The Best Decision

The Best Decision
Fitting Gaun yang Menyebalkan



"Apa Ye Jun oppa sudah merestui pernikahan kami?" tanya Myung antusias.


"Aku tidak bilang begitu" ucap Ye Jun memalingkan wajahnya ke samping, Myung tersenyum cerah mendengar ucapan Ye Jun. "Aku tidak akan membiarkan Hyeon menyakitimu" ucap Ye Jun kemudian.


"Lagian kalian belum tentu akan selalu bersama selamanya" Ye Jun berkata lagi dengan suara yang datar. "Apa maksud mu?" tanya Myung sedikit emosi. "Jika kalian berpisah suatu hari nanti, kau harus jadi milikku" ucap Ye Jun serius.


Myung hanya menanggapi dengan kekehan ringan, "Oppa akan selalu menjadi oppa ku" ucap Myung.


"Ck! Jangan buat oppa semakin tidak bisa move on" ucap Ye Jun setengah bercanda, "Ye Jun Oppa" Myung bergelayut manja di lengan Ye Jun. "Aish!" Ye Jun berusaha menarik tangannya. Lalu mereka berdua tertawa.


"Ye Jun oppa, aku harus pergi, hari ini kami akan fitting gaun" ucap Myung menundukkan kepalanya, "Pergilah" ujar Ye Jun sambil mengusap kepala Myung.


Myung langsung berdiri dan mengambil slingbag nya, "Hati hati dengannya, kurasa dia sedikit cemburu" ucap Ye Jun mengingatkan.


Myung hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti, Myung keluar dengan wajah yang berseri, Myung mencoba mendial ponsel Hyeon namun langsung ditolak oleh Hyeon, hal itu mengundang rasa penasaran bagi Myung, "Kenapa ditolak?" gumam Myung.


Myung terus mencoba untuk mendial lagi namun hasilnya tetap sama, Myung berjalan ke parkiran disana terlihat Hyeon yang tengah duduk bersandar di belakang kemudi sambil memegang ponselnya. Myung mengetuk kaca mobil Hyeon.


Hyeon membuka pintu dan menyuruh Myung agar masuk, Hyeon melihat wajah Myung yang kelihatan senang, "Kenapa kau tidak mengangkat panggilan dariku?" tanya Myung sambil duduk menghadap ke arah Hyeon, "Ck! Gadis ini serakah sekali" ucap Hyeon santai.


"Serakah?" ulang Myung. "Iya, bukankah kau tadi ingin memberi makan Ye Jun setelah selesai dengannya kau baru ingat dengan ku" Hyeon mengucapkan nya dengan gusar.


"Hei! Aku bukan serakah, dia sedang sakit jadi kita harus memperlakukan nya dengan baik" ucap Myung serius. "Bikang saja kau suka padanya" ujar Hyeon dingin. "Kau ini kenapa? Aku memang sayang kepadanya" ucap Myung santai, "Aku hanya mengatakan suka dan kau mengatakan sayang padanya, Ah! Benar benar" ucap Hyeon semakin kesal, hal itu terlihat dari wajahnya yang kelihatan kusut.


"Ada apa denganmu?" tanya Myung heran, "Dasar wanita tidak peka ini" ujar Hyeon sambil menghidupkan mesin mobilnya dan melaju ke butik untuk fitting gaun mereka. Myung hanya diam sepanjang perjalanan, begitupun dengan Hyeon, dia masih kesal dengan Myung.


Setelah sampai di butik, Hyeon langsung keluar tanpa membukakan pintu mobil untuk Myung.


Myung menyusul Hyeon dari belakang, "Selamat datang tuan Hyeon" ucap pelayan disana.


Hyeon tidak merespon namun langsung duduk di sofa yang tersedia disana, Myung masuk dengan tergesa gesa, "Kenapa kau meninggalkan ku?" tanya Myung dengan wajah yang ditekuk.


Para pelayan butik menatap horor ke arah Myung, semua orang tau kalau tak satupun manusia yang bisa melawan kepada Hyeon. "Kemarilah!" ucap Hyeon sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.


Para pelayan menganga mendengar ucapan Hyeon. "Tidak mau" ucap Myung sambil menghentakkan kakinya, Hyeon secepat kilat memegangi kaki Myung agar Myung berhenti menghentakkan kakinya. "Apa belum kapok juga?" tanya Hyeon dingin.


Myung mencoba mengehentakkan kakinya lagi namun kalah kuat oleh tangan Hyeon. Myung berhenti memberontak. "lepaskan tanganmu!" ucap Myung malu setelah menyadari bahwa mereka sekarang menjadi pusat perhatian.


Wajah Myung semakin merah seperti orang demam tinggi. "Ka... Ka... Kau" Myung tergagap dan segera berdiri, "Carikan gaun pengantin terbaik di butik ini" ucap Hyeon dingin, namun Hyeon tetap melihat Myung. "Ba... Baik tuan" pelayan langsung bergegas mencari gaun pengantin baru.


"Ikuti mereka" ucap Hyeon dengan lembut. Myung bergidik ngeri, Myung langsung masuk ke ruang ganti, pelayan memberikan gaun yang sangat indah, mereka membantu Myung memakai gaun tersebut. Setelah selesai Myung keluar dari ruang ganti.


"Bagaimana?" tanya Myung kepada Hyeon.


Hyeon mengalihkan pandangan nya dari ponsel, Hyeon menelan salivanya dengan susah payah, "Kau ingin memperlihatkan dada mu yang tepos itu" ucap Hyeon sedikit kikuk. "Aku suka gaun ini, gaun off-shoulder ini sangat bagus Hyeon-ah" ucap Myung menjelaskan. Myung memakai gaub off-shoulder yang memperlihatkan leher putih mulusnya serta bahu, dan ditambah dengan gaunnya yang berleher rendah sehingga dadanya sedikit kelihatan.


"Mengerti apa kau soal fashion. Aku tidak mau tau, ganti sekarang!" ucap Hyeon. "Shit!" ucap Myung sambil berlalu dari hadapan Hyeon. Myung tidak habis pikir dengan selera Hyeon. "Ah! Bukankah dia gay, wajar saja dia tidak tertarik dengan gaun tadi" Myung bergumam. "Tapi tetap saja, sulit sekali memakai gaunnya" Myung merasa kesal lagi.


Myung membuka gaun itu dan memakai gaun yang lain dibantu oleh para pelayan. Myung memakai gaun yang berwarna putih bersih, gaun itu begitu oas ditubuhnya, sehingga lekuk tubuhnya semakin jelas terlihat ditambah body Myung yang proporsional membuat gaun itu semakin indah.


Myung keluar dengan wajah kusut, "Ganti!" ucap Hyeon santai. "Kau ini akan menikah bukan fashion show, lihatlah gaun itu mencetak seluruh tubuhmu, kau hanya akan jadi tontonan gratis para pria hidung belang" ucap Hyeon santai.


"Jika kau yang akan memilih gaun ku kenapa aku harus ikut dengamu?" tanya Myung setengah berteriak.


Hyeon tersenyum, Myung masuk kembali ke ruang ganti dan memakai gaun yang lain, tak berapa lama Myung keluar dari ruang ganti dengan gaun yang memukau.


"Gan... " ucapan Hyeon terpotong, Hyeon ternganga melihat kecantikan Myung yang memakai gaun Ball Gown, Myung terlihat seperti princess dari negeri dongeng, sehingga membuat Hyeon enggan memalingkan wajahnya dari Hyeon.


Gaun itu memperlihatkan punggung Myung, namun hal itu tidak diketahui oleh Hyeon. "Oke" ucap Hyeon sambil menyatukan jari telunjuknya dengan jempol.


Myung langsung berbalik tanpa membantah ucapan Hyeon.


Setelah selesai mengganti baju, Myung keluar dari ruang ganti itu. "Ayo pulang!" ucap Myung namun Hyeon tampak tak menggubris ucapan Myung.


Myung benar benar jengkel dengan tingkah Hyeon hari ini. Myung duduk di pangkuan Hyeon membuat Hyeon terlonjak kaget. "Apa?" tanya Myung dengan wajah kesal.


Hyeon tersenyum tipis dan memeluk pinggang Myung agar tidak jatuh dari pangkuannya. Semua yang ada di ruangan itu melihat semua interaksi Hyeon dan Myung hari ini. Tak sedikit dari mereka yang terpana melihat pemandangan langka ini.


"Ayo!" ucap Hyeon sambil menggendong tubuh Myung yang sedang mengoceh tak jelas kepada Hyeon.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂