The Best Decision

The Best Decision
Konferensi Pers



Myung tidak menyangka pernikahan nya dengan Hyeon akan diungkap sebentar lagi. Di aula perusahaan sudah banyak wartawan yang berjejer di kursi yang di sediakan. Aksi Hyeon semalam membuat semua orang ingin mengetahui hubungan antara dirinya dengan Hyeon.


Myung bersikeras agar mereka tidak perlu melakukan konferensi pers namun Hyeon dengan tegas mengatakan kalau dia akan melakukan nya meskipun sendiri. Alhasil Myung hanya bisa mengikuti kehendak Hyeon untuk konferensi pers.


Saat ini Myung sedang berada dalam lift untuk menuju aula, manajer Han sudah menunggu di sana. Myung memegang ujung jas Hyeon dengan erat menandakan dia cukup gugup saat ini. Hyeon menarik tubuh Myung agar merapat ke tubuhnya.


Sebelum keluar lift Hyeon masih sempat mencuri ciuman Myung.


Sesampainya di aula suara riuh dari wartawan serta blitz kamera tidak berhenti mengambil gambar mereka.


Myung merasa gugup luar biasa ini bahkan di luar dugaan nya. Hyeon yang menyadari hal itu langsung memeluk pinggang Myung dengan posesif.


"Tenanglah sayang! Peluk aku kalau kau merasa grogi" Hyeon tersenyum.


Seperti terhipnotis Myung merasa aman dalam pelukan Hyeon. Senyuman Hyeon membuat kekuatan penuh bagi Myung. Hyeon mengecup puncak kepala Myung dengan lembut.


"Selamat siang para peserta jumpa pers" Moderator berkata dengan lantang.


"Seperti yang kita lihat narasumber kita sudah berdiri di atas podium bersama dengan seorang wanita, karena tidak ingin terjadi pencemaran nama baik maka dari itu kita melakukan konferensi pers hari ini"


"Kepada yang narasumber yang terhormat agar menyampaikan penjelasan singkat mengenai konferensi pers ini" Moderator menatap kamera dan Hyeon secara gantian.


"Saya tidak akan bertele tele, wanita di samping saya ini adalah istri saya, kami sudah menikah sekitar satu bulan yang lalu, kami tidak menggelar acara pesta yang mewah dan mengundang wartawan manapun karena istri saya ingin pernikahan kami di rahasiakan, kami hanya mengundang kerabat terdekat serta teman teman saya, konyol sekali bukan, saya punya uang yang berlimpah tetapi mengadakan pesta biasa, awalnya saya tidak menerima sama sekali usulan ini tapi demi menikahi istri saya, apapun yang dia minta akan saya lakukan sekalipun menangkap penguin ke benua Antartika"


Ruangan aula mendadak heboh karena lelucon yang di lontarkan Hyeon di akhir kalimatnya.


"Saya pikir hanya itu yang dapat saya sampaikan"


"Baiklah sekarang saatnya sesi tanya jawab" Moderator menatap Hyeon seakan meminta izin dan hanya di balas anggukan oleh Hyeon tanpa menatap moderator.


"Tuan Hyeon, maaf sebelumnya apa tuan mencintai istri tuan?" Salah seorang bertanya membuat Myung deg degan tidak karuan, Myung sangat menghindari pertanyaan semacam ini, Myung sadar kalau mereka menikah hanya karena desakan dari Jung Hye.


"Saya tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti ini" Hyeon sedikit tergelak membuat jantung Myung makin berdetak kencang.


"Tentu saja saya mencintai istri saya, bukankah alasan terjadinya sebuah pernikahan karena ada rasa yang saling terkait sehingga ingin saling melengkapi satu sama lain, saya tidak tau semenjak kapan saya mencintai istri saya, tetapi yang saya ketahui saya sangat mencintai istri saya melebihi cinta kepada diri saya sendiri, saya memang bukan pemilik dunia tetapi saya rela memberikan seluruh dunia saya kepada istri saya"


"Manis sekali" komentar salah satu wartawan.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂