
Setelah selesai makan, Mereka kembali ke kamar Hyeon. "Hyeon-ah aku mau pulang, antarkan aku!" pinta Myung kepada Hyeon. "Tidak mau" jawab Hyeon. "Hyeon-ah, antarkan aku pulang!" ucap Myung dengan nada lembut. "Tidak mau" balas Hyeon tak kalah lembut.
"ANTARKAN AKU PULANG!" ucap Myung sambil berteriak. Hyeon tersenyum jahil, "TIDAK MAU" balas Hyeon sambil berteriak juga.
Seisi rumah tersenyum mendengar teriakan tuan dan nona nya. Seakan hidup tuan mereka sudah mulai normal kembali.
Hyeon langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan pura pura tidur, "Hyeon-ah" ucap Myung lembut sambil menarik narik tangan Hyeon.
Hyeon menarik tangan Myung dengan kuat sehingga Myung terjatuh di ranjang, Hyeon langsung mengunci pergerakan Myung dengan tangannya. "Tidurlah disini! Kita tidak akan melakukan apapun, aku lupa membawa tas mu kesini" ucap Hyeon dengan lembut.
Myung tampak menimbang nimbang, "Janji?" tanya Myung sambil mengacungkan jari kelingking nya. "Hem" ucap Hyeon sambil menautkan kelingkingnya ke jari Myung. Mereka pun tertidur pulas sambil berpelukan.
Flashback on
Asisten Han masuk ke dalam mansion Jung Hye dan duduk di sofa yang berhadapan dengan Jung Hye, "Ada apa Nyonya memanggil saya kesini?" tanya asisten Han sopan. "Kita harus menjodohkan Hyeon secepatnya" jawab Jung Hye.
"Tapi saya rasa tuan Hyeon tidak akan mau nyonya" asisten Han mencoba mengeluarkan pendapat nya. "Dia tidak pernah melawan ku" ucap Jung Hye.
"Saya sekarang sedang memastikan, apakah tuan Hyeon sudah jatuh cinta pada seorang gadis cantik itu atau belum nyonya" asisten Han mengatakan dengan sopan. "Apa maksud mu?" tanya Jung Hye penasaran.
"Tuan Hyeon pernah membawa seorang gadis ke penthouse nya dan gadis itu menginap disana, lihatlah ini!" ujar asisten Han sambil menyodorkan gadgetnya.
Jung Hye tersenyum melihat Hyeon tidur sambil memeluk seorang gadis, Jung Hye juga melihat Hyeon tengah mencium seorang gadis, "Bukankah ini gadis yang sama?" tanya Jung Hye, "Benar nyonya" jawab asisten Han sopan.
"Siapa namanya?" tanya Jung Hye. "Nama nya Kim Byeol Myung nyonya" jawab asisten Han sopan. "Apa pekerjaan nya?" tanya Jung Hye lagi. "Dia bekerja sebagai artis solo di bawah agensi Young Entertainment nyonya" asisten Han menjelaskan dengan detail.
"Bukankah itu perusahaan Hyeon?" tanya Jung Hye memastikan. "Benar nyonya" jawab asisten Han. "Aku tidak sabar ingin bertemu dengan calon menantu ku" ucap Jung Hye senang. "Baiklah, kau boleh pergi" ucap Jung Hye. "Saya permisi nyonya" ujar asisten Han sambil menundukkan kepalanya. Asisten Han pun berlalu dari hadapan Jung Hye.
"Aku akan melihat menantuku malam ini, aku yakin dia di penthouse Hyeon sekarang, Ah! Aku jadi tidak sabar" gumam Jung Hye senang.
Flashback off
Hyeon terbangun dari tidurnya, Hyeon belum mau beranjak, Hyeon memandangi wajah Myung yang terlelap, Myung seperti malaikat cantik yang tak bersayap. Hyeon mengusap wajah Myung dengan lembut seakan tak rela jika wajah itu tergores walau sedikit.
Myung merasakan sesuatu menyentuh wajahnya, Myung membuka matanya, Myung tersentak karena Hyeon yang memandanginya, "Apa aku begitu cantik sehingga kau tak berkedip memandangiku" ucap Myung menggoda Hyeon, "Iya, kau sangat cantik, bahkan sepagi ini aku ingin menerkam mu" Hyeon membalas godaan Myung.
Myung langsung duduk menghindari godaan Hyeon, "Kita tidak perlu bekerja hari ini" ucap Hyeon menarik Myung agar tidur lagi. Myung kaget, "Tidak" ucap Myung.
Myung berusaha melepaskan diri dari Hyeon, "Berikan aku ciuman selamat pagi" ucap Hyeon. "Hanya ciuman?" tanya Myung memastikan. Hyeon mengangguk.
Myung langsung mencium pipi kanan Hyeon sehingga membuat Hyeon menegang seketika, "Kenapa kau menciumku di pipi?" tanya Hyeon setengah merengek. "Kau hanya bilang ciuman dan tidak mengatakan tempat spesifiknya" balas Myung membela diri.
Hyeon mencium pipi kanan Myung dilanjutkan dengan pipi kiri Myung, secepat kilat Hyeon mencium Myung di bibir nya, Hyeon meng***** kecil bibir Myung sehingga Myung membuka mulutnya, Hyeon mengabsen gigi Myung satu persatu. Setelah dirasa Myung kehabisan napas Hyeon melepaskan ciuman mereka, lalu Hyeon mengecup leher jenjang Myung.
Myung mendesah kecil sehingga membuat Hyeon menarik diri secepat mungkin agar tidak ada kelanjutan dari aktivitas mereka. Myung langsung menuju kamar mandi ketika Hyeon berdiri, terdengar bunyi gemericik air menandakan Myung sedang mandi.
Setelah mandi Myung memakai baju di walk in closet, Myung memakai celana pendek warna hitam dipadukan dengan crop top warna peach serta blazer warna hitam, Myung memakai make up yang tipis, namun itu menambah kadar kecantikan Myung. Semua peralatan untuk Myung sudah lengkap di penthouse Hyeon. Hyeon sengaja membelikannya.
Hyeon memasuki kamar mandi begitu Myung selesai dengan ritual mandinya. Setelah selesai mandi Hyeon memakai setelan kantornya. Lalu Hyeon dan Myung sarapan bersama di ruang makan.
Selesai sarapan mereka berangkat ke kantor. Semua karyawan dan artis terkejut melihat Myung berangkat bersama Hyeon. Hal itu mengundang rasa penasaran bagi manajer Kang yang melihat.
"Apa kau akan menjemput tas mu sekarang?" tanya Hyeon. "Nanti saja" ucap Myung. "Aku pergi dulu" ujar Myung gugup karena melihat lobi sangat rame. Myung berhenti dan tidak tahu apa yang akan di kerjakan nya.
Hyeon heran melihat Myung berhenti, Hyeon mendongakkan kepala nya ke depan, "Ah! Gadis ini" ucap Hyeon dalam hati.
Hyeon menarik pinggang Myung dan membawa Myung berjalan melewati lobi, mereka masuk ke lift khusus petinggi perusahaan. Semua orang melongo melihat tuan Hyeon dengan Myung. "Kenapa rame sekali?" Myung bergumam ketika sudah di dalam lift namun masih bisa di dengar oleh Hyeon.
"Bukankah kau ingin mengambil tas mu nanti?" tanya Hyeon. "Aku berubah pikiran" jawab Myung menampilkan senyum nya.
Hyeon terkekeh mendengar jawaban Myung.
Setelah sampai di ruangan Hyeon, Myung bergegas mengambil tasnya dan bergegas menuju pintu, namun ditahan oleh Hyeon.
Hyeon memperhatikan leher jenjang Myung dan diikuti oleh Myung, "Aku menutupinya dengan make up" ucap Myung seakan paham dengan maksud Hyeon.
Hyeon menggeram mendengar ucapan Myung, "Siapa yang menyuruh mu menutupinya?" tanya Hyeon dingin. Myung tersentak mendengar Hyeon yang berbicara dingin kepada nya.
"Apa kata orang orang nantinya, kita saja bahkan tidak punya hubungan apapun Hyeon" ucap Myung ketus. Hyeon tersadar akan ucapan Myung, mereka memang tidak punya hubungan khusus, kenapa Hyeon harus marah dengan hal itu.
"Aku pergi" ucap Myung sambil berjalan meninggalkan Hyeon.
Hyeon mengejar Myung dan menarik tangan Myung. Cup, Hyeon mengecup bibir Myung sekilas. "Hati hati" ucap Hyeon sambil mengusap bibir Myung lembut. "Hem" balas Myung.
Myung masuk ke lift dan menekan tombol menuju ruangannya, setelah sampai di ruangan nya, Myung menghempaskan tubuhnya di sofa. "Kenapa kau bisa berangkat bersama dengan tuan Hyeon?" tanya manajer Kang begitu Myung duduk di sofa. "Aku menginap di rumah Hyeon" balas Myung cuek. Manajer Kang tidak bertanya lagi karena tidak mau menanyakan masalah pribadi Myung untuk saat ini.
Manajer Kang memberikan kertas kertas lirik lagu untuk penampilan Myung di acara penghargaan mendatang. Myung mengambil kertas itu dan mencoba memahami nya.
Sementara itu di Sang Entertainment, terlihat Sang Hee dan Soo Jin duduk berdua di kantin, mereka sarapan pagi bersama. "Soo Jin-ah aku ingin bicara serius dengan mu" Sang Hee memulai pembicaraan.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂