The Best Decision

The Best Decision
Pengantin Baru



Myung meletakkan kepalanya di ceruk leher Hyeon sehingga napas hangat Myung menerpa leher Hyeon. "Rupanya aku sedang mengganggu ya?" tanya Seung Ki tak ingin berhenti menggoda pengantin baru itu.


"Bukankah kau sudah berjanji padaku untuk tidak mengganggu  kami?" tanya Hyeon dingin, "Bukankah ini belum masuk kategori mengganggu?" tanya Seung Ki balik. "Aish! Anak ini" Hyeon menggertak marah. Sangat terlihat wajah Hyeon yang tampak kurang puas karena permainan nya diganggu.


"Aku tidak akan melihat, kalian lanjutkan saja" ujar Seung Ki sambil berbaring di kursi berjemur. "KAU" ujar Hyeon geram. "Hyeon-ah aku sudah kedinginan" ucap Myung menginterupsi pertengkaran Hyeon dan Seung Ki. Hyeon melihat wajah Myung yang sudah memutih karena kedinginan.


Hyeon membawa Myung ke tepi kolam dan meletakkan Myung di atas, sementara badan Hyeon masih di dalam kolam. "Ambilkan bathrobe ke dalam!" perintah Hyeon tegas. "Ambilkan bathrobe ke dalam!" ujar Seung Ki mengejek dan beranjak pergi.


Myung melihat ke arah perut Hyeon yang meminta untuk dielus. Hyeon memperhatikan arah pandang Myung dan tersenyum jahil. Hyeon memeluk pinggang Myung membuat Myung mengalihkan pandangannya ke arah Hyeon, "Apa yang kau lihat?" tanya Hyeon sambil menaik turunkan alisnya. Myung terdiam, Hyeon menarik bibirnya membentuk senyuman jahil yang pernah dilihat oleh Myung.


"Apa yang akan dia lakukan?" batin Myung bertanya tanya. Myung mengantisipasi gerakan Hyeon dengan teliti. Hyeon segera menarik tengkuk Myung lagi dan memperdalam ciuman mereka, sementara Myung kesulitan mengimbangi ciuman Hyeon. Myung menepuk dada bidang Hyeon agar melepaskan ciuman mereka karena pasokan udara sudah sangat menipis.


"Ck ck ck Kau bisa membunuh Myung noona Hyung" ujar Seung Ki begitu ia sampai di kolam renang. Hyeon melepaskan ciuman mereka dan keluar dari kolam. Hyeon mengambil bathrobe dari tangan Seung Ki, Myung juga mengambil bathrobe yang ia bawa tadi. Seung Ki pergi meninggalkan mereka berdua di kolam.


Ye Jun tengah menikmati teh panas di ruang keluarga yang berdekatan dengan kolam. Tiba tiba terdengar suara berisik dari arah kolam. Terlihat Myung yang berlari menghindari Hyeon, "Jangan berlari! Lantainya licin" ucap Hyeon mengingatkan namun Myung masih berlari sebisa mungkin, Myung meraih pintu dan berlari ke ruang keluarga memakai bathrobe.


"Kemari kau" ujar Hyeon, Myung menjulurkan lidahnya ke arah Hyeon dan bersembunyi di balik punggung Ye Jun. Hyeon berjalan melenggang ke arah Ye Jun. Grep! Hyeon memegang tangan Myung, "Lepaskan" ucap Myung sambil berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Hyeon.


Hyeon menarik tangan Myung dan membawa Myung ke tangga, Myung menahan badannya agar tidak ikut dengan Hyeon, "Ayolah! Kau sudah kedinginan" ucap Hyeon. "Kau duluan saja" balas Myung kekeuh. "Kau ingin menyerahkan diri atau dipaksa?" tanya Hyeon dengan senyum jahil.


"Tidak keduanya" jawab Myung datar. "Hm! Kau benar benar menguji kesabaran ku" ujar Hyeon mengangkat tubuh Myung ala bridal style, "Turunkan aku! Turunkan aku!" Myung meronta di dalam gendongan Hyeon.


"Diamlah! nanti kita jatuh" ucap Hyeon dingin, Myung terdiam menyadari posisi mereka yang berada di tangga atas. Hyeon melemparkan Myung ke atas ranjang begitu mereka sampai di dalam kamar.


Myung berdiri secepat mungkin dan berlari menuju walk in closet, Myung menatap isi lemari dengan mata terbelalak, pasalnya begitu banyak lingerie untuk pengantin baru, "Kenapa lama sekali?" tanya Hyeon mendekat. Myung tak menyadari kedatangan Hyeon.


Hyeon memeluk pinggang Myung dari  belakang membuat tubuh Myung menegang seketika, "A... Apa... Ah tidak, kenapa kau disini?" tanya Myung setengah gugup. "Aku ingin memakai baju" bisik Hyeon di telinga Myung. Hyeon mengecup leher jenjang Myung.


"Hyeon-ah, aku sudah kedinginan dari tadi" Myung mencoba melepaskan tangan Hyeon dari pinggangnya. Hyeon tersadar tujuan awal ia datang ke walk in closet. Hyeon melepaskan kecupannya dari leher Myung dan mengambil baju santai dan membawanya keluar.


Myung memakai baju turtle neck sehingga menutupi lehernya yang masih kemerahan. "Gay ini selalu meninggalkan bekas" gumam Myung kesal.


Myung keluar dari walk in closet begitu ia selesai berpakaian. "Ayo! Aku sudah lapar" Hyeon mengajak Myung ke ruang makan, disana Ye Jun dan Seung Ki sudah duduk manis menunggu kedatangan mereka berdua. "Apa mansion ini pakai pelayan?" tanya Myung, "Hem" Hyeon hanya berdehem karena melihat Myung yang diperhatikan oleh Ye Jun semenjak mereka duduk.


Pelayan menghidangkan makanan untuk mereka.


***


Keesokan harinya mereka siap siap untuk pergi ke Young Entertainment, sudah lama sekali mereka tidak bekerja karena mengurusi pernikahan mereka.


"Kita akan honeymoon di tahun baru saja, sekarang banyak sekali yang harus aku kerjakan di perusahaan" ucap Hyeon sambil memasang dasinya, namun Hyeon tak bisa fokus karena Myung yang tengah menyisir rambut panjang nya yang memamerkan leher jenjang nya.


"Hem" balas Myung namun tak mengalihkan pandangan nya dari rambutnya.


"Kenapa kau menggoda ku sepagi ini sayang?" tanya Hyeon frustasi dan mendekati Myung lalu meletakkan kepalanya di pundak Myung, "Aku tidak menggoda mu" jawab Myung sekenanya. Myung memperhatikan posisi mereka di balik kaca. Secepat kilat Myung berbalik dan menjauh dari Hyeon. "Pasangkan dasi ku, kau membuat ku tidak fokus" perintah Hyeon tegas.


Myung mengambil dasi Hyeon dengan kasar, membuat sang punya dasi terkekeh senang, "Kita pergi sendiri sendiri saja" Myung mulai bernegosiasi, "Tidak, kau ikut dengan ku" Hyeon tak mengindahkan ucapan Myung.


"Pernikahan kita akan ketahuan jika pergi denganmu" Myung berujar dengan datar. "Apa kau takut pernikahan kita terungkap?" tanya Hyeon dingin. Myung menguatkan ikatan dasi di leher Hyeon membuat Hyeon terbatuk batuk. "Kita sudah berjanji untuk tidak memublikasikan pernikahan ini" Myung menyelesaikan dasi Hyeon.


"Ah! Kau masih ingat janji itu" ujar Hyeon pelan. "Apa yang kau katakan?" tanya Myung. "Tidak ada" ujar Hyeon kesal.


"Satu lagi, bersikaplah seperti atasan dan bawahan jika kita bertemu di perusahaan" Myung berujar dengan lugas. "Memangnya kau pemilik Young Entertainment itu sehingga bisa mengaturku seenaknya" cibir Hyeon. "Pokoknya kita berakting dengan profesional sehingga tak ada yang mengetahui kecuali Ye Jun dan Seung Ki"


"Hem" Hyeon berdehem malas mendengar permintaan Myung yang aneh. "Kau duluan saja, aku akan pergi setelah kau pergi" ujar Myung lagi. "Apalagi ini?" tanya Hyeon heran. "Oh! Ayolah" ujar Myung sambil mengeluarkan puppy eyesnya.


Astaga! Mata itu, jangan meminta apapun dengan menggunakan mata itu, kau kan tau aku tidak bisa tidak mengabulkan permintaan mu jika kau gunakan jurus ini.


"Iya, iya, aku akan duluan" Hyeon mengambil jas nya dan Cup! Hyeon mencium Myung agak lama. "Hati hati" Hyeon mengusap kepala Myung lembut. "Harusnya aku yang bilang seperti itu" Myung menatap heran ke arah Hyeon.


"Aku hanya ingin mengucapkan kata kata hatimu" Hyeon tersenyum simpul. Hyeon berangkat lebih dulu, hal itu untuk mengantisipasi publik yang selalu kepo dengan kehidupan para artis apalagi artis papan atas seperti Hyeon.


Myung bergidik ngeri membayangkan betapa ngerinya jika diserang oleh fans fanatik.


Setelah dirasa jauh Myung keluar dari mandion dan menelepon supir pribadi yang sudah disiapkan oleh Hyeon. Ye Jun dan Seung Ki sudah berangkat lebih dulu.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂