
Ulang tahun merupakan momen yang di tunggu-tunggu tak terkecuali bagi sebuah perusahaan. Vuitton Grup, Perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang Perhotelan dan Resort terbesar di Asia ini, kini tengah merayakan 50th Anniversary. Usia 50th di peringati sebagai tahun emas, yang menggambarkan sebuah perjalanan panjang Vuitton Group.
Menapaki usia yang ke 50th Vuitton Grup memperingatinya dengan menyelenggarakan Pesta Dansa yang di hadiri para klien, investor, rekan bisnis dan tentu saja semua pegawai Vuitton Grup. Semua yang hadir menikmati sekali pesta dansa itu. Para tamu juga di beri topeng yang membuat suasana menjadi sangat high class dan terkesan misterius.
Di tengah meriahnya pesta, tiba-tiba saja suasana menjadi temaram lalu terdengar suara musik klasik yang mengalun begitu syahdu memanjakan pendengaran para tamu yang hadir.
Terlihat sosok pria yang berdiri di bawah sinar lampu follow spot. Pria yang mengenakan tuxedo hitam pekat di lengkapi dengan topeng gold itu perlahan berjalan dengan gagahnya. Semua yang melihatnya terpukau akan postur tubuh yang sempurna dan aura ketampanannya yang terpancar walau setengah wajahnya tertutup topeng. Pria itu terlihat sangat menawan dan kharismatik.
Waktu seakan berhenti berputar entah sihir apa yang di gunakannya hingga semua pasang mata tak berhenti menatapnya. Mereka semua seakan tersihir menjadi patung. Mereka tidak mampu menahan rasa kagumnya pada sosok manusia yang bak dewa yunani yang turun dari langit itu.
"Oh god.. Ciptaan mu ini luar biasa"
"Akhirnya jodoh ku datang juga"
"Aku rela di jadikan budak asalkan bisa terus menatap wajah tampannya setiap hari"
"Jikalau bisa aku akan meghilangkan pria di sampingku saat ini dari bumi agar aku bisa bersamanya"
"Topeng sialan!! Menyingkirlah dari wajah tampannya"
"Tuhan jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku"
"Rasanya rugi sekali jika aku mengedipkan mata. Aku tidak mau rugi! Tak 'kan ku biarkan mata ini berkedip"
"Mungkinkah dia pangeran bertopeng dari negeri kapas yang akan menjemput permaisurinya? Ha.. Ha.. Dan tentu saja permaisurinya itu aku"
Itulah isi suara hati para wanita yang mengungkapkan rasa kagumnya pada sosok pria misterius itu, ia berjalan membelah sekumpulan orang yang berdiri menatap penasaran akan sosoknya. Sementara para pria menatap sosok pria misterius itu dengan tatapan tidak suka karena para wanitanya mengabaikannya.
"Berdansalah dengan ku" kata pria misterius itu mengulurkan tangan dan sedikit membungkuk 'kan badannya pada seorang wanita yang seketika mematung mendengar ajakannya.
Wanita itu terlihat sangat cantik dengan red dress ketat pas badan. Rambut hitam panjangnya terjuntai indah dengan aksen ikal di ujungnya juga di lengkapi dengan topeng gold yang semakin membuat dirinya begitu mempesona.
"A-aku?" tanya wanita itu merasa bingung apalagi sekarang semua mata tertuju pada dirinya.
Pria misterius itu mengangguk 'kan kepalanya.
"Tapi aku tidak bisa berdansa"
"Aku akan membantu mu"
Walau ragu akhirnya si wanita menerima ajakan si pria misterius itu. Mereka berjalan ke tengah ballroom. Mereka berdansa bak Raja dan Ratu di sebuah istana kerajaan. Para tamu yang hadir pun mulai ikut berdansa dengan pasangannya masing-masing.
"Kamu cantik" kata pria misterius itu di sela-sela dansanya kemudian ia memutar wanita itu lalu si wanita menjatuhkan badannya dan dengan sigap si pria menangkapnya bebarengan dengan suara musik yang berhenti menandakan berakhirnya tarian dansa. Riuh tepuk tangan pun menggema di ballroom hotel mewah itu.
Manik mata mereka bertemu. Si wanita penasaran siapakah sosok pria yang berdansa bersamanya.
"Siapa kamu?" tanya si wanita yang masih berada di pelukan si pria.
"Kamu akan segera mengetahuinya" pria itu tersenyum kemudian membantu si wanita berdiri.
Merasa tidak akan mendapatkan jawaban yang ia inginkan, wanita itu berniat untuk pergi tapi suara bariton menghentikan niatnya.
Si wanita terlihat menghela nafasnya lalu berbalik menatap si pria.
"Jika ya, tetaplah bersamaku"
Si wanita mengedarkan pandangannya melihat orang-orang yang masih setia menatapnya. Ia merasa sangat tidak nyaman tapi rasa penasarannya jauh lebih besar.
"Tetaplah berdiri di samping ku" kata si pria kemudian ia merangkul pinggang si wanita posesif.
Semua wanita yang melihatnya merasa iri. Pupus sudah harapan mereka bersanding dengan pria bak titisan dewa yunani itu. Terlebih ketika sosok pria itu dengan perlahan membuka topeng yang menutupi wajah tampannya. Semua orang menahan napas ketika pria itu sudah melepas topengnya. Mereka menatap pria itu dengan tatapan tak percaya. Sama halnya dengan si wanita, ia merasa napasnya tercekat, ia tidak bisa bernapas atau mungkin ia lupa caranya bernapas. Suasana seketika hening dan waktu seolah kembali berhenti.
"Oh My God! Apa aku tidak salah lihat?"
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?"
"Bukankah itu big bos?"
"Siapa wanita yang ada di sampingnya?"
"Ahh.. Hati ku sakit sekali melihatnya"
Benar, sosok pria misterius itu adalah Big Bos mereka MALVIN MARK VUITTON usia 32 tahun. Kenapa mereka sangat terkejut? Karena sang big bos yang mereka kenal adalah sosok pria yang sangat dingin, arogan dan tak tersentuh tapi kini ia malah terlihat dengan sosok wanita dan terlebih lagi sikapnya sangat romantis kepada wanita itu jauh dari image yang selama ini melekat dengan dirinya. Dunia seperti terbalik atau mungkin matahari terbit dari arah yang berbeda. Sungguh semua ini sangat sulit untuk di percaya.
Tapi kini attention bukan lagi tertuju pada sosok si pria dan malah tertuju pada sosok si wanita yang berdiri di sampinya. Siapa yang tidak penasaran dengan sosok wanita yang bisa di bilang sangat beruntung itu. Berdiri di samping sang big bos Vuitton Grup merupakan impian semua wanita di negeri ini.
Di balik topeng yang menutupi wajahnya, wanita itu mulai berkeringat. Bagaimana mungkin dirinya bisa berdansa dengan seorang big bos padahal dirinya hanya pegawai biasa?
Paula Michelle Zourist usia 24 tahun. Baru dua tahun ini bekerja di Vuitton Grup sebagai staff administrasi keuangan.
"Bodoh!! Harusnya tadi aku tolak saja tawarannya" batin Paula merutuki dirinya sendiri. "Jika sudah begini apa yang akan terjadi dengan diri ku?"
"Kamu kenapa?" tanya Malvin khawatir, ia menggenggam erat tangan Paula yang bergetar.
"Haahhh.." Paula terkesiap ketika tangan kokoh Malvin menggenggam tangannya. Manik mata mereka kembali bertemu.
Jika saja Paula punya kekuatan teleportasi, pasti ia sudah menghilang sejaki tadi. Sungguh rasanya ingin pingsan saja. Seakan kaki sudah tidak bisa menahan bobot tubuhnya.
"Tuan Malvin, siapakah wanita yang bersama anda? Apakah dia calon nyonya Malvin Vuitton?"
Pertanyaan dari wartawan itu berhasil memutus kontak mata Malvin dan Paula yang seakan mereka terbang ke langit dan kini sudah kembali memijak bumi.
Semua orang yang ada di sana menunggu jawaban dari sang big bos dan penasaran akan sosok wanita yang bersamanya. Apakah benar wanita itu calon nyonya Malvin Vuitton?
Di tengah keriuhan para wartawan yang terus saja melontarkan berbagai macam pertanyaan, tiba-tiba saja Malvin mengambil sebuah kotak kecil berwarna merah di balik saku jasnya kemudian ia berlutut.
Sebuah cincin berlian dengan aksen batu blue sapphire yang begitu cantik terlihat ketika Malvin membuka kotak kecil itu lalu ia mengucapkan sebuah kata yang sukses membuat semua orang menganga terlebih lagi Paula. Jika ia memiliki riwayat penyakit jantung, sudah di pastikan malam ini adalah akhir hidupnya tapi untung saja ia tidak memiliki penyakit yang sebagian orang menganggap sebagai penyakit orang kaya itu.
"WILL YOU MARRY ME?"