
5 hari kemudian Acara yang ditunggu Xavier dan Sera telah tiba.Acara dimana mereka akan mengucap janji suci pernikahan di altar.Kini acara diadakan di kediaman orang tua Sera karena permintaan dari Sera. Saat ini Sera sudah memakai gaun pernikahannya dan tengah dimakeup oleh perias.
"Nona kamu sangat cantik hari ini," ucap Salaj satu perias.
"Terimakasih," balas Sera sambil tersenyum tipis
Cklek pintu Kamar Sera terbuka Daddy Anton masuk kedalam menghampiri puterinya.Dia merasa terharu karena putrinya akan menikah hari ini.
"Sudah selesai make up nya nona," ujar Perias
Serta tersenyum sambil mengangguk lalu dia berdiri dan berbalik.Dia berkaca kaca menatap sang daddy yang tengah tersenyum padanya.Sera berjalan menghampiri daddy-nya dan langsung memeluknya.
"Daddy," ucap Sera lirih
"Nak kamu jangan menangis hari ini hari bahagiamu sayang," tegur Daddy
"Maafkan Sera daddy selama ini Sera banyak membuat daddy dan mommy susah," keluh Sera
"Jangan berbicara seperti itu nak dan sebaiknya kita segera keluar," ujar Daddy
Sera mengangguk lalu dia merangkul lengan daddy-nya dan mereka berjalan keluar dari kamar.Sera dan Daddy berjalan pelan menuju ke altar dimana pernikahan akan diadakan.Xavier langsung terpesona dengan kedatangan calon istrinya yang sangat cantik.Para tamu pun juga terkesima dengan kecantikan Sera.
Daddy anton membawa sera kehadapan Xavier dan menyerahkannya.
"Xavier mulai sekarang Sera akan menjadi tanggung jawabmu dan jagalah puteri daddy ini dan jangan pernah kamu menyakiti hatinya," ujar Daddy Anthon
"Iya Daddy aku berjanji akan menjaga Sera dan tidak akan pernah menyakitinya," jawab Xavier dengan nada tegas sambil menggenggam tangan Sera
"Baiklah aku akan pegang janjimuitu," sahut Daddy anthon tegas
Setelah itu Daddy Anthon berbalik dan berjalan menuju ketempat istri dan besannya berada.Pendeta pun memulai acara pernikahan dan menyuruh mempelai mengucapkan janji pernikahan.
"Silahkan mempelai pria mengucapkan janji terlebih dahulu setelah itu mempelai wanita," ucap Pendeta
"Saya Xavier Rovano Grrisham bersedia menerima Serafina Callia Roxanne sebagai istri saya.Saya berjanji akan selalu mencintai dan menyayangi nya dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan," ujar Xavier sambil menatap Sera
"Saya Serafina Callia Roxanne bersedia menerima Xavier Rovano Grissham sebagai suami saya.Saya akan selalu mencintainya dan selalu berada disampingnya dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan," ucap Sera tersenyum menatap suaminya
"Saat ini sekarang kalian resmi menjadi sepasang suami istri," balas Pendeta
Xavier pun memasang kan cincin ke jari Sera begitu juga dengan Sera.Setelah itu Xavier mencium istrinya dihadapan para tamu hingga para tamu pun bertepuk tangan dan bersorak.Pendeta pun berlalu pergi karena tugasnya telah selesai.Xavier menyudahi ciumannya dan mencium kening sang istri.Lalu dia tersenyum bahagia menatap Sera.
"Aku sangat bahagia hari ini sayang," ungkap Xavier
"Aku juga sangat bahagia karena kini aku sudah menjadi istrimu," ucap Sera sambil tersenyum manis.
Maureen dan Max pun menghampiri pengantin baru tersebut.Mereka berdua mengucapkan selamat pada keduanya.
Maureen langsung memeluk sahabatnya yang dia rindukan itu.
"Sera , kamu jahat banget kamu pergi ke Paris tidak berpamitan padaku," keluh Maureen
"Maafin aku ya Reen karena aku tidak berpamitan padamu waktu itu," sesal Sera
"Sudahlah Ser lupakan saja hal itu dan sekarang kamu sedang bahagia dan aku ucapkan selamat untukmu dan Xavier," ucap Maureen tersenyum
"Terimakasih Reen sudah datang," balas Sera
"Selamat Xavier atas pernikahanmu dan cepat buatkan kami keponakan ya," sahut Maximilano
"Pastilah kan setiap hari sudah mencicilnya," ungkap Xavier enteng
Kedua pipi Sera langsung merona mendengar ucapan suaminya yang tidak disaring itu. Max pun terkekeh mendengar pengakuan dari sepupunya yang sangat jujur itu.
"Wow jadi kalian sudah lebih dulu mencicil membuat bayi heh," goda Max
"Iya bener sekali kamu Max," ucap Xavier dengan enteng
"Hubby jangan berbicara lagi," protes Sera pada Xavier
Xavier tertawa mendengar istrinya kesal.Lalu dia meraih pinggang sang istri dengan erat dan langsung mendaratkan ciumannya dibibir istrinya. Max berdecih melihat sepupunya yang pamer kemesraan dan Maureen hanya menunduk malu melihat sahabatnya ciuman.
"Sebaiknya kita pergi dari pada merasa tidak dianggap pengantin baru ini," ajak Maximilano
Max pun mengajak Maureen pergi dari hadapan pengantin.Sementara Xavier pun menyudahi ciumannya dan tersenyum melihat istrinya malu.
TBC