
Didalam kamar Xavier duduk dilantai sambil menyebut nama Sera.Dia sangat merindukan istrinya dan ingin segera memeluknya.Xavier tidak sanggup berjauhan dengan sang istri. Jika di nekat kerumah mertuanya dipastikan Sera akan marah padanya.
"Sera aku merindukanmu," gumam Xavier
"Maafkan aku sayang," ucap Xavier dengan lirih
Didepan pintu mommy Clarissa tak kuasa menahan tangisnya melihat puteranya merindukan sang istri.Mommy Clarissa pun berbalik dan menuruni tangga lalu dia pun langsung menangis.Daddy Aldrich pun menghampiri istrinya tersebut dan langsung memeluknya dengan erat.
"Daddy aku tidak sanggup melihat Xavier seperti itu," ucap Mommy Clarissa sambil berderai air mata
"Biarkan dia seperti ini dulu sayang agar dia tidak bersikap egois lagi pada istrinya," ujar Daddy Aldrich dengan tegas
Mommy Clarissa pun mengangguk pasrah dan mereka pun memutuskan duduk disofa. Daddy Aldrich menenangkan Mommy yang khawatir pada keadaan Xavier.
Sore harinya didalam kamar Xavier telah membersihkan tubuhnya dan memutuskan berbaring diatas ranjang.Dia melirik alarm menunjukkan angka 05.00 sore.Dia pun menatap foto Sera dalam hapenya lalu menciumnya.
"Aku mencintaimu Sera dan kumohon pulang lah sayang," gumam Xavier sambil menangis
Daddy yang melihat keadaan puteranya pun hanya menghela nafas kasar.Dia mengambil hapenya lalu menghubungi Anton besannya.
"Anton bujuklah Sera untuk pulang kemansion Xavier karena Xavier terus menyebut nama Sera," ujar Daddy Aldrich
"Baiklah aku akan membujuk putriku Aldrich," jawab Daddy Anton diseberang
Daddy Aldrich pun mematikan hapenya dan dia memutuskan meninggalkan puteranya yang ada didalam kamar.
Sementara dikediaman keluarga Aditama, Daddy Anton pun memasukan hapenya kedalam saku.Dia menatap Sera yang kini duduk disebelah mommy Della.
"Sera maafkan sikap suamimu nak kamu memang kecewa dengannya namun tidak seharusnya kamu menghukumnya seperti ini," tegur Daddy Anton dengan bijak
"Tadi mertuamu menghubungi daddy jika Xavier terus menyebut namamu dan meminta maaf padamu juga memintamu untuk pulang. Sebaiknya kamu pulang sayang jangan biarkan suamimu sakit dan bukankah kamu juga merindukannya nak?" tanya Daddy Anton
Sera terkejut mendengar ucapan daddynya mengenai keadaan Xavier.Dia merasakan sesak mendengarnya lalu dia menatap kearah sang mommy.Mommy Della pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku mau pulang Dad bisakah daddy mengantarku?" tanya Sera pada sang Daddy
"Mommy , Daddy," panggil Sera
"Sayang kamu datang nak," ucap Mommy Clarissa tersenyum sumringah
"Nak temuilah suamimu dikamar kalian," ucap Daddy
Sera mengangguk lalu dia pun melanjutkan jalannya.Dia pun langsung menaiki tangga menuju kekamar mereka berdua.Cklek pintu kamar terbuka Sera pun menitikkan airmatanya melihat suaminya meringkuk seperti bayi sambil menangis.Dia pun berjalan mendekatinya dan langsung duduk disebelahnya.
"Hubby," panggil Sera sambil menangis
Xavier pun tidak percaya dengan penglihatannya.Dia melihat sang istri ada disampingnya yang kini menatapnya sambil menangis.Dia pun langsung bangun dengan tegak lalu mengelus pipi Sera dengan lembut.
"Sayang kamu pulang?" tanya Xavier
"Iya aku pulang hubby," balas Sera sambil sesegukan
Xavier pun langsung memeluk Sera dengan erat dan Sera pun membalasnya.Mereka berdua pun menangis berdua menumpahkan segala kerinduan mereka dengan pelukan. Xavier melepaskan pelukannya dan menatap sang istri dengan tatapan penyesalannya.
"Sayang maafkan atas sikap egoisku yang memintamu melayaniku dan juga karena aku telah membentakmu," sesal Xavier
"Sudahlah sayang aku sudah memaafkanmu dan kenapa kamu menjadi pria cengeng hah," ucap Sera sambil menghapus air mata suaminya
"Aku merindukanmu sayang makanya aku jadi priamu yang cengeng," ucap Xavier
"Kita baru berjauhan setengah hari sayang belum 1 minggu," ungkap Sera sambil membelai wajah suaminya
"Aku tidak akan sanggup berjauhan denganmu selama itu sayang kamu itu hidupku separuh nafasku jadi jangan tinggalkan aku," ungkap Xavier
"Iya sayang aku janji tidak akan meninggalkanmu," balas Sera
Xavier tersenyum sumringah mendengarnya lalu dia pun kembali memeluk sang istri. Sementara orang tua mereka pun tersenyum lega melihat keduanya sudah berbaikan.
tbc