
Sementara itu di Young Entertainment Hyeon langsung duduk di sofa, disusul oleh asisten Han.
"Kenapa datang ke penthouse ku sepagi itu?" tanya Hyeon dingin. Tampaknya sifat asli nya sudah kembali.
"Maaf tuan, Nyonya Jung Hye masuk rumah sakit lagi karena serangan jantung nya kambuh tuan" ucap asisten Han takut takut.
"Kenapa bisa kambuh?" tanya Hyeon datar, Hyeon sudah mengira akan seperti ini lagi. Ibunya bersikeras agar tidak perlu di obati.
"Video tuan yang menampar wanita di toilet semalam menjadi trending topik pagi ini tuan" jawab asisten Han berusaha menjelaskan secara detail kepada Hyeon.
"Kenapa hanya video itu saja yang tersebar sementara video aku tidur dengan wanita lain tidak menjadi trending topik bahkan mereka sedikitpun tidak menyinggung nya" Ujar Hyeon putus asa.
"Nyonya Jung ingin tuan menemuinya ketika istirahat makan siang" lanjut asisten Han dengan sopan, takut jika tuannya meledak sewaktu waktu.
"Baiklah, kosongkan jadwal ku hari ini! Aku ingin mengistirahatkan kepala ku dulu" ucap Hyeon.
"Baik tuan, saya keluar dulu" ucap asisten Han sambil menundukkan kepalanya.
"Hem" balas Hyeon.
Myung sedang duduk di sofa yang disediakan untuknya di ruangan khususnya. Manajer Kang sedang keluar untuk mengurus sesuatu.
Tiba tiba ponsel Myung berbunyi menandakan ada panggilan masuk, disana tertera nama Sang Hee Oppa
Myung pun mengangkat nya, Myung penasaran, apa yang ingin di katakan oleh Sang Hee sepagi ini.
"Hello" ucap Myung sedikit ketus.
"Myung-ah, kapan kau selesai trainee, aku sudah sangat merindukan mu" ucap Sang Hee dengan berseri seri.
Sang Hee memang sangat sayang kepada Myung namun, Sang Hee tidak ingin merasa bosan ketika Myung trainee, Sang Hee berjanji akan memutuskan Soo Jin jika Myung sudah selesai trainee.
"Aku sudah debut enam bulan yang lalu" jawab Myung datar.
Sang Hee terkejut dengan jawaban Myung. Namun Sang Hee mencoba tertawa supaya tidak terperdaya oleh ucapan Myung.
"Ha ha ha, Myung jangan bercanda, ini masih pagi" balas Sang Hee tertawa terpingkal pingkal.
"Sang Hee-ssi" ucap Myung dingin.
"Myung-ah kenapa kau memanggil ku seformal itu bukankah kita masih pacaran?" tanya Sang Hee setelah berhenti tertawa.
"Bukankah sesama artis harus berbicara formal agar tidak canggung, Sang Hee-ssi jangan terlalu sering menelepon saya lagi, dan satu lagi tolong ubah nama kontak saya di hp anda, saya takut nanti media tahu tentang hubungan kita, saya tidak ingin di sorot kamera" jawab Myung dingin.
Sang Hee terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Myung kepadanya, seakan Myung adalah orang yang baru ia kenal.
Myung tidak mendengar suara Sang Hee lagi, lalu Myung memutuskan panggilan mereka secara sepihak.
Sang Hee terbelalak ketika Myung memutuskan panggilan telepon mereka.
Myung mengubah nama kontak Sang Hee Oppa menjadi Sang Hee-ssi.
"Ini kelihatan menarik" ucap Myung sambil menyunggingkan senyum menutupi rasa sakit hati nya.
Myung pergi ke ruangan khusus musik. Myung mencoba mengalihkan pemikiran nya dengan bermain alat alat musik. Myung memang multitalenta, Myung bisa memainkan hampir seluruh alat musik. Myung juga bisa menirukan tarian hanya dalam hitungan menit. Hal itulah yang menyebabkan Myung hanya sebentar menjalani masa trainee. Tidak berapa lama manajer Kang menyusul Myung di ruangan khusus musik itu.
Tanpa terasa hari sudah siang, manajer Kang mengajak Myung makan di luar, Myung pun mengiyakan.
Hyeon melajukan mobilnya ke rumah sakit yang sudah dikatakan oleh asisten Han. Sesampainya di rumah sakit Hyeon bergegas menuju ruangan ibunya. Hyeon membuka pintu, Hyeon melihat ibunya tengah duduk bersandar di ranjang.
"Eomma (ibu) " Hyeon memanggil ibunya.
Jung Hye melihat Hyeon dengan sorot mata yang susah diartikan. Jung Hye kecewa dengan anak satu satunya itu. Jung Hye berharap Hyeon cepat menikah dan memberikan cucu untuknya agar tidak ada berita yang buruk lagi tentang Hyeon.
"Duduklah!" balas Jung Hye datar.
"Kapan kau akan menikah?" tanya Jung Hye langsung ke inti pembicaraan.
"Aku belum tau eomma" jawab Hyeon datar.
"Apa kau akan terus menampar wanita setiap mereka menyentuhmu? Kapan kau akan sembuh dari penyakit gay itu?" tanya Jung Hye mulai emosi.
"Eomma, aku tidak gay, berapa kali aku katakan" balas Hyeon.
"Kalau kau tidak gay kau tidak akan menampar mereka" ucap Jung Hye.
"Aku hanya sedang mencari orang yang tepat eomma" ujar Hyeon berusaha menjelaskan kepada ibunya.
"Eomma sudah mengatur semuanya, nanti malam temui seseorang di flower cafe jam 20.00, kau hanya perlu menemui nya sekali jika tidak cocok kau boleh pergi, setidaknya publik mengetahui jika kau tengah berkencan" perintah Jung Hye tegas.
"Eomma" Hyeon merengek kepada ibunya.
"Kau boleh pergi, semoga cocok" ucap Jung Hye tanpa memerdulikan rengekan Hyeon.
Hyeon memeluk ibunya sekilas lalu Hyeon meninggalkan ibunya sendirian.
Hyeon melajukan mobilnya menuju penthouse, Hyeon tidak tahu bagaimana caranya menolak perintah ibunya. Ibunya sudah sering mengatur jadwal kencannya, tapi selalu berakhir tragis, Hyeon selalu menampar siapapun yang menyentuh wajahnya.
Sesampainya di Penthouse Hyeon masuk ke kamarnya dan mencoba untuk tidur agar bisa melupakan masalah nya sejenak.
Di lain tempat Myung sedang duduk manis di sebuah cafe terkenal bersama manajer Kang, sekilas mereka memang terlihat serasi. Tiba tiba seorang wanita paruh baya duduk di samping Myung, Myung melihat sekilas, mata Myung menangkap sesosok wanita yang familiar baginya. Myung sudah memakai kontak lensanya lagi.
"Myung-ssi" ucap wanita itu.
"Iya ajumma (bibi)" Myung baru tersadar ternyata wanita itu adalah ibu Sang Hee. Myung sudah dua tahun tidak bertemu dengan ibu Sang Hee.
"Kau semakin cantik semenjak debut Myung-ssi" ujar Ibu Sang Hee.
"Ah! Terima kasih ajumma" ucap Myung sambil menampilkan senyum formalnya.
"Kenapa kau tidak pernah berkunjung kerumah? Apa karena kau sudah putus dengan Sang Hee?" tanya ibu Sang Hee.
Myung terkejut mendengar ucapan ibu Sang Hee namun Myung tidak memperlihatkan ekspresi terkejutnya, "ternyata dia mengatakan kepada ibunya kalau kami sudah putus" batin Myung.
"Ah! Aku sedikit sibuk ajumma, lain kali jika aku punya waktu aku akan berkunjung" jawab Myung sopan.
"Myung-ssi sebenarnya aku lebih suka kepadamu dari pada Soo Jin kau jauh lebih cantik daripada Soo Jin, apalagi jika kalian disandingkan berdua, tapi sebagai seorang ibu, ajumma akan menuruti pilihan anak, Bukankah begitu Myung-ssi?" tanya Ibu Sang Hee.
"Iya" jawab Myung datar.
"Siapa dia?" tunjuk ibu Sang Hee kepada manajer Kang.
"Apa dia pacar barumu?" tanya ibu Sang Hee lagi mengeluarkan pendapat nya.
"Dia bukan pacarku, dia manajer ku" ucap Myung.
"Baiklah, aku harus pergi, sering sering lah berkunjung!" ujar ibu Sang Hee.
"Iya Ajumma" balas Myung.
Setelah ibu Sang Hee pergi, manajer Kang langsung menyerbu Myung dengan pertanyaan. "Apa kalian sudah putus?" tanya manajer Kang hati hati.
"Aku tidak tahu manajer oppa" jawab Myung sedikit kesal. Mengalirlah cerita tentang kejadian semalam, mulai dari Myung ke flower cafe hingga tadi pagi, namun Myung tidak mengatakan peristiwa tentang Hyeon kepada manajer Kang.
"Sebaiknya kau putuskan saja Sang Hee!" Manajer Kang mencoba menanggapi. "Aku sudah berpikir demikian manajer oppa, aku hanya menunggu waktu yang tepat" balas Myung.
"Bukankah lebih cepat lebih baik?" sambung manajer Kang lagi. "Iya" balas Myung sambil mengangguk. "Manajer oppa ayo kita pulang, aku ingin tidur siang, kepala ku sedikit pusing" ucap Myung. "ayo" balas manajer Kang.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂