
Myung menggeliat tidak nyaman karena terganggu oleh nada dering dari ponselnya. Myung menggeser tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelepon.
"Halo"
"Halo Myung-ah, kau dimana? Bisakah kau datang ke sini?"
"Sang Hee-ssi?" Samar samar Myung mendengar dentuman musik, Myung yakin kalau Sang Hee tengah mabuk sekarang.
"Tunggu aku" Myung beranjak dari tempat tidurnya, Myung menyadari kalau dia tidak di kamar Ye Jun melainkan di kamar mereka, Myung mengambil jaket yang agak tebal agar tidak kedinginan.
Hyeon melihat Myung yang tergesa gesa keluar kamar memakai jaket.
"Hyeon-ah, aku keluar sebentar, temanku sedang mabuk berat di Club Victoria"
Myung berlalu tanpa mendengarkan balasan dari Hyeon. Ye Jun curiga, setahunya tidak ada yang mau berteman dengan Myung.
Myung sampai di Club Victoria dengan cepat, Myung melangkahkan kakinya ke arah Sang Hee di ruangan VIP. Sang Hee secara sengaja menuangkan wine ke jaket yang di pakai Myung.
"Sang Hee-ssi" ucap Myung kesal.
"Ah! Maafkan aku, pakai gaun ini, aku pikir kamu akan masuk angin jika terlalu lama memakai baju yang basah" Sang Hee memberikan paper bag dengan mata sayu khas orang mabuk padahal sebenarnya dia tidak mabuk sama sekali.
"Aku ke toilet sebentar" Myung mengambil paper bag itu. Setelah beberapa menit, Myung kembali ke ruangan VIP dengan perasaan tidak nyaman. Banyak tatapan lapar yang mengarah kepadanya. Myung melihat Sang Hee yang tersenyum puas melihat penampilan Myung.
"Sang Hee-ssi apa kau punya jaket?"
"Aku kesini untuk menjeput mu dan mengantarkan mu ke apartemen mu"
"Siapa bilang? Kau kesini untuk memuaskan ku, aku belum pernah menyentuh mu sedikitpun, tapi apa yang kudapati? Kau berciuman dengan Hyeon di depanku" Sang Hee menekan pipi Myung dengan kuat.
"Kita sudah lama putus" Myung berkata dengan tenang. "Aku tau Myung-ah, tapi aku ingin menjadi yang pertama untukmu" Sang Hee meraba paha Myung dengan lembut.
"Hentikan! Jangan sentuh aku!" Myung menangis. "Kenapa berhenti? Kita belum mendapatkan puncak kenikmatan, haha" Sang Hee menarik gaun itu namun Myung menahan agar tidak terbuka.
"BAJI*GAN" Hyeon melayangkan tinjunya ke wajah Sang Hee. Myung terlonjak kaget. "Ye Jun urus dia" Hyeon meninggalkan Sang Hee dengan Ye Jun.
Myung menatap manik Hyeon dengan takut. Tubuhnya bergetar hebat karena terlalu takut. Myung sudah paham kalau Hyeon sangat mengerikan di saat dia marah. Di dalam mobil Hyeon mendiamkan Myung sepanjang jalan.
Berulang kali Myung melirik ke arah Hyeon berharap Hyeon mau berbicara. Biarlah Myung kena marah daripada didiamkan seperti ini. Myung tidak bisa menebak apakah Hyeon sedang marah atau tidak saat ini.
Sampai di depan mansion, Hyeon menarik kasar tangan Myung dan segera membawanya ke kamar mereka.
"Hyeon hyung, jangan terlalu kasar kepada Myung noona, lihatlah dia kesakitan" Seung Ki mencegat mereka.
"DIAM KAU" Hyeon mengarahkan revolver ke arah Seung Ki, Myung terkejut sekaligus heran, kenapa banyak sekali pistol Hyeon. Sekarang pistol yang berbeda dari yang di kantin.
Seung Ki tidak menghalangi jalan mereka lagi, Hyeon menarik kasar tangan Myung.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂