
"Baiklah mommy akan kedapur dulu membuatkan minuman untuk kalian," ucap Mommy
Mommy langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruang tamu menuju kedapur. Sementara Max telah pindah duduk disebelah Maureen dan mengelus perut buncitnya dan Maureen menyandarkan tubuhnya didada sang suami.
"Jenis kelaminnya apa sayang?" tanya Daddy penasaran
"Laki laki Daddy," jawab Maureen sambil tersenyum
"Wah selamat ya nak dan Kamu Max jangan biarkan istrimu kelelahan apalagi stress," tegur Daddy
"Pasti Dad aku tidak akan membiarkan Maureen kelelahan dan stress," ujar Max dengan tegas
Seorang gadis menuruni tangga dan mengahmpiri mereka.Dia merasa sangat senang dengan kehadiran kakak iparnya dan juga kakak laki lakinya.
"Pagi Kak Maureen , pagi Kak Max," sapa Melani
"Pagi Mel," balas Maureen tersenyum
"Umur kandungan kakak berapa?" tanya Melani
"Lima bulan Melani," sahut Max sambil tersenyum
"Wah bentar lagi aku punya keponakan dong," ucap Melani dengan antusiasnya
Semua orang tersenyum melihat Melani yang begitu tidak sabar menyambut kelahiran sang keponakan. Melani pun duduk disebelah sang daddy dan tersenyum kearah kakak iparnya.
"Melani kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Maureen
Maureen memperhatikan reaksi dari adik iparnya tersebut.Sementara Melani menghela nafas kasar lalu menggelengkan kepalanya. Maureen pun hanya tersenyum tipis melihat kearah adik iparnya.
"Bagaimana kalau dengan temanku David," tawar Maureen
"Max langsung melotot mendengar ucapan istrinya.Daddy yang melihat reaksi putranyapun hanya bisa terkekeh.Mommy kembali membawa minuman dan langsung menaruhnya dimeja dan langsung duduk disofa yang kosong.
"Sayang aku tidak mau jika David jadi iparku soalnya dulu dia menyukaimu," ucap Max dengan nada cemburu
Maureen memutar bola matanya malas mendengar ucapan suaminya yang cemburu. Dia langsung mencubit paha Max hingga meringis lalu melepaskan cubitannya.
"Aku cuma menyebut namanya kamu sudah cemburu apalagi kalau ada orangnya," cibir Maureen
"Baiklah Melani terserah padamu," ucap Maureen sambil tersenyum
Melani pun tersenyum lebar mendengarnya sementara Max hanya mendengus.Setelah itu Max kembali mengelus perut buncit istrinya hal itu membuat semuanya tersenyum senang.
"Apakah kelak aku juga akan merasakan kebahagiaan seperti Kak Max dan kak Maureen.Namun aku sudah kehilangan sesuatu yang paling berharga milikku saat aku masih diinggris," batin Melani
"Apakah kelak ada pria tulus yang mau menerimaku apa adanya," batin Melani
Daddy yang ada disebelahnya pun langsung mengerutkan dahinya melihat putri bungsunya yang terlihat murung beberapa hari ini semenjak kepulangannya dari inggris. Daddy pun langsung merangkul putrinya dari samping dan hal itu membuat Melani terkejut.
"Kamu kenapa nak kok daddy perhatikan beberapa hari ini kamu selalu murung semenjak kepulanganmu dari Inggris?" tanya Daddy
"Aku enggak papa kok Dad," tanya Melani sambil tersenyum palsu menutupi kesedihannya
"Kalau ada apa apa ceritalah sama mommy dan daddy," ujar Daddy
"Iya Daddy," ucap Melani sambil tersenyum tipis
Daddy pun tersenyum lalu mencium pelipis putri bungsunya.Semua orang tersenyum melihat kedekatan ayah dan puterinya tersebut.Max melirik arlojinya menunjukkan angka 11.00 siang.
Tiba tiba hape Max berbunyi dan dia langsung merogohnya dan ternyata pesan dari Xavier. Setelah membacanya dia kembali memasukkan hapenya.
"Dari siapa sayang?" tanya Maureen
"Xavier dan Sera katanya akan kesini sayang," balas Max sambil tersenyum
"Aku sudah kangen sama Sera," ucap Maureen dengan antusiasnya
Max pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mepihat tingkah istrinya.Dia langsung mencium puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang.
Melani tersenyum bahagia melihat kemesraan kakaknya dan juga kakak iparnya tersebut.
"Aku harap kelak bisa bahagia seperti mereka," batin Melani
tbc
jamgan lupa like , vote rate dan komen