Say Love Me, Please

Say Love Me, Please
Episode 13



"Benarkah sayang ?" tanya Mommy Della sedikit tidak percaya dengan ucapan Sera


"Iya mommy tetapi Sera mohon jangan terburu buru menentukan tanggal nya karena aku masih ingin menata hatiku," ungkap Sera dengan nada sendu


"Baiklah sayang mommy mengerti perasaan mu nak," balas Mommy


"Baiklah kami pamit dulu ya Della , anthon ," ucap Mommy Clarissa


"Iya Rissa ," jawab Momy Della


orang tua Xavier berbalik dan berjalan keluar dari mansion Sera.Sementara Xavier terus menatap Sera membuat nya sedikit risih.


"Aku pulang dulu Sera , bibi dan paman ," ujar Xavier tersenyum tipis


"Iya nak Xavier ," Sahut Daddy anton


Xavier berbalik dan melangkah menjauhi ruang tamu. Sementara Sera menatap punggung Xavier yang menghilang dari balik pintu. Sera menghela nafas dengan kasar lalu kembali menatap sang mommy dan daddy nya.


"Mommy, aku mau ke kamar dulu ," pamit Sera


"Iya sayang kamu istirahatlah di kamar dan mommy mohon jangan sedih lagi ," ucap Mommy sambil memohon


"Iya mommy aku akan berusaha untuk melupakan nya dan tidak bersedih lagi ," jawab Sera


"Dad aku kekamar dulu ya," pamit nya pada sang Daddy


"Iya sayang istirahatlah ,"sahut Daddy


Sera berdiri dan berjalan menuju ke tangga.Dia langsung menaiki tangga menuju ke kamar nya.Cklek pintu kamar terbuka dan Sera langsung masuk kedalam.Dia langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.Sera mengambil hapenya dan menatap jam menunjukkan pukul 05.00 Sore. Dia mencoba memejamkan matanya untuk menghilangkan lelahnya.


Sementara Max mengantar Maureen ke Rumah nya dan kini mereka sudah sampai di depan rumah Maureen. Maureen keluar dari mobil Max dan tersenyum ke arah nya.


"Kasih tahu sama sepupumu Xavier untuk tidak menyakiti Sera jika hal itu sampai terjadi aku akan membuat perhitungan dari nya," ancam Maureen menatap tajam Maximilano.


Max hanya terkekeh melihat tingkah lucu dari Maureen.Dia merasa gadis di depan nya ini gadis yang unik dan cukup menarik.Sementara Maureen mendelik sebal melihat Max tertawa.


"Memangnya ada yang lucu hah," ucap Maureen kesal


"Baiklah baiklah nona jangan marah marah terus nanti cepat tua lalu kekasihmu nanti kabur jika kamu jadi tua ," goda Max sambil tertawa


"Cih kalau kabur ya cari lagi lah pria lain yang lebih tampan ," balas Maureen ketus


"Sebaiknya kamu pulang sana bye ," ujar Maureen berbalik dan melangkah masuk ke apartemen nya


"Gadis itu sangat menarik dan membuatku menginginkannya. Aku tidak sabar menjadikan nya sebagai nyonya Stefanus ," gumam nya sambil tersenyum membayangkan Maureen jadi istrinya


"You are mine My Maureen ," ucap nya


Maximilano langsung melajukan mobilnya meninggalkan apartemen Maureen.Cklek pintu apartemen terbuka dan Maureen langsung masuk ke dalam. Dia langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Maureen teringat dengan Sera dan ikut merasakan kesedihan sahabat nya itu


"Aku harap kamu segera melupakan michael dan menemukan belahan jiwamu.


Aku ingin kamu selalu bahagia dan kuharap Xavier bisa menyembuhkan luka di hatimu ," gumam Maureen dengan raut sendunya


Maureen berdiri dan berjalan ke kamar nya.Dia langsung masuk ke dalam kamar dan bergegas membersihkan tubuhnya.Setelah mandi dan berpakaian dia langsung membarinhkan tubuhnya di ranjang.Dia teringat dengan Max yang membuat nya kesal tadi


"Untuk apa aku memikirkan nya ," gumam Maureen


TBC