
Hyeon duduk di samping Myung membuat semua mata memandang ke arah Hyeon. Myung menatap horor melihat Hyeon yang tidak memakai baju alias shirtless. Myung menatap dada bidang Hyeon. "Kenapa menatap ku seperti itu? Ini masih pagi sayang, sarapanlah dulu, nanti kita lanjutkan" Hyeon mengecup bibir Myung sekilas.
Myung mengalihkan pandangannya sembari berdehem singkat. "Noona kenapa noona memakai blush on terlalu banyak, wajah noona kelihatan merah sekarang" Seung Ki menatap Myung dengan tatapan jahil seperti biasanya. "DIAM" Myung mengunyah dengan keras.
Seung Ki tertawa dengan keras. Myung melemparkan serbet ke wajah Seung Ki sehingga dia berhenti tertawa dan kini gantian Myung yang tertawa. Hyeon menatap takjub Myung. Kecantikan Myung bertambah seratus kali lipat di saat dia tertawa lepas.
Mereka menghabiskan sarapan dengan sesekali menggoda satu sama lain. Hyeon beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah tangga. Seung Ki mengernyit heran melihat banyak cakaran di punggung Hyeon.
"Hyeon Hyung, kenapa punggung mu seperti itu? Apa kau bercinta dengan kucing?"
Hyeon menghentikan langkahnya sambil tersenyum penuh arti. "Ya, aku bercinta dengan kucing".
Brak. Myung menggebrak meja dengan kuat. "Hyeon-ah apa kau pikir aku ini kucing hah?" Myung mengertakkan giginya. Hyeon terbahak bahak mendapati respon Myung. "Noona, tadi noona bilang kalau noona tidak pernah bercinta dengan Hyeon hyung, lalu apa maksud noona sekarang?" Seung Ki berpura pura bodoh.
Myung yang menyadari keganjilan itu langsung tersadar kalau dia sedang di jebak oleh mereka.
"A... a... Bukan... " Myung tergagap.
"Bicara yang jelas noona, kau sudah besar" Seung Ki memicingkan matanya.
"TERSERAH" Myung menaiki tangga dengan cepat. Ketiga laki laki yang ada di sana tertawa puas karena berhasil mengerjai Myung.
Hyeon memasuki ruangan rapat sambil tersenyum senang. Hal ini mengundang tanya bagi seluruh yang ada di ruangan rapat itu kecuali Myung, Seung Ki dan Ye Jun.
Seung Ki dan Ye Jun juga sesekali menahan tawa melihat perubahan emosi Myung.
Manajer Han memulai rapat dengan khidmat. Sesekali Hyeon mengedipkan matanya ke arah Myung membuat gadis itu berulang kali mendengus kesal.
Rapat berlangsung dengan cepat, ini hanya rapat tentang ucapan terima kasih dari pihak perusahaan kepada para artis yang menerima penghargaan.
Selesai rapat Myung bergegas keluar dari ruang rapat disusul oleh Hyeon. Anggota rapat menatap takjub dengan kedekatan mereka. Hyeon tidak memedulikan hal itu. Hyeon memeluk Myung dari belakang. Semua bersorak senang sedangkan Myung menutupi wajahnya karena semburat merah itu menyebar kembali di wajahnya.
"Apa kau masih marah pada ku?" Hyeon mengecup puncak kepala Myung dengan lembut. "Tidak, aku tidak marah padamu, bisakah kau lepaskan tanganmu? Ini sangat memalukan" Myung merendahkan suaranya.
"Benarkah? Baiklah" Hyeon melepaskan pelukannya namun hal tak terduga terjadi lagi, Hyeon menggendong tubuh Myung ala bridal style lalu membawanya ke ruangan Hyeon. Semua menganga melihat kejadian itu.
Myung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Hyeon. Myung menyadari begitu banyak kissmark di leher Hyeon membuat Myung malu setengah mati. Myung tidak sadar kalau Hyeon membawa nya ke kamar pribadinya di ruangan itu.
Hyeon langsung menurunkan Myung dengan lembut di atas king size dan segera menindih Myung. "Kau bilang kau tidak marah lagi kan? I want you" Ucap Hyeon dengan suara serak. Myung mendengus putus asa karena biar bagaimanapun Myung menolak dia akan tetap kalah.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂