
"Noona, apa Hyeon Hyung benar benar sangat agresif? Aku yakin fantasi liar Noona meleset, aku perkiraan kalau Hyeon Hyung jauh lebih agresif dari fantasi liar Noona tentangnya" Seung Ki sengaja menggoda Myung.
"Apa kau berpikir Noona berfantasi tentang itu? Yang benar saja, lebih baik noona berfantasi tentang pria normal dari pada gay" Myung membuka pintu kamar lalu masuk dan menutupnya kembali.
Tawa Seung Ki menggelegar di depan kamar Myung dan Hyeon hal itu menarik perhatian Hyeon dan Ye Jun.
"Ada apa?" Ye Jun bertanya sambil menaikkan alisnya. "Noona Myung mengatakan kalau Hyeon Hyung adalah gay" Seung Ki tidak bisa menghentikan tawanya membuat Hyeon geram. Hyeon berjalan menuju kamar dan meninggalkan Seung Ki dan Ye Jun yang tertawa mengejek.
Hyeon masuk ke dalam kamar tanpa sepengetahuan Myung, Hyeon mengambil alih sisir yang ada di tangan Myung dan mulai menyisir rambut panjang Myung. "Apa aku...?" Ucapan Hyeon terpotong oleh perkataan Myung. "Diam! Aku hanya berbohong sama seperti mu" Myung merebut sisir dari tangan Hyeon lalu meletakkan nya di atas meja rias.
"Aku tidak berbohong soal perasaan ku Myung-ah" Hyeon menarik bahu Myung agar menatap maniknya.
"Tapi aku bohong Hyeon-ah" Myung bicara seperti nada Hyeon bicara kepadanya. Hyeon langsung membungkam ucapan Myung dengan ciumannya sehingga Myung kesulitan mengikuti Hyeon.
"Mari kita lakukan! Agar kau tidak di cap bohong" Hyeon menyatukan kening mereka dengan nafas memburu menahan gairah di dalam tubuhnya.
"Gay sinting ini!" Myung melepaskan tangan Hyeon lalu mengambil bantal dan membawanya keluar namun belum sampai menuju pintu tubuh Myung tertarik ke belakang oleh pelukan erat dari Hyeon.
"Ayolah Myung-ah! Aku tidak ingin kau dikatakan pembohong oleh orang lain" Hyeon tersenyum jahil. "Kau benar benar sudah gila" Myung menyentakkan tangan Hyeon sehingga pelukan mereka terlepas, Myung memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur. Myung berlari di sepanjang tangga seperti orang yang takut.
"Myung-ah buka pintunya! Apa yang kalian lakukan di dalam?" Hyeon menggebrak pintu kamar Ye Jun dengan tergesa.
"Kami hanya ingin melakukan apa yang ingin kau lakukan kepada ku tadi" Myung sedikit berteriak dan mendesah sehingga darah Hyeon makin mendidih.
"Myung buka pintunya!" Hyeon mengeraskan suaranya.
"Ye Jun Oppa" Myung sedikit mendesah di ujung kalimatnya. "Ini sangat sempit Myung-ah" Ye Jun yang tidak mengerti hanya berbicara fakta tanpa kebohongan sedikitpun.
Hyeon mencari kunci serap ke seluruh ruangan namun tidak ada, Hyeon kembali ke depan kamar Ye Jun.
"Ye Jun buka pintunya!" suara Hyeon terdengar tenang menandakan dia cukup marah saat ini. "Aku tidak bisa bergerak banyak Hyeon-ah" Ye Jun sedikit berteriak.
Ceklek, Hyeon membuka pintu kamar Ye Jun dengan kawat bunga yang ada di samping kamar Ye Jun. Hyeon tersenyum tipis melihat Myung yang tertidur di samping Ye Jun. Benar saja Ye Jun tidak bisa bergerak karena Myung menindih selimut yang di pakai Ye Jun.
Hyeon menggeser posisi Myung sehingga Ye Jun bisa bergerak dan bangkit dari ranjang. Hyeon memindahkan Myung ke kamar mereka.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂