
Sera melajukan mobilnya menuju ke kampus.Dia penasaran hubungan antara Maureen dan Max.beberapa menit kemudian dia telah sampai di parkiran Kampus.Sera keluar dari mobil nya dan menata sekeliling ternayata sahabat nya itu belum sampai.Dia pun menunggu Maureen di dalam mobil.
"Maureen belum sampai ternyata," gumam Sera
Sementara Maureen terkejut dengan kehadiran Max yang ada di depan apartemen nya.Dia tersenyum ke arah Maureen dan Maureen hanya diam.
"Kenapa kamu pagi pagi sudah ada di depan apartemen ku," ucap Maureen dengan raut wajah heran
"Aku mau mengantarkan mu ke kampusmu ayo ," balas Max langsung menarik tangan Maureen
Maureen hanya pasrah lalu dia masuk ke dalam mobil Max. Max langsung melajukan mobilnya meninggalkan apartemen.Di dalam mobil Max terus memperhatikan Maureen. Merasa di perhatikan Maureen menoleh dan menatap Max.
"Ada apa Max kenapa kamu menatapku seperti itu ," ucap Maureen
"Kamu sangat cantik pagi ini ," balas Max tersenyum ke arah Maureen
Blush kedua pipi Maureen langsung merona mendengar ucapan max yang mengatakan dirinya cantik.Sementara Max tersenyum tipis melihat Maureen yang merona.
"Ayolah fokuslah menyetir Max nanti kalau tertabrak bagaimana," ucap Maureen cemas
"Tenang enggak papa kok," ujar Max santai
"Tenang tenang enak saja aku belum mau meninggal dalam status jomblo ya ," decak Maureen kesal
Max tertawa terbahak bahak mendengar ucapan dari Maureen. Sementara Maureen mendengus dan jengkel pada Max yang menertawakan nya.
"Tenang lah Maureen aku tidak akan membiarkan kamu celaka dan meninggal sebelum aku menikahimu," ungkap Max menatap Maureen serius
Maureen tertegun mendengar ucapan Max yang membuat nya berdebar.Lalu dia kembali menatap ke arah max sekilas lalu memalingkan wajah nya yang merah merona.
"Jangan bercanda max itu tidak lucu," ucap Maureen tersenyum kikuk
Setelah itu mereka kembali diam dan Max fokus menyetir.30 menit kemudian mereka sampai di depan Kampus.Saat ingin keluar dari mobil Max menahan tangan Maureen.Maureen menoleh dan menatap Max bingung.Max langsung mencium kening Maureen dengan lembut. Maureen terkejut dengan tindakan Max yang mencium nya.
"Semangat untuk kuliahnya ya Reen," ucap Max tersenyum
"Iya Max dan terimakasih telah mengantarkan ku ke kampus," balas Maureen tersenyum tulus
"Oh ya hati hati ya menyetir nya," tegur Maureen
Maureen keluar dari mobil Max dan berjalan masuk ke dalam Kampus. Sementara Max merasa senang karena Maureen mengkhawatirkan nya.Lalu dia melajukan mobilnya kencang menuju ke kantor.Sera keluar dari mobil dan menghampiri Maureen yang berjalan sambil melamun.
"Maureen, maureen," panggil Sera
"Eh iya Ser ada apa," balas Maureen tersentak dari lamunan nya
"Aku perhatikan kamu dari tadi melamun memangnya apa yang kamu lamunkan?" tanya Sera penasaran
"Entar aku ceritain di kelas ya," bujuk Maureen
"Oke tapi kamu ceritanya harus lengkap tanpa ada yang terlewat ya," ucap Sera
Maureen mengangguk lalu mereka berjalan bersama menuju ke kelas nya. Mereka berdua langsung masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi masing masing. Maureen membuang nafas nya kasar dan langsung menceritakan semua nya pada Sera.Setelah bercerita Maureen menunggu reaksi daitusahabat nya itu.
"Mungkin si Max suka sama kamu Reen," celetuk Sera asal
"Enggak mungkinlah Reen pria seperti Max yang tampan dan banyak digilai wanita bisa menyukaiku," elak Maureen
"Tidak ada yang tidak mungkin Maureen lagian kamu dan dia sama sama manusia dan hanya berbeda jenis kelamin nya dan juga mungkin dia jodohmu ," jawab Sera menatap Maureen
TBC