
Hyeon tersenyum tipis karena merasa menang sementara Myung memasang wajah super sebal. "Aku sudah bilang kau tidak boleh menyentuhku sesuka hatimu" ujar Myung mengingatkan.
Myung memasang wajah marah yang tidak dibuat buat, Hyeon mengecup lama leher putih Myung sehingga meninggalkan bekas kepemilikan disana. Myung menggigit bahu Hyeon dengan kuat sehingga Hyeon merasa kesakitan dan menghentikan aktivitas nya.
"Kenapa kau menggigit ku?" tanya Hyeon heran. "Kau pikir saja sendiri" ujar Myung sambil menyambar kartu yang ada di saku Hyeon dan berlalu dari hadapan Hyeon. Terdengar bunyi debuman pintu membuat Hyeon terkekeh senang.
Sesampainya di kamar, Myung mematut dirinya di depan cermin dan melihat lehernya yang berwarna merah ulah perbuatan Hyeon. "Bagaimana ini?" Myung bertanya kepada dirinya sendiri. Myung mengambil krim dan mengoleskan ke lehernya.
Myung tampak puas dengan usahanya, meskipun masih merah namun tidak terlalu jelas, sehingga tak akan diketahui oleh siapapun kecuali jika dilihat dengan teliti. Myung bergegas mengambil catur danΒ membawanya ke ruang tamu.
"Myung Noona kenapa lama sekali?" tanya Seung Ki sambil memicingkan matanya. "Huh? Aku tidak ingat letak catur ini jadi aku mencari hingga ke semua ruangan" jawab Myung mencari alasan. "Aku pikir kalian bercinta diatas" ucap Seung Ki sambil menaik turunkan alisnya. "Ti... Ti.. Tidak, tentu saja tidak, hahaha kau ini ada ada saja" ujar Myung sedikit gugup.
Ye Jun memerhatikan Myung yang salah tingkah ketika Seung Ki bertanya, Ye Jun melihat Myung intens dan menemukan sesuatu yang berwarna merah di leher Myung, Ye Jun menggeram marah, Ye Jun bukan anak kecil yang tidak tau tentang hal hal yang bersifat dewasa.
"Ye Jun Hyung kenapa kau mengeluarkan aura menyeramkan itu lagi? Apa karena Myung noona terlalu lama?" tanya Seung Ki bingung. Myung mendadak kaku ditempat nya, Myung tau kalau Ye Jun tidak suka Myung disentuh oleh pria lain. Myung memang menyadari perasaan Ye Jun namun Myung tak ingin menikah dengan sepupunya sendiri.
Beda dengan Ye Jun yang tidak pernah menganggap Myung sebagai sepupunya.
"I'm Ok" ucap Ye Jun yang kembali ke mode dinginnya. "Ayo kita mulai " ujar Seung Ki sambil merebut paksa catur dari tangan Myung. Seung Ki mulai menyusun catur dan Myung mendekat ke Seung Ki disusul Ye Jun.
Ye Jun duduk di seberang meja dan mereka mulai main catur, Myung tampak antusias bermain bersama Ye Jun membuat Ye Jun tersenyum lebar karena melihat Myung yang bahagia dan lupa dengan kemarahan nya.
Tanpa terasa mereka sudah bermain selama berjam jam, Hyeon keluar dari ruang kerjanya dan menuruni anak tangga, Hyeon melihat Myung, Seung Ki dan Ye Jun yang sedang main catur, terlihat Myung yang tertawa lepas. Hyeon menggeram marah, "Dia bahkan tidak pernah tertawa selepas itu di depanku" ucap Hyeon dalam hati.
Mereka sudah bermain catur berkali kali namun Myung tak pernah menang sekalipun. Hyeon berdehem ringan agar mereka menyadari keberadaannya, tetapi tak satu pun yang menghiraukan nya.
"EHM" Hyeon berdehem keras tetapi mereka masih belum menyadari keberadaan Hyeon, "sh**" Hyeon mengumpat karena tak satupun yang menghiraukannya.
Hyeon tampak berpikir keras, Hyeon tersenyum jahil begitu ia menemukan idenya, Hyeon langsung mengangkat tubuh Myung dan mendudukkan Myung di pangkuannya. Myung terlonjak kaget dengan perlakuan Hyeon sementara Ye Jun menggertakkan giginya melihat Hyeon yang seenaknya menyentuh Myung.
Seung Ki tersenyum senang melihat kelakuan absurd Hyeon yang makin hari makin meningkat, "Apa yang kau lakukan?" tanya Hyeon sambil berbisik di telinga Hyeon. "Kau tidak mengacuhkanku" ujar Hydeon cemberut. "Kapan kau turun?" tanya Myung heran. "Kau ini!" ujar Hyeon sambil mendorong kening Myung dengan telunjuknya.
Ye Jun mengeluarkan aura yang tidak bersahabat hal itu disadari oleh Hyeon namun Hyeon pura pura tidak tau, "Ayo kita lanjutkan" ucap Seung Ki yang tidak tau apa apa.
Ye Jun menatap tajam ke arah Hyeon yang masih memegang tangan Myung,Β kali ini Hyeon membalas tatapan Ye Jun dengan tatapan mengejek, hal itu membuat Ye Jun makin emosi.
Hyeon menggerakkan catur nya yang lain sehingga Ye Jun kalah telak, kali ini Ye Jun kalah, "Yeeeeee, akhirnya kita menang" ujar Myung senang. Tanpa sadar Myung memeluk leher Hyeon saking senangnya dan Hyeon tak menyia nyiakan kesempatan langka itu. Hyeon membalas pelukan Myung sambil tersenyum mengejek ke arah Ye Jun.
Ye Jun mengepalkan tangannya kuat sehingga buku buku putihnya tercetak jelas. "EHM" Ye Jun berdehem keras mengingatkan Myung.
Myung segera melepaskan pelukan Hyeon dan pindah ke sofa yang lain. Ye Jun menatap tajam ke arah Hyeon dibalas tatapan mematikan dari Hyeon sehingga mereka tampak seperti predator yang hendak mencabik cabik mangsanya membuat bulu kuduk Myung berdiri.
Myung memutar akalnya agar mereka berhenti bertatapan seperti itu, "Apa yang harus kulakukan?" gumam Myung. "Jika aku memanggil Ye Jun oppa Hyeon akan marah padaku nanti, tapi jika aku memanggil Hyeon maka Ye Jun oppa akan cemburu bagaimana ini?" ucap Myung dalam hati.
"Aha!" Myung tampak senang dengan idenya, "Jam berapa ini? Oh! Kalian lamjutkan saja main caturnya, aku akan memasak untuk makan siang kita, ayo Seung Ki temani noona" ucap Myung sambil menarik tangan Seung Ki terburu buru.
Ye Jun dan Hyeon melihat kepergian Myung dari hadapan mereka.
"Aku sudah bilang padamu jangan sentuh dia jika kau belum cinta padanya" ujar Ye Jun dingin. "Memangnya kau siapa? Kau tidak berhak mengaturku" ujar Hyeon tak kalah dingin. "lagian cinta tak bisa dipaksakan" ucap Hyeon lagi.
"Memangnya kau tau apa soal cinta?" tanya Ye Jun dingin tampaknya dia tak ingin mengubah mode dinginnya. "Cih! Kau seperti pakar cinta saja" ujar Hyeon mengejek seperti yang dia lakukan kepada para musuhnya ketika berhadapan dengan musuh bebuyutan di dunia mafia.
"Jika kau membuat dia menangis, maka aku benar benar akan mengambilnya darimu" ucap Ye Jun membuang pandangannya ke arah catur, Hyeon terdiam mendengar ucapan Ye Jun.
Ye Jun adalah orang yang serius dengan kata-kata nya, jika tidak dia tidak mungkin menduduki jabatan yang penting di dunia mafia seperti halnya Hyeon.
Selang beberapa waktu Seung Ki datang ke ruang tamu, "Hyung ayo kita makan, Myung noona sudah selesai memasak" ujar Seung Ki. Mereka bertiga segera masuk ke ruang makan. Hyeon duduk di samping Myung dan disusul Ye Jun di samping Myung yang lain sehingga Myung diapit oleh Hyeon dan Ye Jun. Sementara Seung Ki duduk di kursi yang kosong.
Myung meringis melihat kelakuan Hyeon dan Ye Jun, "Jadi seperti ini rasanya diperebutkan oleh dua laki laki tampan" ucap Myung dalam hati.
Mereka mulai makan dalam diam, sesekali Hyeon dan Ye Jun curi curi pandang ke arah Myung membuat Myung tak nyaman dengan situasi yang kurang kondusif menurutnya.
BERSAMBUNG πππ