
Beberapa menit kemudian Ambulan telah sampai dirumah sakit.para petugas pun segera membawa Xavier dan Sera menuju keruang UGD dan langsung menangani keduanya.Sementara Mommy Della dan Daddy Anton menunggu diluar.
Mommy Clarissa dan daddy Aldrich berlari tergopoh gopoh mereka langsung datang setelah Mommy Della memberitahu mereka.
"Bagaimana keadaan Xavier dan Sera?" ucap Mommy Clarissa dengan raut wajah sendunya
"Mereka masih ditangani oleh dokter Riss," balas Daddy Anton
"Aku takut mereka kenapa kenapa dad," ungkap Mommy Clarissa pada Daddy Aldrich
"Daddy yakin mereka akan baik baik saja mommy," tegur Daddy Aldrich
Beberapa jam kemudian Dokter pun kelur dari ruangannya.Para orang tua pun langsung berjalan menghampirinya.
"Bagaimana keadaan Xavier dan Sera dokter?" tanya Mommy Della dengan cemas
"Luka tusukan pada perut tuan Xavier tidak terlalu dalam dan dia kini sudah melewati masa kritisnya.
Sementara untuk Janin Nyonya Sera maafkan kami kami tidak bisa menyelamatkannya" sesal Dokter sambil menghela nafas.
Semua orang pun terkejut mendengarnya. Para mommy pun menangis dalam pelukan suaminya masing masing.
"Keduanya akan saya pindahkan kesatu ruangan," ujar Dokter
"Kalau ingin melihat mereka mari ikut saya," tawar Dokter
Semua orang pun mengangguk lalu dia pun langsung berjalan mengikuti langkah dokter hingga sampai diruangan Xavier dan Sera. Didalam ruangan rawat Xavier terbangun terlebih dahulu dan dia pun merasakan ngilu pada perutnya.Diapun menoleh dan terkejut melihat istrinya tengah dirawat disamping dirinya.Mommy Clarissa dan Daddy Aldrich pun berjalan masuk kedalam dan menghampiri Xavier.
"Sayang kamu sudah bangun?" tanya mommy Clarissa
"Mommy bagaimana keadaan istriku Sera mom," tanya Xavier dengan pelan
"Begini nak istrimu baik namun janinnya tidak bisa diselamatkan," ungkap Mommy Clarissa
Deg bagai tersambar petir dipagi hari Xavier merasa sesak mendengar ucapan mommynya.Dia sebagai suami telah gagal menjaga janin dalam perut sang istri.Sera pun membuka matanya dan dia pun langsung menangis mendengar ucapan mommy mertuanya.
semuanya menoleh dan terkejut melihat Sera yang sudah sadar.Lalu mommy pun langsung menganggukkan kepalanya kearah Sera.Sera pun langsung menitikkan air matanya dan dia pun menyentuh perutnya.Xavier ikut merasakan dadanya sesak sekaligus sakit melihat istrinya menangis.
"Hubby aku tidak bisa menjaga janin kita," ucap Sera sambil menangis
Xavier dengan paksa melepaskan selang infusnya lalu turun dari ranjang menghampiri istrinya yang ada diranjang sebelahnya.Dia pun langsung memeluk Sera lalu mengelus punggung sang istri yang bergetar.
"Sayang maafkan aku yang gagal menjagamu hingga kita kehilangan calon janin anak kita," sesal Xavier lirih
Sera melepaskan pelukan suaminya lalu menatap sang suami dan dia pun menggelengkan kepalanya.
"Aku lah yang salah hubby dan sebaiknya kamu istirahat karena bekas jahitan pada perutmu masih baru sayang," tegur Sera
Sera melepaskan selang infusnya dan diapun mengantarkan suaminya kembali berbaring diatas ranjang.Mommy Della dan Daddy Anton pun masuk kedalam dan Sera pun berjalan menghampiri mereka.Sera langsung berhambur dipelukan sang mommy dan menumpahkan semua kesedihan dan juga kekecewaannya karena kehilangan janinnya.
"Sudah sayang kamu harus kuat dan tegar ya, mommy tahu kamu sangat sedih dan kecewa karena kamu kehilangan janin kamu," ucap Mommy Della dengan lembut
"Iya mommy terimakasih telah menasehatiku," ungkap Sera
2 hari kemudian Sera kini tengah duduk dipinggir kolam renang sambil melamun. Xavier pun merasa sedih dengan keadaan istrinya yang dua hari ini yang banyak diam dan murung.
"Sayang," panggil Xavier
"Iya ada apa hubby?" tanya Sera
Xavier langsung duduk disebelahnya dan merangkulnya dari samping.Sera membiarkan suaminya memeluknya dan dia menatap kearah air dikolam renang.
"Jangan bersedih sayang bukankah kamu bilang akan kuat dan tegar," ungkap Xavier sambil menatap wajah istrinya
"Iya hubby namun aku masih merasa bersalah karen gagal menjqga janin kita," ucap Sera sambil menatap suaminya dengan tatapan sendunya
tbc