
Sementara Maureen kini tengah berada diapartemennya.Dia duduk di sofa sambil menonton televisi ditemani oleh Max calon suaminya.Dia pun melirik jam tangannya menunjukkan angka 05.00 sore.Setelah itu Maureen kembali memperhatikan calon suaminya itu.
"Max kamu enggak pulang hari sudah sore lho," tegur Maureen
"Aku masih ingin bersamamu sayang dan lima hari lagi kita menikah dan aku sudah tidak sabar ingin memiliki mu seutuhnya," bisik Max
"Dasar mesum," pekik Maureen kesal
"Oh ya besok kita ke mansion Xavier yuk aku mau ketemu Sera dan katanya Sera sedang mengandung saat ini," ujar Maureen dengan antusias
"Kenapa kamu pengin juga hamil seperti Sera hemm," goda Maximilano
Blush pipi Maureen langsung merona mendengar ucapan kekasihnya. Sementara Max langsung terkekeh melihat pipi kekasihnya yang merah karena malu.
Max tersenyum dan menatap Maureen dengan intens dan penuh cinta.Hal itu membuat Maureen gugup dan salah tingkah.
"Terimakasih kamu telah menerima ku sebagai kekasih sekaligus calon suamimu sayang," ungkap Max tersenyum penuh bahagia
"Iya sama sama sayang aku kemarin ragu karena takut orang tuamu tidak akan menerimaku perihal statusku yang bukan orang kaya," ujar Maureen
"Orang tuaku sangat baik dan ramah sayang dan mereka ingin bertemu denganmu malam ini sayang," ujar Max
Maureen terkejut mendengarnya dan hal itu membuatnya gugup.Sementara Max tersenyum tipis melihat Maureen yang gugup.Lalu dia menggenggam tangan kekasihnya dan mencoba meyakinkannya.
"Sayang jangan gugup dan percayalah padaku bahwa orang tuaku sangat baik dan ramah apalagi adik perempuanku," ungkap Max tersenyum
Maureen pun merasa lega lalu dia tersenyum manis menatap Max.Dia pun menghadiahi ciuman dibibir sang kekasih lalu setelah itu menjauh.Hal itu membuat senyum terbit dibibir Max
"Ayo cium bibirku lagi sebanyak banyaknya," tawar Max
"Dih itu sih maumu sayang," cibir Maureen
"Sayang kamu bersiaplah kita akan kemansion bertemu orang tuaku," ucap Max
"Baiklah sayang aku bersiap dulu ya kamu tunggu disini aja jangan masuk ke kamar ku," tegur Maureen
Maureen pun berdiri dan berjalan menuju ke kamar nya.Sementara Max hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah calon istrinya.Maureen masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya.
Dia pun segera masuk ke kamar mandi dan beberapa menit kemudian dia keluar.Maureen berjalan menuju ke lemari dan mengambil dress berwarna merah muda lalu memakainya.
Setelah itu dia menata rambutnya dengan kepangan ditengahnya sebagai bandana lalu dia sedikit memakai lipgloss di bibirnya.
Selesai bermake up dia segera keluar dari kamar dan menghampiri Max.
"Max bagaimana penampilanku?" tanya Maureen
Max tertegun melihat penampilan dari calon istrinya.Dia begitu terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Maureen.Sementara Maureen hanya terkekeh lalu dia mencubit pipi Max agar segera tersadar dari lamunannya.
"Kok dicubit sih sayang harusnya kan dicium gitu," protes Max
"Dasar modus kamu sayang, jangan bengong terus makanya ayo kita berangkat sekarang," tegur Maureen sambil tertawa
Max pun langsung berdiri dan mereka pun berjalan keluar dari apartemen. Mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan melajukannya kencang. Didalam mobil Max mencuri pandang kearah Maureen.Hal itu membuat Maureen tersenyum tipis atas kelakuan calon suaminya.
"Fokuslah menyetir sayang jangan terus terusan melirik kearah ku bisa bahaya lho," tegur Maureen
"Habisnya kamu hari ini sangat cantik sayang makanya aku terus menatap kearahmu," puji Max sabil tersenyum
"Bisa aja sih kamu sayang," balas Maureen
TBC