
Mereka mulai makan dalam diam, sesekali Hyeon dan Ye Jun curi curi pandang ke arah Myung membuat Myung tak nyaman dengan situasi yang kurang kondusif menurutnya.
"Myung noona, maasakan noona lezat sekali, aku rasa Hyeon hyung tidak salah pilih" Ujar Seung Ki. Myung hanya menampilkan senyum formalnya sambil melihat ke arah Ye Jun, Myung melihat rahang Ye Jun yang mengetat menandakan ia tengah menahan emosi saat ini.
"Bagaimana aku bisa tenang menghabiskan makanan ku" Myung bergumam, Myung melihat Hyeon sekilas terlihat senyum kemenangan terpatri di wajah Hyeon.
"Myung noona, apa kalian akan tinggal di sini setelah menikah?" tanya Seung Ki lagi, "Entahlah" ujar Myung sambil menaikkan bahunya tanda tidak tau. "Tentu saja tidak Seung Ki-yah, kami tidak ingin first night kami di ganggu iya kan sayang?" tanya Hyeon kepada Myung.
"Uhuk" Myung tersedak mendengar ucapan Hyeon, Ye Jun dan Hyeon serentak mengambilkan Myung air membuat Myung bingung harus memilih yang mana. Akhirnya Myung memutuskan mengambil minumannya sendiri, "Uhuk uhuk" Seung Ki pura pura batuk namun hal tak terduga terjadi, Ye Jun dan Hyeon meminum air yang mereka ambil tadi membuat Seung Ki terkekeh.
"Seung Ki-yah, mau kah kau menemani ku ke apartemen ku? Ada barang yang harus aku ambil" ujar Myung. "Tentu saja noona" ujar Seung Ki sambil mengedipkan matanya.
"Aku akan menemani mu" ujar Hyeon santai, "Aku tidak minta tolong padamu" ujar Myung mencibir. "Aku adalah calon suami yang baik Myung-ah" ujar Hyeon sambil mengecup singkat pipi Myung membuat rahang Ye Jun makin mengetat.
"Ayo" ucap Hyeon berdiri dari tempat duduknya, Myung menoleh ke arah Ye Jun seakan ingin minta izin namun Ye Jun tak menoleh kepada Myung membuat Hyeon geram. Hyeon menggendong tubuh Myung dan membawanya keluar dan memasukkan Myung ke dalam mobil.
Ye Jun melihat perilaku Hyeon yang romantis kepada Myung membuat hatinya sedikit lega walaupun terkadang membuat Ye Jun cemburu namun hal itu masih bisa Ye Jun tahan.
Hyeon melaju dengan cepat, "Ada apa dengan kalian berdua hari ini? Apa kalian bertengkar?" tanya Myung penasaran. Hyeon menoleh sedikit ke arah Myung, "Kalian? Siapa yang kau maksud?" tanya Hyeon balik. "Tentu saja kau dan Ye Jun" jawab Myung agak kesal. "Aaah! Tidak ada apa apa, kami baik baik saja, serius" ujar Hyeon sambil mengangkat dua jarinya pertanda serius.
"Huh! Kau sama sekali tak pernah memberikan jawaban yang memuaskan" ujar Myung menghela napas jengkel. Myung tak berbicara lagi dengan Hyeon, sesampainya di apartemen Myung, Hyeon menerobos masuk, "Aish! Gay ini" Myung terlihat lelah.
Myung segera merapikan barang barang yang menurut nya penting, Myung membawa fotonya dan foto ibunya. Myung berkaca kaca mengamati dirinya yang tengah tersenyum di dalam foto itu. Myung mengusap matanya sekilas. "Cengeng sekali" ujar Hyeon yang diam diam melihat Myung.
"Aku tidak cengeng" ujar Myung kesal, "Aku tidak menuduhmu, aku berbicara sendiri, rasanya senang sekali mengatakan kata 'cengeng' " ujar Hyeon santai. Myung menampar bahu Hyeon kuat membuat Hyeon mengaduh kesakitan. "Kau menyebalkan" ujar Myung dan kembali membereskan barang nya.
"Ayo! Aku sudah selesai" ujar Myung. "Hem" balas Hyeon sambil membawa tentengan yang di bawa Myung. "Aku bisa sendiri" ujar Myung sambil merebut kembali barang yang dia bereskan. "Aku ini adalah calon... " ucapan Hyeon terpotong oleh Myung. "Ya... Ya... Ya... aku tau kau calon suami yang bertanggung jawab" ujar Myung kesal.
Myung mengunci apartemen nya, mereka menuju penthouse Hyeon. Sesampainya di sana Myung langsung menuju kamar dan merebahkan tubuhnya di king size milik Hyeon. Tak lama Myung tertidur pulas.
***
Keesokan harinya Myung terbangun karena suara bising dari luar kamarnya, Myung menggeliat. Hyeon memperhatikan Myung yang asyik menggeliat, "Kau sudah bangun?" tanya Hyeon berbisik di telinga Myung membuat sang empunya menegang seketika.
"Hyeon-ah apa kalian masih lama? Kita bisa telat ke gereja" ujar Jung Hye sambil menggedor pintu kamar Hyeon. "Iya eomma" saut Hyeon dari dalam. Hyeon bergegas ke kamar mandi, setelah selesai Myung pun masuk ke kamar mandi. Myung tak menyangka sebentar lagi dia akan menikah. Oh! Tak pernah terbayangkan olehnya akan menikah apalagi diusia nya yang masih terbilang muda bagi para idol.
Selesai mandi Myung keluar dari kamar mandi, Myung melihat penata rias yang tengah mempersiapkan make up untuk dirinya. Myung memakai gaun yang sudah dia beli bersama Hyeon di waktu lalu. Penata rias begitu telaten memoles wajah cantik Hyeon. Setelah selesai penata rias tampak puas dengan hasil riasannya. Penata rias pamit undur diri dari hadapan Myung.
Myung melihat dirinya di cermin, Myung tersenyum senang, namun itu hanya sebentar, Myung melihat di cermin tidak hanya dirinya yang berdiri disana. "Mau apa kau kesini?" tanya Myung dingin. "Aku ingin membantu mu" jawab Yun Dae sedih.
Myung duduk di bangku semula, Yun Dae mengambil hiasan untuk kepala, Yun Dae mulai menggulung rambut panjang Myung dan menjepitnya dengan jepitan yang ia bawa. "Kau tau dulu aku dan ibumu berjanji akan saling mengikatkan rambut masing masing jika salah satu diantara kami menikah, namun aku tidak bisa menepati janjiku, aku dijodohkan dengan appa mu tanpa sepengetahuan aku dan ibumu, padahal dulu kami bersahabat dekat Myung-ah" ujar Yun Dae meneteskan air matanya.
Myung tersentuh dengan cerita singkat Yun Dae, "Maaf kan aku telah mengambil kebahagiaan ibumu" ujar Yun Dae lagi. "Selesai" ujar Yun Dae sambil merapikan rambut Myung.
Myung melihat dirinya yang tampak elegan setelah disanggul ke atas yang menampakkan lehernya yang putih mulus di dukung ball gaun nya yang off shoulder.
"Ayo!" ujar Yun Dae menarik tangan Myung dan mengangkat gaun Myung agar tidak kotor.
Hyeon sudah lebih dulu sampai di gereja. Sesampainya di depan gereja, Ye Jun memeluk Myung erat sambil menangis meraung raung, "Kenapa kau menolak ku?" tanya Ye Jun sambil menangis, "Apa kau tidak malu dengan bawahanmu? Apa ada mafia yang menangis?" tanya Myung mencoba menghibur Ye Jun. "Kau tetap oppa ku" ujar Myung lagi.
"Jangan lupakan aku" ucap Ye Jun sambil melepaskan pelukannya. Ketua Kim mengulurkan tangannya kepada Myung, "Ini saatnya" ucapnya. Myung menerima uluran tangan appa nya dengan gugup yang luar biasa.
Pintu gereja terbuka masuklah Myung dan appanya, Hyeon terpaku dengan pemandangan yang di suguhkan di depan matanya, Myung kelihatan seribu kali lipat lebih cantik dari biasanya, ditambah ball gaun yang dikenakannya membuat ia seperti seorang princess dari negeri dongeng dan aksen mutiara di bahunya menambah kesan elegan. Myung juga terlihat seksi karena memamerkan bahunya yang putih mulus dan leher jenjangnya yang membuat semua mata lapar langsung menuju ke arah sana.
Hal itu membuat Hyeon sedikit marah, namun Hyeon tak ingin merusak suasana, setelah ini Hyeon tak akan membiarkan Myung memakai pakaian off shoulder, hanya dia yang boleh melihat tubuh Myung orang lain hanya boleh melihat wajah dan dua telapak tangan.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂