The Best Decision

The Best Decision
Penuh Kejutan langka dari Tuan Hyeon



Hyeon sedang berada di Moon Club bersama dua temannya dan seorang manajer, namun diluar ruangan VIP itu ada beberapa pengawal Hyeon untuk menjaga bosnya agar tidak ada yang mengganggu.


Seung Ki terlihat sudah sangat mabuk dan mulai meracau,


"Hyeon Oppa apa kau masih marah denganku karena aku menelepon mu tadi siang" tanya Seung Ki seperti perempuan.


" Hey!!! panggil aku Hyung" jawab Hyeon dingin.


"oppa, jangan marah lagi ya! ya! ya!" Seung Ki mulai menggoyangkan tubuh Hyeon.


Hyeon kesal dengan Seung Ki dan Hyeon ingin pergi ke toilet.


Ketika balik dari toilet Hyeon terkejut karena ada seorang wanita yang memeluk nya dari belakang, lalu Hyeon berbalik dan langsung melepaskan tangan wanita itu dengan kasar, hal itu menimbulkan banyak mata yang melihat ke arah mereka, wanita itu mengalungkan tangannya ke leher Hyeon, dengan sikap refleks Hyeon langsung menampar wanita tadi, wanita itu menangis dan langsung pergi.


Tanpa Hyeon sadari banyak kamera yang sudah mengabadikan momen tersebut. Entah apa yang akan terjadi jika mereka menjadikan itu berita teratas.


Myung benar benar merasa pusing karena terlalu banyak meminum alkohol dan ia merasakan sesuatu yang akan keluar dari mulutnya, Myung langsung berlari sempoyongan menuju toilet, ketika hendak sampai ke toilet Myung benar benar tidak bisa menahannya lagi, ditambah Myung yang pusing sehingga Myung hampir terjatuh, namun langsung di tahan oleh Hyeon.


Para wartawan sudah pergi hingga hanya mereka berdua yang ada di sana. Tanpa sengaja Myung langsung muntah di jas yang dikenakan Hyeon.


Hyeon tampak menggertakkan giginya, karena itu adalah jas kesayangan nya, Myung pingsan setelah muntah.


Hyeon benar benar kesal dengan wanita cantik itu.


Hyeon tidak tahu harus berbuat apa, Hyeon langsung menggendong Myung menuju ruangan VIP, terlihat wajah pengawal Hyeon yang heran namun Hyeon tidak perduli dengan itu.


Manajer Han terkejut, Hyeon tidak suka sentuhan dan sekarang Hyeon tengah menggendong seorang wanita cantik dan seksi.


Hyeon langsung meletakkan wanita itu di atas sofa, Myung sadar sambil terkejut dia tidak tahu dia berada dimana, Hyeon terkejut dengan mata Myung yang berwarna biru itu.


Myung mendongak ke atas dan Myung melihat Hyeon tengah memandanginya dengan sorot mata yang tajam.


Myung menelan ludah dengan susah payah, Hyeon langsung melemparkan jas nya yang kena muntah itu ke Myung dan muntah nya itu mengenai crop top yang dikenakannya.


"Kenapa melempar ku dengan jas? " tanya Myung setengah sadar sambil melemparkan jas itu sembarangan.


"Kaulah yang menyebabkan jas ku menjadi seperti itu" jawab Hyeon geram.


Asisten Han takut terjadi sesuatu pada Myung, karena Hyeon tidak pandang bulu bagi siapapun yang berbuat salah, apalagi menyangkut hal yang dia sayangi.


"Kau mau menipuku bisa jadi itu ulah kau sendiri yang muntah, kau juga mabuk kan, lihatlah kau mengotori bajuku" jawab Myung dengan sedih.


"Kau benar benar menguji kesabaran ku" Hyeon langsung menarik tangan Myung agar Myung mau tanggung jawab dengan jas itu.


Ketika Myung sudah berdiri Myung merasakan kepalanya pusing kembali, Myung berjalan akan mengambil jas itu tapi Myung tidak bisa berdiri lagi, Myung langsung pingsan di pundak Hyeon.


"Aaiisshh" Hyeon benar benar kesal dengan Myung.


Asisten Han membayar semua tagihan termasuk minuman Myung dan membawakan tas yang dibawa Myung.


Sesampainya di penthouse, Hyeon membawa Myung ke kamar di sebelah kamarnya, Hyeon memanggil kepala pelayan.


"Hyerin! " teriak Hyeon dari kamar.


Hyerin langsung bergegas menuju kamar tadi dan betapa terkejutnya Hyerin melihat wanita cantik tengah terlelap di kasur itu.


"Ada apa tuan? " tanya Hyerin sambil menunduk.


"Ganti bajunya dengan yang lebih bersih" perintah Hyeon dengan tegas.


"Maaf tuan Di rumah ini tidak ada baju wanita" jawab Hyerin sambil takut takut.


Hyeon tampak berpikir, "tunggu sebentar " Hyeon langsung kekamarnya untuk mengambil kemeja putih miliknya.


"Ganti dengan ini saja" Hyeon mengatakan itu sambil melemparkan kemeja putih itu kepada Hyerin.


"Baik tuan" Hyerin pun melakukan pekerjaan nya dengan pelan agar si nona cantik itu tidak bangun.


Hyeon balik ke kamarnya, dan terdengar bunyi gemericik air menandakan Hyeon tengah mandi.


Setelah mandi dan berpakaian santai Hyeon pergi melihat Myung di sebelah kamarnya, Hyeon menelan ludah ketika melihat paha putih mulus milik Myung, Hyeon tidak tahu kenapa ia merasa tertarik dengan wanita cantik itu.


Hyeon berniat untuk memakaikan Myung selimut agar tidurnya nyaman. Namun ketika tangan Hyeon baru menyentuh ujung selimut Myung terbangun dan langsung berhambur ke pelukan Hyeon.


Hyeon terkejut namun Hyeon mendengar nafas Myung mulai teratur kembali menandakan Myung sudah tertidur lagi, Hyeon meletakkan Myung dengan hati hati, namun Myung tidak melepaskan pelukan nya.


"Temani aku tidur!! " ucap Myung ngigau.


Hyeon tersenyum, Hyeon naik keatas tempat tidur lalu ikut memejamkan mata menuju alam mimpi indah.


Asisten Han sampai di kediaman Hyeon dan langsung masuk ke dalam. Han berpapasan dengan Hyerin yang balik dari lantai atas. Kamar Hyeon ada di lantai dua.


"Hyerin-ssi apa tuan Hyeon di kamarnya? " tanya Han kepada Hyerin.


"Tuan Hyeon di sebelah kamarnya" jawab Hyerin.


"Baiklah, terima kasih" Han berjalan menuju kamar yang disebutkan tadi.


tok tok tok


Han mengetuk pintu kamar namun tidak ada balasan dari dalam. Han membuka pintu kamar dan Han terkejut dengan apa yang dilihatnya, Pemandangan yang langka, Tuan nya yang dingin sedang tidur berdua dengan seorang wanita cantik sambil berpelukan.


Han meletakkan tas Myung di atas nakas. Sebelum keluar dari kamar Han tak lupa memotret pemandangan yang langka ini..


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂