinya sepelan mungkin agar Hyeon tidak terbangun.ย  Ketika Myung hendak menjangkau ponselnya di nakas sebelah kiri Hyeon tiba tiba Hyeon terbangun dan tersenyum jahil. Grep! Hyeon memegang tangan Myung hal itu membuat Myung terlonjak kaget.


Hyeon menarik Myung, karena tidak siap Myung terjatuh ke dada bidang Hyeon, "Kau cantik sekali, ini masih pagi Myung-ah" Hyeon mengusap lembut pipi Myung.


"Menyingkirlah dari atas ku!" Myung tak menghiraukan ucapan Hyeon sebelumnya. "Aku belum dapat ciuman selamat pagi" Hyeon membuat mood Myung sedikit rusak. "Jangan banyak permintaan Hyeon-ah, aku mau berangkat ke perusahaan" Myung mengalihkan pandangannya.


"Cepatlah Myung-ah, berikan aku ciuman" Hyeon masih menggoda Myung. "Tidak akan" Myung menatap tajam Hyeon. Cup! Hyeon langsung mencium Myung, semakin lama semakin dalam. Setelah puas Hyeon melepaskan ciuman mereka. "Jika kau tak mau maka dengan senang hati aku akan memberimu ciuman" Hyeonย  beranjak dari tubuh Myung. "Kau pikir aku butuh ciuman mu" Myung berkata dengan sarkas sambil berdiri dan merapikan pakaiannya yang kurang rapi ulah Hyeon.


"Aku yakin kau sangat butuh ciuman itu, Ah! Aku benar benar suami yang baik yang mengerti kebutuhan istrinya" Hyeon berkata dengan bangga sementara Myung keluar dari kamar sambil menghempaskan pintu. Terdengar debuman suara pintu membuat Hyeon tertawa terbahak bahak karena berhasil mengerjai Myung.


Hyeon akui kalau akhir akhir ini dia merasa sangat senang jika melihat wajah kesal Myung.


Myung menunggu Hyeon untuk sarapan pagi dengan wajah yang super kesal. Hyeon turun sambil memasang dasinya, ia melihat Myung yang duduk menunggunya di meja makan. Hyeon mengecup pipi Myung singkat. "Jangan cium aku lagi!" Myung berteriak kesal. Hyeon tersenyum simpul.


"Jika kau menciumku sekali lagi maka aku akan memotong bibirmu" ancam Myung. Hyeon tertawa terbahak bahak membuat Myung makin kesal.


Hyeon mengecup bibir Myung sekilas,ย  "JANGAN CIUM AKU" Myung berteriak keras, hal itu membuat semua penghuni mansion melihat ke arah mereka.


"Apa yang terjadi noona?" Seung Ki bertanya dengan nada simpati yang di buat buat. Myung tak menjawab pertanyaan Seung Ki. "Dia marah marah dari tadi Seung Ki-yah" Hyeon sengaja membuat Myung kesal. "Jangan berbicara Hyeon, aku benar benar marah untuk... " Hyeon mencium bibir Myung lagi, hal itu membuat Myung membelalakkan matanya.


Hyeon melepaskan ciuman mereka, "Ayo kita makan!" Hyeon tak memedulikan tatapan tajam Myung yang sedang mengarah kepadanya. Myung memakan makanannya dengan suara yang keras, dia sengaja membuat keributan. Ketiga pria yang ada disana tertawa melihat tingkah Myung termasuk Ye Jun.


Selesai makan Myung mengambil tasnya, "Masuk ke mobil!" Hyeon mengatakan nya dengan kalimat perintah yang benar benar tak bisa di tolak, tapi bukan Myung namanya kalau tidak menolak semua perintah Hyeon. "Aku pergi sendiri, aku tidak mau satu mobil dengan Gay" Myung berjalan mendahului Hyeon.


Grep! Hyeon memeluk pinggang Myung dari belakang sehingga Myung berhenti berjalan. "Ada apa lagi?" Myung bertanya dengan kesal. "Jangan membantahku" Hyeon berbisik di telinga Myung, "Terserah padaku, kau juga sering berbuat seenaknya pada... " Hyeon mengangkat tubuh Myung.


Hyeon meletakkan Myung di kursi penumpang. Seung Ki dan Ye Jun sudah berangkat lebih dulu.


"Turunkan aku di dekat perusahaan saja" Myung bicara tanpa menoleh. Hyeon pura pura tidak dengar. Hyeon melajukan mobilnnya dengan cepat sehingga mereka sampai di depan perusahaan, "Apa kau tidak mendengar?" Myung membentak Hyeon.


Hyeon membawa mobilnya masuk tempat parkir. Myung keluar dari mobil dan menghempaskan pintu mobil dengan kuat. Hyeon mengejar Myung, "Apa salahnya jika kau berangkat bersama ku?" Hyeon menarik pinggang Myung agar mendekat kepadanya. "Lepaskan aku! Apa kau ingin terjerat skandal?" Myung melepaskan tangan Hyeon dari pinggangnya.


"Tidak masalah" Hyeon menarik pinggang Myung lagi. Myung menginjak kaki Hyeon dengan ujung tumit high heelsnya. "Aw! Apa yang kau lakukan?" Hyeon mengaduh kesakitan. Myung berlari meninggalkan Hyeon yang mengusap kakinya.


Hyeon melihat punggung Myung yang semakin menjauh darinya, Hyeon menuju ruangan nya.


"PAGI" Myung berteriak di depan pintu ruangan nya. "Eeeh! Ada orang lain ternyata" Myung malu, "Myung-ah kemarilah!" manajer Kang melambaikan tangan nya. Myung masuk ke dalam ruangan itu dan duduk diantara mereka berdua.


"Myung-ah, perkenalkan ini Lucas Wang, panggil saja Lucas, dia artis baru" Myung melirik ke arah Lucas. Myung menyipitkan matanya seakan curiga dengan manajer Kang. "Namaku Kim Byeol Myung, panggil saja Myung" Myung mengulurkan tangannya. "Aku sudah tau Myung" Lucas menjabat tangan Myung.


"Myung-ah dengarkan oppa" manajer Kang mulai menjelaskan maksud kedatangan Lucas. "Oppa" batin Lucas. "Lucas akan menjadi artis disini, berhubung dia belum punya manajer jadi oppa yang akan menjadi manajernya untuk sementara" Myung melirik tidak suka ke arah Lucas membuat Lucas menjadi tidak nyaman.


"Kenapa harus oppa?, kenapa tidak manajer yang lain?" Myung menanyakan kejanggalan yang menggerogoti hatinya. "Asisten Han yang memerintahkan langsung kepada oppa, katanya oppa bisa membuat dia bersinar seperti kamu saat ini" Manajer Kang memuji dirinya sendiri.


"Cih!" Myung berdecih, "Myung-ah mari berteman dengan baik dan mohon bantuannya" Lucas berbicara dengan mantap. "Hem" Myung pura pura jutek. Sebenarnya Myung ingin mengetes kepribadian Lucas. Myung merasa senang karena sekarang dia punya teman baru. Myung tidak pernah punya teman sebelumnya karena tidak ada yang ingin berteman dengannya.


"Ayo kita latihan untuk acara penghargaan" manajer Kang membimbing mereka ke ruangan latihan. Disaat latihan Lucas kelihatan fokus dia sering menanggapi hal hal yang ia rasa janggal agar tampilannya bagus.


***


"Sekarang kita istirahat dulu, ayo kita makan di cafetaria saja" manajer Kang bicara pada Myung. "Lucas apa kau tidak akan istirahat? kau boleh ikut dengan kami" manajer Kang membereskan kertas yang berserakan. "Oppa tidak perlu ajak dia, mungkin dia ingin makan di restoran, ayo! Nanti saja bereskan kertas ini" Myung menarik tangan manajer Kang. "Aku ikut kalian" Lucas mempercepat langkahnya agar bisa sama dengan manajer Kang dan Myung.


Sesampainya di cafetaria, Myung memilih bangku yang di pojok, "Apa tidak masalah kau makan disini?" Myung menarik kursinya. "Tidak, waktu trainee aku sering makan di cafetaria jadi aku sudah terbiasa" Myung hanya mengangguk angguk.


Sementara itu Hyeon baru memasuki cafetaria, Hyeon melihat Myung duduk bersama dua pria di depannya, "Satu manajer kang, satu lagi siapa?" Hyeon bertanya tanya dalam hati.


BERSAMBUNG ๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚