
Mereka pun diam karena Dosen memasuki ruangan kelas mereka.
Dosen pun menerangkan mata kuliah Hari ini. Begitu juga dengan Sera dan Maureen yang fokus dengan penjelasan Dosen.
Hingga tiga jam kemudian Sang Dosen selesai dan keluar dari kelas mereka. Sera dan Mauren keluar dari kelas mereka.Sera mendesah lesu dan malas ngapa ngapain dan Maureen memperhatikan nya.
"Kamu kenap Ser," tanya Maureen cemas
"Aku lagi badmood aja," balas nya
"Bagaimana kalau kita ke cafe sekarang," usul Maureen tersenyum
Sera tersenyum mendengar usulan dari Maureen. dia pun menganggukkan kepala nya sementara Maureen tersenyum lebar.Maureen langsung menarik tangan Sera dan mereka langsung berjalan menuju ke parkiran.Sampai Di area parkir mereka langsung masuk ke mobil milik Sera. Maureen mengemudikan nya dengan kecepatan sedang meninggalkan area kampus.
Sementara Di kantor Xavier sedang berbicara dengan Maximilano Stefanus, sepupu nya dari anak paman nya berada di ruangan nya.
"Oh aku penasaran dengan gadis yang kau maksud itu," tanya Max datar
"Kenapa kau menyukainya," ucap Xavier dingin
"Cih sorry bukan tipe aku," ungkap Max dengan nada sombong nya
Xavier memutar bola mata nya malas mendengar ucapan sepupunya yang menyebalkan dan dingin seperti es itu.
"Oh ya daripada kamu berkutat dengan berkas berkas sialanmu itu bagaimana kalau kita ke Caffe," ajak Max
"Baiklah pria berwajah dingin kayak es," sindir Xavier
"Cih enggak sadar dirimu juga pria dingin kayak es," balas Max ketus
mereka berdiri lalu berjalan keluar dengan raut wajah dingin dan datar. Xavier dan Max mengabaikan tatapan para karyawan wanita yang memuja nya.Di luar mereka langsung masuk ke dalam mobil masing masing.Lalu melajukan mobil nya meninggalkan kantor menuju ke Cafe. 30 menit Xavier dan Max telah sampai di Cafe yang di janjikan.Mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mobil.Xavier mengedarkan pandangnya nya dan tertuju pada dua gadis yang sedang mengobrol bersama.Max pun juga menatap kearah kedua gadis itu.Mereka berdua memutuskan menghampirinSera dan Maureen.
"Sayang ," panggil Xavier tersenyum menatap Sera
"Dia siapa Ser," tanya Maureen penasaran
"Orang enggak penting," balas Sera singkat
Maureen mengerutkan keningnya tetapi dia langsung mengendikkan bahu nya lalu kembali menyedot jus nya.
Sementara Xavier dan Max langsung duduk berhadaapan dengan Sera dan Maureen.
"Boleh kenalan dengan mu nona," tanya Max pada Maureen
"Namaku Maureen Anggraini," ucap Maureen
"Aku Maximilano Stefanus," balas Max tersenyum tipis menatap Maureen
Maureen hanya tersenyum menatap Max.Sementara Sera sedari tadi hanya mengaduk jusnya tanpa di minum. Xavier terus memperhatikan apa yang dilakukan Sera.Sera tidak nyaman dengan tatapan Xavier pada nya. Maureen pun memperhatikan mereka.
"Reen sebaik nya kita pulang yuk disini membuat ku tidak betah dan badmood," sindir Sera
"Baiklah ayo," ucap Maureen
"Tidak Sera , Maureen akan pulang bersamaku ," sahut Max tersenyum sambil melirik sepupu nya Xavier
Xavier menyeringai dan dia beruntung memiliki sepupu seperti max yang cerdik sekaligus licik. Lalu dia kembali menatap sera yang hanya diam.Max langsung menarik dan menggenggam tangan Maureen lalu mengajak nya keluar meninggalkan mereka.Di luar Cafe Maureen mendadak berhenti lalu menatap Max.
"Apakah tidak apa apa kita telah meninggalkan Sera bersama Xavier," ucap Maureen ragu
"Tidak apa apa Reen oke percayalah sama aku," ujar Max penuh keyakinan
Maureen mengangguk membuat Max tersenyum.Lalu Max membuka pintu mobil untuk Maureen dan dia langsung masuk.Max masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan Cafe
TBC