Say Love Me, Please

Say Love Me, Please
Bonchap 1



Beberapa tahun kemudian kini anak anak Sera dan Xavier kini sudah tumbuh menjadi 2 pria dewasa tampan dan gadis cantik.Mereka bertiga sangat menyayangi kedua orang tua mereka.William Orlando Griisham, putera sulung mereka yang kini menjadi presdir di perusahaan utama SR Group. Sementara Steven memimpin perusahaan cabang.Pagi itu mereka Semua sedang sarapan bersama dimeja makan.


"Mommy, Daddy aku sudah membeli mansion baru dan mulai besok aku akan tinggal disana," ucap William memecah keheningan


"Memangnya dimansion ini tidak membuatmu nyaman nak?" tanya Daddy sambil menatap putera sulungnya


"Tidak Daddy aku hanya ingin mandiri dan aku juga punya privasi sendiri," ujar William dengan tegasnya.


"Baiklah terserah padamu nak," ujar Daddy pasrah akan keputusan putra sulungnya.


Mereka pun kembali melanjutkan sarapan mereka.Beberapa menit kemudian selesai sarapan William dan Steven berpamitan pada


orang tuanya.


"Mommy, daddy kami berdua berangkat ke kantor dulu," ucap William


"Hati hati ya kalian nak," tegur Mommy


"Kakak, berangkat dulu Chel," ucap Steven pada Rachel adik mereka


"Hati hati ya kak," jawab Rachel


Steven mengangguk lalu mereka berdua bangkit dari kursinya dan berjalan meninggalkan meja makan.Mereka berdua keluar dari Mansion dan hendak masuk ke mobil masing masing namun Steven menahannya.


"Will apa alasanmu sebenarnya kenapa kamu ingin pindah ke mansionmu?" tanya Steven


"Panggil aku kakak Steven aku lebih tua darimu," tegur William dengan nada datarnya


"Ck baiklah Kak Will cepat katakan," ujar Steven penasaran


"Agar aku bebas bermain dengan wanita bayaranku tanpa diketahui mommy dan Daddy," jawab William


Setelah itu William masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya kencang meninggalkan Steven yang mematung.Steven hanya menghela nafas kasar mendengar ucapan dari kakaknya.


"Jika daddy dan mommy mengetahuinya mereka akan kecewa padamu William," ujar Steven lirih


"Mansion pasti sepi ya Dad jika William tinggal dimansionnya," ungkap Mommy sendu


"Mommy masih ada aku dan kak Steven," ucap Rachel sambil cemberut


"Iya sayang maafin mommy, mommy cuma pengen semua anak anak mommy berkumpul dan tinggal disini bersama mommy dan daddy," ujar Mommy panjang lebar


"Sudahlah mommy biarkan William melakukan apa yang menjadi keinginannya dan juga dia sudah dewasa. Daddy akan menyuruh orang untuk mengawasi William dan melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh William," sahut Daddy


"Jika William tahu dia pasti marah besar Daddy," tegur Mommy


"Biarkan saja mommy jika kelak William marah," ucap Daddy


Mommy mengangguk pasrah mendengar keputusan Daddy.sementara Daddy pun langsung mengambil hpnya lalu memghubungi orang suruhannya untuk memantau William.


"Kamu awasi William dan laporkan segala kegiatannya padaku dan nanyi aku kirim fotonya," Ujar Daddy


Setelah itu mematikan teleponnya dan mengirimi foto pada orang suruhannya. Sementara Mommy dan Rachel hanya menghela nafas kasar.Daddy pun mengambil surat kabar lalu membacanya dengan santai.


"Semoga keputusan Daddy memang tepat," gumam Mommy sambil menatap kearah Daddy yang sibuk membaca koran


Sementara William kini sudah sampai diperusahaan SR Group.William keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam kantor. Para Karyawan khususnya wanita terpesona melihat ketampanan William.


"Selamat pagi pak William," sapa Karyawan


"Pagi," jawab William sambil tersenyum tipis


Seorang wanita seksi menghampiri William dan tersenyum nakal kearahnya.William pun tersenyum menyeringai kearahnya dan langsung menciumnya sekilas sambil meraih pinggang wanita tersebut lalu berjalan menuju keruangannya melewati para karyawannya.


"Astaga ternyata presdir kita kelakuannya menjijikan," bisik karyawan. Mereka juga tak berani berbicara dengan keras, mengingat sikap bos mereka saat marah begitu menakutkan. William tak tahu jika dirinya tengah di bicarakan oleh para karyawannya yang tengah bergosip. Pria justru tengah asyik bersama wanita yang di bawanya untuk memuaskan dirinya.


End