
"Sayang buka pintunya maafkan atas ucapanku tadi," ucap Xavier didepan kamar
Sementara Sera sedang duduk diranjang dan meredakan emosinya akibat perkataan suaminya.Dia pun mengelus perut ratanya dan menatapnya dengan tatapan sendu.
"Maafkan mommy ya sayang mommy marah sama daddy kamu karena mommy tidak suka dengan perkataan daddymu," ucap Sera sambil mengelus perut ratanya
Sementara Xavier menghela nafas kasar karena istrinya tidak membuka pintu.Dia pun melirik arlojinya menunjukkan angka 06.00 sore.Dia pun kembali masuk kedalam kamarnya dan duduk diranjang.
"Kenapa aku sangat bodoh sehingga berbicara seperti itu didepan Sera.Dia jelas marah karena dia takut kehilanganku," sesal Xavier sambil menjambak rambutnya
1 jam kemudian Sera pun keluar dari kamarnya lalu dia pun menuruni tangga menuju kedapur.Disana dia sedang membuat susu untuk dirinya sendiri.Sementara Xavier teringat dia harus melakukan kegiatan rutinnya yaitu membuat susu ibu hamil untuk istrinya.Dia pun berdiri dan berjalan keluar dari kamar.Xavier menuruni tangga menuju ke dapur.Disana dia melihat sang istri tengah membuat segelas susu juga hamburger dan Xavier pun menghampirinya.
"Sayang sini biar aku saja yang membawanya," tawar Xavier dengan lembut
Sera pun berbalik dan berjalan melewati suaminya dan dia hanya diam.Dia berjalan menuju keruang tamu dan langsung duduk disofa dengan pelan.Sera langsung memakan hamburgernya hingga habis lalu dia pun meneguk susunya hingga tandas.Xavier pun menghela nafas kasar dan dia pun segera menghampiri istrinya.Xavier duduk disamping sang istri lalu menatap wajah Sera yang sedari tadi hanya diam.
"Sayang maafkan atas perkataanku tadi ya," ucap xavier sambil memohon
"Iya hubby namun jangan berbicara seperti itu lagi aku tidak suka mendengarnya," balas Sera sambil menitikkan air matanya
Xavie pun langsung mendekap Sera kedalam pelukannya.Dia mencium pucuk kepala istrinya berulang ulang.Sementara Sera merasa sangat nyaman dalam pelukan snag suami dan aroma tubuh suaminya sungguh menenangkan baginya.Setelah itu Xavier melepaskan pelukannya dan menghapus air mata istrinya.
"Janji ya sayang janji tidak akan meninggalkanku dan calon anak kita ini," ucap Sera.
"Iya istriku aku berjanji," balas Xavier sambil tersenyum tipis
Sera pun merasa lega mendengarnya lalu dia langsung memeluk tubuh sang suami dan Xavier pun membalas pelukannya.
Sementara diapartemen Eva kini tengah merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan dan menyiksa Sera.Dia menyuruh beberapa orang untuk menangkap Sera lalu menculiknya.
"Aku akan melenyapkanmu dan janin dalam kandunganmu wanita sialan," umpat Eva
"Kupastikan kamu memyingkir dari hidup Xavier selamanya dan tidak akan ada yang merebut Xavier lagi dariku," ujar Eva sambil tersenyum sinis
Evapun mengambil hapenya lalu dia menekan nomor seseorang kemudian mengatakan sesuatu ditelepon.
Setelah itu dia pun mematikan teleponnya dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang.Eva tersenyum membayangkan ketika Sera tersiksa dan tewas secara perlahan.Setelah itu dia pun langsung memejamkan kedua matanya karena sudah mengantuk.
Sementara dimansin milik Xavier, Xavier menggendong Sera dengan bridal style.Dia menaiki tangga menuju ke kamar mereka. Sera membuka pintu dan mereka pun masuk kedalamXavier merebahkan tubuh sang istri diranjang karena istrinya tidur dalam pelukannya tadi. Xavier pun ikut berbaring disamping istrinya dan dia pun langsung memejamkan kedua matanya menuju kealam mimpi.
tbc