
Xavier pun langsung merobek lingerie yang dipakai oleh istrinya.
Hal itu membuat Sera menjengit kaget dan membiarkan apa yang diinginkan suaminya.Setelah itu membuka pakaian dalam istrinya dan melemparkannya ke bawah. Mereka pun menuntaskan permainan panas mereka dan saling meraba tubuh pasangannya.Xavier menggoyangkan pinggulnya dan diikuti oleh Sera.
Mereka berganti gaya dan memuaskan hasrat pasangannya. Mereka berdua seolah beradu bergantian memimpin permainan panas mereka yang penuh gairah.Hanya terdengar suara desahan dan geraman dari Xavier dan Sera yang saling memanggil nama satu sama lain ketika mencapai pelepasannya mereka. Beberapa jam kemudian Xavier langsung berguling kesamping dan menutupi tubuh polos mereka dengan selimut.Sera menoleh lalu tersenyum menatap suaminya.
"Sayang kamu sudah puas bukan?" tanya Sera
"Masih kurang sayang," ucap Xavier tersenyum nakal kearah istrinya
Sera melotot dan langsung memukul dada bidang suaminya.Sementara Xavier terkekeh melihat tingkah istrinya.
Diapun langsung mencium kening Sera sekilas lalu menatapnya kembali.Dia memasukkan tangannya dalam selimut lalu menjamah setiap lekukan tubuh istrinya.
Sontak hal itu membuat Sera mendesah kembali.Xavier terus menjelajahi tubuh istrinya dan menikmati suara desahan Sera.Xavier melirik kearah alarm
menunjukkan angka 01.00 malam.
"Sayang stop aku lelah," bujuk Sera
"Kamu sudah berjanji lho sayang," ujar Xavier tersenyum menyeringai
Sera menghela nafas lalu dia menganggukkan kepalanya.Xavier pun tersenyum penuh kemenangan dan mereka kembali bergelut diatas ranjang sampai pagi.Beberapa jam kemudian Xavier menyudahi percintaan panas mereka karena istrinya yang kini sudah tertidur. Dia menutupi tubuh mereka dengan selimut dan memeluk istrinya dari belakang.
"Maafkan aku yang telah membuatmu lelah sayang tidurlah yang nyenyak," bisik Xavier lalu memejamkan kedua matanya.
Keesokan harinya matahari mulai menyinari kamar pasangan suami istri tersebut.Sera terbangun terlebih dahulu dan dia menurunkan tangan suaminya dengan pelan setelah itu turun dari ranjang.Dia mengambil pakainnya yang berceceran dilantai dan membawanya ke kamar mandi.
30 menit kemudian Sera keluar dengan jubah mandinya dan berjalan menuju ke lemari.Dia tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur pulas. Sera segera mengambil dress lalu memakainya. Setelah itu dia keluar dari kamar dan menutupi tangga.Ternyata pelayan sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
"Selamat pagi nyonya muda," sapa Pelayan paru baya tersebut
"Oh ya bi, aku mau tanya bibi sudah bekerja disini berapa lama?" tanya Sera
"Kalau dimansion milik tuan muda Xavier baru 10 tahun," balas Bibi
"Oh begitu bi bolehkah aku tahu nama bibi?" tanya Sera
"Saya Bibi Sari nyonya, ya sudah saya permisi dulu," pamit Bibi Sari
Sera tersenyum sambil menganggukkan kepala nya dan bibi pun berbalik lalu berjalan menuju ke dapur.Sementara di kamar Xavier meraba sebelahnya kosong lalu dia terbangun.Dia bangun dari ranjang dan mengambil bajunya lalu membawanya ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian dia keluar dengan selembar handuk dan segera mengambil setelan jasnya.Setelah itu memakainya dan keluar dari kamar.Dia menuruni tangga menuju ke meja makan. Xavier memperhatikan istrinya yang tengah memijit kepalanya lalu dia menghampirinya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Xavier dengan cemas
"Tiba tiba Kepalaku pusing hubby," keluh Sera
"Biar aku panggilkan dokter ya," tawar Xavier
"Tidak usah hubby nanti juga sembuh kok kalau aku minum obat," tolak Sera dengan halus
"Baiklah sayang ayo kita sarapan," ajak Xavier
Sera pun mengiyakan ajakan suaminya dan mereka pun sarapan bersama. Setelah sarapan Xavier sedari tadi terus memperhatikan wajah istrinya yang sedikit pucat dan hal itu membuatnya enggan untuk pergi kekantor.
"Sayang apa aku tidak kekantor saja hari ini," ujar Xavier
"Tidak hubby sebaiknya kamu kekantor dan soal honeymoon kita batalkan saja ya karena aku enggak enak badan," ucap Sera
"Iya sayang aku setuju denganmu," sahut Xavier
TBC