
"Menurutmu?" balas Hyeon mencoba menggoda Myung.
Asisten Han terkejut, baru pertama kali dia melihat tuannya menggoda wanita.
Myung sedikit resah dengan jawaban Hyeon, tapi Myung berusaha terlihat tidak terlalu cemas.
"Kemungkinan pelayan yang menggantikannya" jawab Myung berpikiran positif.
"Bagaimana kalau aku yang menggantinya?" tanya Hyeon balik seakan tidak puas menggoda Myung satu kali.
"Aish! Baiklah kali ini aku percaya, apa kau melihat semuanya?" tanya Myung.
"Apa kau pikir aku pandai membuka baju orang lain dengan mata terpejam?" tanya Hyeon balik.
"Kalau kau sudah melihat seluruh tubuhku, aku juga ingin melihat tubuhmu, rasanya tidak adil jika kau melihatnya sedangkan aku tidak" ucap Myung.
Semua yang ada di ruangan itu melihat mereka berdua dengan takut takut. Mereka berpikir nona cantik itu mau mati. Semua orang tau jika Hyeon tidak suka sentuhan apalagi nona cantik itu akan melihat tubuhnya. Oh! Semoga nona cantik itu selamat.
"Baiklah" Hyeon menghadap ke arah Myung, Myung pun berdiri.
Semua yang menyaksikan mereka berdua terkejut sekaligus malu, mereka tidak seharusnya mempertontonkan hal yang demikian.
Myung mulai membuka jas Hyeon dan lanjut dengan dasi yang di pakai Hyeon, lalu kancing pertama, Myung sebenarnya tidak berani membuka baju Hyeon, Myung hanya ingin Hyeon mengatakan yang sebenarnya. Namun tidak ada tanda tanda Hyeon akan jujur.
Setelah membuka kancing kedua Myung berhenti, "Apa kau tidak akan menghentikan ku? " tanya Myung penasaran, "kenapa berhenti?" tanya Hyeon sambil membuka kancing ketiga, tetapi dicegah Myung dengan tangannya dan mengancingkan kembali kemeja Hyeon.
Wajah Myung merah, hal itu tidak luput dari penglihatan Hyeon. Hyeon tersenyum tipis melihat Myung yang salah tingkah.
Myung selesai mengancingkan kemeja Hyeon, lalu memasang dasi kembali, Myung terlihat fokus memasang dasi milik Hyeon, Hyeon terpaku dengan mata Myung yang berwarna biru, Hyeon sadar jika Myung tidak memakai kontak lensa.
"Apa itu warna asli matamu?" tanya Hyeon sambil memandangi wajah Myung.
Myung terkejut namun Myung menampilkan wajah yang biasa saja, Myung baru teringat jika Ia melepaskan kontak lensa sebelum pergi ke Club.
"Iya, tapi jika aku beraktivitas aku sering menggunakan kontak lensa warna hitam agar tidak terlalu mencolok" jawab Myung sambil menyelesaikan tugasnya, Hyeon sudah rapi kembali.
"Ini pertanyaan terakhir, apa aku masih perawan?" tanya Myung hati hati sambil berbisik kepada Hyeon.
"Apa kau tidak merasakan perih di sekitar daerah kewanitaan mu?" tanya Hyeon menggoda Myung lagi dengan suara yang keras, sehingga semua orang menoleh ke arah mereka berdua.
"Aish! Pelankan suara mu!" ucap Myung sambil melihat sekitarnya, Myung malu karena semua orang berusaha menahan senyum yang terancam dari bibir mereka.
Myung menepuk tangan Hyeon.
"Kenapa setiap kali aku bertanya kau balik bertanya kepadaku, bukankah sudah aku bilang jawab saja dengan jujur" ucap Myung sambil berteriak.
Hyeon menyunggingkan senyumnya, tampaknya Hyeon punya kebiasaan baru, Hyeon tampak puas jika Myung kesal kepadanya.
Semua orang bisa melihat jika tuan mereka sering senyum hari ini. Hal itu membuat mereka merasa senang karena ini merupakan kesempatan yang sangat langka.
"Apa kau benar benar tidak ingat apapun?" tanya Hyeon namun masih dengan nada yang sedikit keras sehingga semua orang bisa mendengar nya.
"Jika aku ingat aku tidak akan bertanya kepadamu" jawab Myung kesal.
"Sungguh?" tanya Hyeon memastikan.
"Iya" jawab Myung sambil mengangguk.
"Ah! Sayang sekali, padahal itu momen yang sangat penting dan bersejarah dalam hidupmu, aku masih memberimu toleransi hingga kau masih bisa berjalan pagi ini, harusnya kau berterima kasih padaku" Hyeon memulai karangan bebasnya.
Myung hanya mendengar Hyeon sambil mendengus tidak percaya akan hal itu.
"Kau tau, kau begitu menikmati nya, kau bahkan meneriakkan kata 'sayang' kepadaku, kau sering berteriak di bawah ku, kau memanggil ku sayang tadi malam karena kau belum tau nama..." Hyeon melanjutkan karangan nya yang belum selesai namun sudah di hentikan oleh Myung, Myung membekap mulut Hyeon dengan tangannya. Wajah Myung sudah seperti kepiting rebus saking merahnya, melihat itu membuat Hyeon terkekeh.
"Sudah sudah, aku makin tidak percaya kepadamu, sekarang antar kan aku ke apartemen ku!" ucap Myung mengalihkan pembicaraan.
"Bukankah kau dari tadi sudah bertanya kepadaku, kau bahkan tidak menjawab satu pun" cibir Myung.
"Siapa namamu?" tanya Hyeon tanpa memerdulikan ucapan Myung.
"Aku tidak mau memberitahumu" jawab Myung sedikit ketus.
Hyeon melirik ke arah asisten Han, "Namanya Kim Byeol Myung tuan" jawab asisten Han seakan paham maksud tuannya. Myung melirik tajam kearah asisten Han, namun asisten Han hanya menampilkan senyum formalnya.
"Kim Byeol Myung, nama yang bagus" ucap Hyeon sambil berpikir. "Mana jas Myung?" tanya Hyeon kepada kepala pelayan seakan Hyeon baru ingat apa yang akan ia lakukan.
Kepala pelayan memberikan jas Myung kepada Hyeon.
"Kau memasangkan jas kepadaku, aku juga akan memasangkan jas kepadamu" ucap Hyeon.
"Cepatlah!" ujar Myung sambil merentangkan tangan agar Hyeon mudah memasangkan jas untuknya.
Tiba tiba Hyeon pura pura tergelincir hingga Hyeon memeluk Myung, Myung terkejut dan langsung mendorong Hyeon.
"Kau" ucap Myung geram sambil menggertakkan giginya.
"Hei, kecelakaan seperti itu biasa terjadi" ujar Hyeon membela diri.
"Berikan jas ku" pinta Myung dengan wajah yang ditekuk.
Hyeon memberikan jas itu kepada Myung, "siapkan mobil!" perintah Hyeon kepada kepala pelayan yang dibalas anggukan oleh kepala pelayan.
Hyeon pun berjalan menuju pintu, tiba tiba Myung mengejar Hyeon dan mencoba menghentikan Hyeon dari depan, Hyeon tidak bisa menahan posisi nya dan langsung berhenti di depan wajah Myung, Myung terkejut dan berusaha melepaskan diri.
Hyeon menahan pinggang Myung. Cup! Hyeon mencium Myung di bibir, dan langsung menarik tengkuk Myung agar memperdalam ciuman mereka, Myung membelalakkan matanya, setelah dirasa Myung kehabisan napas barulah Hyeon melepaskan ciumannya, wajah Myung merah menahan malu.
Sementara itu asisten Han tersenyum melihat tuannya mencium wanita cantik dengan gaya yang manly.
"Ma... ma... mana tasku?" tanya Myung terbata, Hyeon melirik ke arah asisten Han dan dibalas anggukan oleh asisten Han.
Hyeon tidak berhenti memandangi wajah Myung yang memerah ulah perbuatan nya, Hyeon tersenyum kepada Myung, namun Myung mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tidak bertatapan dengan Hyeon.
Hyeon mengusap bibir Myung yang baru saja ia cium dengan lembut, Myung terkejut dan spontan menjauh.
"Tuan mobilnya sudah siap" ucap kepala pelayan dengan sopan.
"Aku... Aku... Aku duluan ke mobil" ucap Myung terbata.
Di sepanjang jalan Myung hanya melamun, Myung tidak habis pikir, Hyeon sudah merebut ciuman pertama nya, sementara pacarnya Sang Hee bahkan tidak pernah menciumnya, Ah! Myung jadi teringat Sang Hee. Myung berpikir apakah ia sudah mengkhianati Sang Hee namun hati nurani nya menolak, Sang Hee bahkan sudah mencium wanita lain selain Myung.
Mobil berhenti di depan apartemen Myung, "Hati hati" ucap Hyeon.
"Terima kasih" balas Myung.
Asisten Han melajukan mobil meninggalkan Myung. Myung merogoh kunci apartemen nya, setelah berhasil tanpa membuang waktu Myung membuka apartemennya dan langsung masuk ke apartemen nya lalu menelepon Manajer Kang.
"Hello" ucap Manajer Kang di seberang telepon.
"Manajer oppa, jemput aku di apartemen ku" balas Myung.
"Baiklah, tunggu aku di luar" ujar Manajer Kang.
"oke" sambil mematikan telepon nya.
Tidak berapa lama manajer Kang datang. Myung langsung masuk ke dalam mobil manajer Kang, dan mobil pun melaju menuju gedung Young Entertainment.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂